Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
Mahasiswa Universitas PGRI Sumatera Barat (Sumbar) dari berbagai program studi turun langsung ke kawasan Pemandian Lubuk Lukum, Kelurahan Balai Gadang, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang. Kehadiran mereka bertujuan untuk mendampingi masyarakat dalam memulihkan aktivitas wisata dan usaha lokal yang terdampak bencana.
Sebanyak 50 mahasiswa yang tergabung dalam Program Mahasiswa Berdampak menetap selama 20 hari di lokasi. Mereka berbaur dengan masyarakat dan pelaku usaha guna menghidupkan kembali kawasan wisata yang sempat mengalami penurunan jumlah kunjungan tersebut.
Ketua Tim Pelaksana dari Prodi Pendidikan IPS Universitas PGRI Sumbar, Wibi Wijaya, menjelaskan bahwa program ini didukung oleh Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemendiktisaintek).
"Kolaborasi ini melibatkan mahasiswa dari disiplin ilmu Pendidikan IPS, Kewirausahaan, Sains Data, Pendidikan Geografi, hingga Pendidikan Akuntansi. Fokus utama kami adalah upaya pemulihan ekonomi wisata berbasis masyarakat," ujar Wibi dalam keterangannya, Rabu (8/4).
Di lapangan, tim mahasiswa menemukan bahwa pelaku usaha lokal masih mengandalkan pengelolaan usaha yang terbatas. Sebagai solusi, mahasiswa melakukan pendampingan langsung mulai dari pengembangan produk hingga pencatatan keuangan.
Salah satu langkah nyata adalah diversifikasi kuliner berbasis bahan lokal. Produk pisang dan talas yang biasanya hanya diolah menjadi gorengan biasa, kini dimodifikasi menjadi menu kekinian seperti:
Pisang Lumer dengan varian rasa cokelat dan tiramisu.
Keripik Talas dengan cita rasa modern.
Selain itu, mahasiswa membantu pelaku usaha memanfaatkan media sosial untuk promosi melalui pembuatan konten kreatif guna memperkenalkan kuliner lokal kepada wisatawan.
Kelompok mahasiswa lainnya berfokus pada penguatan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) sebagai pengelola kawasan. Mereka membantu menyusun ulang struktur organisasi serta memperkenalkan pengelolaan informasi berbasis digital.
Inovasi unggulan yang dihasilkan adalah Peta Wisata Lubuk Lukum yang terintegrasi dengan QR Code dan website. Peta yang kini terpasang di pintu masuk tersebut memudahkan pengunjung mengakses informasi lokasi wisata, lapak UMKM, hingga area konservasi ikan larangan.
Tak hanya soal ekonomi, mahasiswa juga melakukan aksi lingkungan dengan menanam bibit pohon dan menebar benih ikan di aliran sungai. Langkah ini bertujuan memulihkan ekosistem sungai sekaligus menghidupkan kembali identitas Lubuk Lukum sebagai kawasan wisata alam yang asri.
Wibi Wijaya, yang juga merupakan dosen di Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora, menekankan bahwa kegiatan ini adalah pengalaman berharga bagi mahasiswa untuk memahami kondisi nyata pascabencana.
"Pemulihan kawasan terdampak bencana tidak bisa instan. Namun, kami percaya langkah kecil bersama masyarakat bisa memulai perubahan. Lubuk Lukum punya potensi besar, tinggal bagaimana kita mengelolanya secara kolektif," pungkasnya. Ia berharap program ini dapat dilanjutkan secara mandiri oleh masyarakat dan Pokdarwis sebagai garda terdepan pengelola wisata berbasis kearifan lokal. (H-2)
J&T Express luncurkan J&T Connect Preneur Goes to Campus. Program inkubasi mahasiswa dengan total hadiah Rp225 juta dan mentoring bisnis digital.
Situasi di lingkungan kampus juga dinilai belum menunjukkan keberpihakan terhadap korban, bahkan muncul dugaan adanya intimidasi terhadap korban dan keluarganya.
BNPP mendorong para mahasiswa untuk memanfaatkan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) sebagai laboratorium belajar lapangan di perbatasan
Gubernur Sultra Andi Sumangerukka kucurkan Rp1,8 miliar dana pribadi untuk beasiswa 150 mahasiswa akibat kendala APBD.
Melalui dana zakat, Baznas akan terus berkomitmen mendukung gagasan-gagasan dan cita-cita anak muda yang berkontribusi untuk kemajuan bangsa.
Transparansi pendanaan organisasi nonpemerintah (NGO) menjadi sorotan di tengah meningkatnya arus modal global dan aktivitas lembaga swadaya masyarakat di Indonesia.
KEMENTERIAN Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) telah merancang skenario penerapan kurikulum penanggulangan dampak bencana banjir dan lonsor yang terjadi di Sumatra dan Aceh.
Pantauan di lokasi bencana menunjukkan masih terdapat sejumlah rumah yang masih terendam banjir dan akses jalan yang masih dipenuhi lumpur.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved