Mendiktisaintek: Hasil Riset Harus Dipahami dan Dimanfaatkan Masyarakat

Ficky Ramadhan
06/4/2026 16:38
Mendiktisaintek: Hasil Riset Harus Dipahami dan Dimanfaatkan Masyarakat
ilustrasi.(MI)

PEMERINTAH terus mendorong penguatan diseminasi sains dan teknologi agar hasil riset tidak hanya berhenti di lingkungan akademik, tetapi juga dapat dipahami dan dimanfaatkan oleh masyarakat luas. Hal ini dinilai penting untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) serta memperkuat peran pendidikan tinggi dalam pembangunan nasional.

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto menegaskan bahwa berbagai kebijakan dan program yang dijalankan diarahkan untuk memperluas pemahaman publik terhadap sains dan teknologi.

"Kita ingin berbagai kebijakan, berbagai program, diseminasi sains dan teknologi yang kuat, sehingga tentu kita berharap masyarakat nanti bisa memiliki pemahaman yang baik dan juga bagian dari kegiatan-kegiatan riset, pendidikan, itu bisa dipahami juga oleh masyarakat, oleh pemegang kebijakan," kata Brian, Senin (6/4).

Ia menambahkan, keterlibatan masyarakat dan pemangku kepentingan seperti pemerintah daerah dan industri menjadi kunci agar hasil penelitian dapat memberikan manfaat nyata.

"Sehingga seluruh masyarakat bisa memanfaatkan dari hasil-hasil penelitian yang ada. Pemda-pemda, industri, karenanya sekali lagi, di tengah berita-berita yang tentunya sangat banyak ya yang beredar di masyarakat, kita juga ingin salah satu yang bisa menjadi top of mind, itu adalah berita mengenai sains dan teknologi, berita mengenai aktivitas kegiatan pendidikan tinggi," lanjutnya.

Brian juga menekankan pentingnya membangun minat masyarakat terhadap pendidikan tinggi berbasis sains dan teknologi. Menurutnya, hal ini akan berdampak pada lahirnya generasi unggul yang mampu bersaing secara global.

"Sehingga semangat masyarakat, pemahaman masyarakat, dan juga keinginan untuk menghasilkan SDM-SDM sebagai kader-kader terbaik bangsa kita yang memiliki penguasaan sains dan teknologi yang kuat untuk menempuh perguruan tinggi itu menjadi lebih baik," ujarnya.

Lebih lanjut, ia mencontohkan penanganan masalah sampah sebagai salah satu isu yang membutuhkan kolaborasi antara teknologi dan partisipasi masyarakat. Meski teknologi pengolahan sampah terus berkembang, peran aktif masyarakat tetap menjadi faktor penentu keberhasilan.

Ia menilai, praktik di negara maju menunjukkan bahwa keberhasilan pengelolaan sampah tidak hanya bergantung pada teknologi, tetapi juga pada kesadaran masyarakat dalam memilah dan mengelola sampah sejak dari sumbernya.

"Kalau kita lihat negara maju bagaimana mereka menangani sampah, meskipun sudah ada teknologi yang sangat maju, tetap ketika proses atau masyarakat terlibat aktif dalam memilah sampah misalnya, dalam memisahkan sampah, dalam membedakan mana sampah yang bisa terbakar, mana sampah beracun, sampah elektronika, itu sangat-sangat membantu proses teknologi atau proses pengolahan sampah yang dilakukan," tuturnya.

Brian berharap, dukungan media dapat memperkuat penyebarluasan informasi terkait riset dan inovasi, sehingga pengembangan sains dan teknologi tidak hanya menjadi konsumsi kalangan terbatas.

"Pengembangan sains dan teknologi itu tidak hanya menara gading, tidak berhenti sampai di kampus-kampus, tidak berhenti sampai di kantor Kementerian Diktisaintek, tetapi lebih luas dari itu bisa dipahami dengan baik, bisa diketahui dengan baik, dan bisa juga diikuti dan dilaksanakan atau dilakukan bersama-sama oleh seluruh masyarakat," pungkasnya. (Fik/P-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Cahya Mulyana
Berita Lainnya