Mahasiswa Universitas PGRI Sumbar Dampingi Warga Pulihkan Wisata Lubuk Lukum Pascabencana

Syarief Oebaidillah
08/4/2026 20:52
Mahasiswa Universitas PGRI Sumbar Dampingi Warga Pulihkan Wisata Lubuk Lukum Pascabencana
Ilustrasi(Dok Istimewa)

Mahasiswa Universitas PGRI Sumatera Barat (Sumbar) dari berbagai program studi turun langsung ke kawasan Pemandian Lubuk Lukum, Kelurahan Balai Gadang, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang. Kehadiran mereka bertujuan untuk mendampingi masyarakat dalam memulihkan aktivitas wisata dan usaha lokal yang terdampak bencana.

Sebanyak 50 mahasiswa yang tergabung dalam Program Mahasiswa Berdampak menetap selama 20 hari di lokasi. Mereka berbaur dengan masyarakat dan pelaku usaha guna menghidupkan kembali kawasan wisata yang sempat mengalami penurunan jumlah kunjungan tersebut.

Ketua Tim Pelaksana dari Prodi Pendidikan IPS Universitas PGRI Sumbar, Wibi Wijaya, menjelaskan bahwa program ini didukung oleh Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemendiktisaintek).

"Kolaborasi ini melibatkan mahasiswa dari disiplin ilmu Pendidikan IPS, Kewirausahaan, Sains Data, Pendidikan Geografi, hingga Pendidikan Akuntansi. Fokus utama kami adalah upaya pemulihan ekonomi wisata berbasis masyarakat," ujar Wibi dalam keterangannya, Rabu (8/4).

Inovasi Kuliner dan Digitalisasi Usaha

Di lapangan, tim mahasiswa menemukan bahwa pelaku usaha lokal masih mengandalkan pengelolaan usaha yang terbatas. Sebagai solusi, mahasiswa melakukan pendampingan langsung mulai dari pengembangan produk hingga pencatatan keuangan.

Salah satu langkah nyata adalah diversifikasi kuliner berbasis bahan lokal. Produk pisang dan talas yang biasanya hanya diolah menjadi gorengan biasa, kini dimodifikasi menjadi menu kekinian seperti:

  • Pisang Lumer dengan varian rasa cokelat dan tiramisu.

  • Keripik Talas dengan cita rasa modern.

Selain itu, mahasiswa membantu pelaku usaha memanfaatkan media sosial untuk promosi melalui pembuatan konten kreatif guna memperkenalkan kuliner lokal kepada wisatawan.

Penguatan Pokdarwis dan Peta Digital QR Code

Kelompok mahasiswa lainnya berfokus pada penguatan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) sebagai pengelola kawasan. Mereka membantu menyusun ulang struktur organisasi serta memperkenalkan pengelolaan informasi berbasis digital.

Inovasi unggulan yang dihasilkan adalah Peta Wisata Lubuk Lukum yang terintegrasi dengan QR Code dan website. Peta yang kini terpasang di pintu masuk tersebut memudahkan pengunjung mengakses informasi lokasi wisata, lapak UMKM, hingga area konservasi ikan larangan.

Edukasi Lingkungan dan Keberlanjutan

Tak hanya soal ekonomi, mahasiswa juga melakukan aksi lingkungan dengan menanam bibit pohon dan menebar benih ikan di aliran sungai. Langkah ini bertujuan memulihkan ekosistem sungai sekaligus menghidupkan kembali identitas Lubuk Lukum sebagai kawasan wisata alam yang asri.

Wibi Wijaya, yang juga merupakan dosen di Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora, menekankan bahwa kegiatan ini adalah pengalaman berharga bagi mahasiswa untuk memahami kondisi nyata pascabencana.

"Pemulihan kawasan terdampak bencana tidak bisa instan. Namun, kami percaya langkah kecil bersama masyarakat bisa memulai perubahan. Lubuk Lukum punya potensi besar, tinggal bagaimana kita mengelolanya secara kolektif," pungkasnya. Ia berharap program ini dapat dilanjutkan secara mandiri oleh masyarakat dan Pokdarwis sebagai garda terdepan pengelola wisata berbasis kearifan lokal. (H-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya