Tren Katarak Usia Muda Meningkat, Dokter Ingatkan Gaya Hidup Sehat

Putri Rosmalia Octaviyani
08/4/2026 19:33
Tren Katarak Usia Muda Meningkat, Dokter Ingatkan Gaya Hidup Sehat
Ilustrasi, mata katarak.(Dok. Freepik)

PENYAKIT katarak kini tidak lagi identik sebagai penyakit lansia. Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia (Perdami) Bekasi, Irsad Sadri, memperingatkan adanya tren peningkatan kasus katarak yang mulai menyerang kelompok usia muda atau usia produktif.

Menurut dr. Irsad, pergeseran tren ini dipicu oleh faktor lingkungan dan kebiasaan sehari-hari. "Tren katarak kini mulai muncul pada usia yang lebih muda akibat gaya hidup tidak sehat, meski sebagian besar tetap dialami oleh lansia," ujarnya dalam keterangan tertulis di Jakarta.

Pemicu Utama: Gaya Hidup dan Diabetes

Katarak merupakan kondisi kekeruhan pada lensa mata yang menjadi penyebab utama kebutaan di Indonesia. Berdasarkan data medis, prevalensi penyakit ini terus menunjukkan peningkatan. Selain faktor degeneratif (penuaan), dr. Irsad menyoroti dua faktor utama pemicu katarak di usia muda:

  • Gaya Hidup Tidak Sehat: Pola makan buruk dan kurangnya perlindungan mata terhadap paparan eksternal.
  • Lonjakan Kasus Diabetes: Kadar gula darah yang tidak terkontrol dapat mempercepat kerusakan protein pada lensa mata.

Ia menekankan bahwa edukasi dan deteksi dini adalah langkah krusial untuk mencegah katarak berlanjut hingga menyebabkan kebutaan permanen.

Teknologi Operasi Tanpa Jahitan

Bagi pasien yang sudah terdiagnosis, dr. Irsad menjelaskan bahwa kemajuan teknologi medis saat ini memungkinkan pemulihan yang jauh lebih cepat. Salah satunya adalah teknik fakoemulsifikasi.

"Operasi yang dilakukan dengan teknik fakoemulsifikasi tanpa jahitan dapat memulihkan pasien lebih cepat, sehingga mereka bisa segera kembali beraktivitas," jelasnya.

Masalah katarak bukan sekadar persoalan medis, melainkan juga isu sosial. Masyarakat diimbau untuk melakukan pemeriksaan mata secara rutin dan menjaga pola makan guna menurunkan risiko kebutaan yang sebenarnya dapat dicegah sejak dini. (Ant/H-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri Rosmalia
Berita Lainnya