Waspada Gejala Campak: Kenali 3 Stadium dan Pentingnya Imunisasi Lengkap

Basuki Eka Purnama
08/4/2026 09:25
Waspada Gejala Campak: Kenali 3 Stadium dan Pentingnya Imunisasi Lengkap
Ilustrasi--Seorang dokter menyuntikkan vaksin campak kepada balita di Puskesmas Ibrahim Adjie, Bandung, Jawa Barat, Jumat (27/3/2026).(ANTARA/Raisan Al Farisi)

PENYAKIT campak masih menjadi ancaman serius bagi kesehatan anak di Indonesia karena tingkat penularannya yang sangat tinggi. Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Jawa Barat, Prof. Dr. dr. Anggraini Alam, Sp.A, Subsp.IPT (K), mengingatkan orangtua untuk mewaspadai tiga stadium gejala khas yang muncul saat anak terinfeksi virus ini.

Dalam sebuah seminar media daring, Sabtu (5/4), Prof. Anggraini menjelaskan bahwa campak bukan sekadar ruam biasa, melainkan penyakit sistemik yang berkembang melalui fase-fase tertentu. Memahami fase ini sangat penting agar penanganan medis bisa dilakukan tepat waktu dan mencegah penularan lebih luas.

Mengenal 3 Stadium Gejala Campak

Menurut Prof. Anggraini, perjalanan penyakit campak terbagi menjadi tiga tahap utama, mulai dari gejala awal mirip flu hingga fase penyembuhan yang khas.

Stadium Gejala Utama Karakteristik Khas
1. Prodromal (Awal) Demam tinggi dan gejala "3C" (Coryza, Cough, Conjunctivitis). Munculnya Koplik's spot (bintik putih di area mulut) sebelum ruam keluar.
2. Erupsi (Puncak) Munculnya ruam kemerahan yang menyebar secara bertahap. Ruam mulai dari batas rambut (belakang telinga), turun ke badan, hingga ke lengan dan tungkai.
3. Konvalesens (Penyembuhan) Ruam berubah warna menjadi gelap (hiperpigmentasi). Kulit mengering, mengelupas, dan tampak bersisik sebelum akhirnya hilang.

Penularan Lewat Udara yang Sangat Cepat

Satu hal yang perlu diwaspadai adalah sifat virus campak yang menular melalui udara (airborne). Prof. Anggraini menekankan bahwa penularan tidak harus melalui sentuhan langsung, melainkan lewat percikan saat penderita batuk, bersin, atau bahkan sekadar berbicara.

“Penularan campak itu bukan main. Mirip seperti TBC, bayangkan dari satu orang bisa menularkan ke 18 orang lainnya,” ujar Prof. Anggraini.

Virus ini mampu melayang di udara hingga lebih dari dua jam dan bertahan di permukaan benda atau debu, terutama di lingkungan yang lembap dan minim ventilasi.

Masa inkubasi virus ini bisa mencapai tiga minggu. Artinya, seseorang bisa saja sudah membawa virus tanpa menunjukkan gejala apa pun, namun sudah berpotensi menularkan kepada orang lain di sekitarnya.

Imunisasi: Benteng Utama Cegah KLB

Untuk mencegah terjadinya Kejadian Luar Biasa (KLB), suatu wilayah wajib mencapai kekebalan kelompok (herd immunity) minimal 94 persen. Jika cakupan imunisasi berada di bawah angka tersebut, risiko ledakan kasus campak akan meningkat tajam.

Pemerintah telah menetapkan jadwal imunisasi campak sebanyak tiga kali untuk memastikan perlindungan optimal bagi anak:

  • Dosis Pertama: Usia 9 bulan.
  • Dosis Kedua: Usia 18 bulan.
  • Dosis Ketiga: Kelas 1 Sekolah Dasar (SD).

Prof. Anggraini mengimbau para orang tua untuk segera melengkapi status imunisasi anak mereka, terutama sebelum memasuki Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).

"Satu kasus campak saja bisa menularkan ke mana-mana. Jika ada yang terlewat, segera lakukan imunisasi kejar," pungkasnya. (Ant/Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya