Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KEMENTERIAN Kesehatan mengingatkan calon jemaah haji yang memiliki penyakit penyerta atau komorbid agar tidak berangkat ke Tanah Suci tanpa persiapan fisik dan kedisiplinan menjaga kesehatan. Kelompok ini dinilai lebih berisiko mengalami gangguan kesehatan bila mengabaikan pola hidup sehat dan pengobatan rutin.
Kepala Pusat Haji Kementerian Kesehatan Liliek Marhaendro Susilo menekankan, persiapan tidak cukup hanya pada dokumen dan perlengkapan ibadah. Calon haji dengan komorbid harus mulai membiasakan tubuh dengan aktivitas fisik ringan sejak jauh hari.
Ia menyarankan jamaah membangun kebiasaan olahraga ringan seperti jalan santai atau lari kecil setidaknya 30 menit setiap pagi. Langkah ini dinilai penting agar tubuh tetap bugar dan tidak kaget saat harus menjalani rangkaian ibadah yang padat di Tanah Suci.
Selain menjaga kebugaran, Liliek juga menyoroti kepatuhan minum obat sebagai hal yang tak boleh ditawar. Menurut dia, calon haji yang selama ini sudah diwajibkan mengonsumsi obat secara teratur harus tetap meminum obat sesuai jadwal yang ditetapkan dokter.
“Bagi yang sudah diminta untuk mengkonsumsi obat secara teratur agar meminumnya sesuai jadwal yang ditentukan,” kata Liliek.
Untuk mencegah kelalaian, jemaah diminta memanfaatkan alarm di ponsel atau bantuan pendamping agar jadwal minum obat tidak terlewat. Kedisiplinan ini dinilai krusial untuk menjaga kondisi tubuh tetap stabil selama menjalankan ibadah.
“Agar tidak lupa mengkonsumsi obat, dapat mengaktifkan pengingat yang ada di ponselnya masing-masing dan atau melalui pendampingnya untuk mengingatkan ketika jadwalnya minum obat tiba,” ujarnya.
Tak hanya itu, calon haji dengan komorbid juga diminta menjaga pola makan. Liliek mengingatkan jamaah untuk makan tepat waktu dan mengikuti anjuran makanan dari petugas kesehatan sesuai kondisi masing-masing.
Ia menambahkan, seluruh jamaah perlu menerapkan pola hidup bersih dan sehat selama masa persiapan hingga pelaksanaan ibadah haji. Langkah sederhana ini dinilai berperan besar dalam menekan risiko gangguan kesehatan di tengah aktivitas ibadah yang padat.
Pada 2026, Indonesia memperoleh kuota haji sebanyak 221.000 orang. Pemberangkatan jemaah dilakukan secara bertahap, dengan kelompok terbang pertama dijadwalkan masuk asrama haji pada 21 April 2026 dan berangkat ke Arab Saudi pada 22 April 2026.
Kabupaten Tasikmalaya menyiapkan dua kelompok terbang (kloter) bagi 623 calon jemaah haji (calhaj). Seluruh jemaah dijadwalkan berangkat melalui Bandar Udara Internasional Kertajati.
DAFTAR tunggu calon jemaah haji asal Kabupaten Bandung Barat kini mencapai hingga 26 tahun untuk dapat menunaikan rukun Islam kelima tersebut.
Hari ini, Senin (20/4) mereka sudah menyetorkan koper haji ke Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kabupaten Indramayu.
Total terdapat 1.744 calon jemaah haji dan petugas yang akan diberangkatkan dalam lima kloter tersebut.
SEBANYAK 1.447 calon jemaah haji asal Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, siap diberangkatkan ke Tanah Suci pada tahun 2026 ini.
SEBANYAK 227 calon jemaah haji asal Kota Madiun, Jawa Timur, akan memperoleh uang saku guna menunjang kebutuhan hidup (living cost) selama menjalankan ibadah haji tahun 1447 Hijriah/2026.
Kemenkes ingatkan waspada batuk pilek dan penyakit penyerta akibat cuaca tidak menentu. Simak tips menjaga daya tahan tubuh dan pencegahan infeksi di sini.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved