Prakiraan Cuaca 12- 19 April 2026 : BMKG Ingatkan Ancaman Hujan Lebat Sepekan ke Depan

Ficky Ramadhan
12/4/2026 15:36
Prakiraan Cuaca 12- 19 April 2026 : BMKG Ingatkan Ancaman Hujan Lebat Sepekan ke Depan
Ilustrasi.(Dok.MI)

BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan prakiraan cuaca 12-19 April 2026 yakni potensi hujan lebat masih akan terjadi di berbagai wilayah Indonesia. Di saat yang sama, sebagian daerah mulai memasuki masa peralihan dari musim hujan ke musim kemarau.

Berdasarkan informasi resmi yang dirilis BMKG, Minggu (12/4), kondisi pancaroba saat ini masih menjadi pemicu utama terjadinya cuaca ekstrem di sejumlah wilayah.

BMKG menjelaskan bahwa kondisi atmosfer Indonesia dipengaruhi berbagai faktor. Dari sisi global, fenomena ENSO dan Dipole Mode Index berada dalam fase netral, sehingga belum memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan curah hujan.

"Dari sisi global, fenomena El Nino-Southern Oscillation (ENSO) masih berada pada fase netral, tercermin dari indeks NINO 3.4 sebesar -0.35 dan indeks SOI sebesar +2.1, sehingga belum memberikan dampak yang berarti terhadap peningkatan aktivitas konvektif di wilayah Indonesia," tulis BMKG.

Pada skala regional, Monsun Australia yang semakin menguat turut membawa massa udara kering ke wilayah Indonesia. Hal ini diperkuat oleh dominasi angin timuran yang menandai awal peralihan musim.

Meski demikian, BMKG mencatat sejumlah fenomena lain masih berkontribusi terhadap pembentukan awan hujan.

"Fenomena Madden-Julian Oscillation (MJO) diprakirakan melintasi sebagian wilayah Sumatera, Perairan selatan Banten, dan Perairan utara Papua, sehingga berpotensi meningkatkan pertumbuhan awan hujan di kawasan tersebut," tambahnya.

Selain itu, aktivitas gelombang atmosfer seperti Rossby dan Kelvin, serta potensi sirkulasi siklonik di Samudra Hindia dan Laut Banda, turut memperkuat pembentukan awan hujan di berbagai wilayah.

BMKG memprakirakan periode 13–16 April 2026 akan didominasi hujan ringan hingga sedang. Namun, peningkatan intensitas hujan sedang hingga lebat berpotensi terjadi di banyak wilayah, mulai dari Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, hingga Papua.

Adapun wilayah yang masuk kategori siaga hujan lebat hingga sangat lebat meliputi Jawa Barat, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, dan Papua Pegunungan. Sementara itu, potensi angin kencang diperkirakan terjadi di Papua Barat Daya.

BMKG menegaskan pentingnya kewaspadaan masyarakat terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat memicu bencana hidrometeorologi.

"Dengan mempertimbangkan dinamika atmosfer yang masih signifikan dalam beberapa hari ke depan, BMKG mengimbau masyarakat dan para pemangku kepentingan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat memicu bencana hidrometeorologi," imbaunya.

Masyarakat, khususnya pengguna jalan, diingatkan untuk berhati-hati terhadap hujan lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang. Selain itu, warga diminta menghindari berteduh di bawah pohon atau baliho serta membatasi aktivitas di luar ruangan saat cuaca buruk.

BMKG juga mengingatkan bahwa kondisi cuaca dapat berubah sewaktu-waktu, sehingga masyarakat perlu rutin memantau informasi prakiraan dan peringatan dini melalui kanal resmi BMKG. (H-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indriyani Astuti
Berita Lainnya