Legisator Ingatkan Pemerintah Optimalkan Aspek Keselamatan dan Kenyamanan Jemaah Haji 2026

Media Indonesia
09/4/2026 21:45
Legisator Ingatkan Pemerintah Optimalkan Aspek Keselamatan dan Kenyamanan Jemaah Haji 2026
Anggota Komisi VIII DPR RI Selly Andriany Gantina.(Humas DPR RI)

ANGGOTA Komisi VIII DPR RI dari Fraksi PDIP, Selly Andriany Gantina mengingatkan pemerintah agar tidak mengulang kesalahan yang sama dalam pelaksanaan haji 2026. Ia menekankan bahwa pelayanan jemaah harus berorientasi pada keselamatan dan kenyamanan, bukan sekadar urusan administrasi.

Pernyataan itu disampaikan dalam Rapat Kerja bersama Menteri Haji dan Umrah di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (8/4). 

“Harus ada keseriusan dalam memastikan pelayanan terbaik bagi jemaah, sebagaimana harapan Presiden Prabowo Subianto,” kata Selly dalam keterangan yang diterima, Kamis (9/4). 

Selly mengingatkan adanya persoalan klasik yang sering terulang. Misalnya, soal hotel jemaah yang berjarak jauh dari ketentuan yang telah disepakati.

Kondisi ini berpotensi mengganggu kekhusyukan ibadah, terutama bagi jemaah lanjut usia dan penyandang disabilitas. Tak hanya itu, fasilitas dasar seperti tempat wudhu.

Selly mengingatkan, dengan pengalaman panjang Indonesia dalam penyelenggaraan haji, seharusnya persoalan mendasar seperti ini tidak lagi terjadi.

Begitu pula dengan maskapai nasional, Garuda Indonesia. Selly mendesak adanya pengawasan ketat terhadap kesiapan armada pesawat serta kualitas layanan konsumsi selama penerbangan guna menjamin kesehatan jemaah selama perjalanan menuju Tanah Suci.

“Kita ingin memberikan pelayanan terbaik, jangan sampai jemaah justru mendapatkan pelayanan yang tidak layak. Ini menyangkut kenyamanan dan kesehatan mereka, apalagi mayoritas jemaah adalah lansia,” terangnya.

Mengingat dinamika geopolitik yang memanas di kawasan Timur Tengah, Selly meminta pemerintah melakukan langkah antisipasi konkret terhadap potensi eskalasi konflik. Ia mendesak adanya protokol evakuasi yang matang dan penentuan zona aman bagi jemaah Indonesia di kawasan Armuzna (Arafah, Muzdalifah, Mina).

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya skema perlindungan menyeluruh yang mencakup perlindungan dalam kondisi darurat. 

“Semua skenario terburuk harus diantisipasi sejak awal. Kita ingin memastikan jemaah Indonesia mendapatkan perlindungan maksimal dalam kondisi apa pun,” jelasnya.

(P-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akmal
Berita Lainnya