Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
ASOSIASI Pengawas Sekolah Indonesia (APSI) menyatakan dukungannya terhadap kebijakan pembatasan akses media sosial bagi anak di bawah 16 tahun. Penggunaan media sosial secara berlebihan dapat berdampak pada gangguan kesehatan dan pembusukan otak pada anak.
Hal ini diungkapkan Ketua APSI Pusat, Agus Sukoco, saat kegiatan Pelantikan Pengurus dan Rapat Kerja APSI se-Kalsel, Rabu (1/4/2026) di Banjarmasin. "Di era digitalisasi saat ini, perkembangan media sosial harus kita sikapi dengan literasi yang bijak karena akan berdampak pada kesehatan mental anak atau siswa. Berdasarkan penelitian, sudah jelas bahwa kesehatan mental anak-anak makin hari cenderung terpengaruh akibat media sosial," ungkapnya.
Karena itu, semua warga sekolah—baik guru, orang tua, maupun pengawas sekolah—harus berperan aktif dalam mengendalikan atau membatasi penggunaan media sosial bagi siswa. "Jika anak berjam-jam scroll media sosial, dampaknya luar biasa; bisa terjadi pembusukan otak karena algoritma media sosial itu kan luar biasa," ujarnya.
Sekolah hendaknya membekali literasi kepada siswa melalui kemampuan untuk memaknai setiap informasi secara kritis. Dengan begitu, anak-anak bisa mengakses media sosial yang sehat dan positif sehingga tidak berdampak pada kesehatan mental.
Seperti diketahui, Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) resmi membatasi akses media sosial bagi anak di bawah 16 tahun sejak 28 Maret 2026 berdasarkan PP No. 17 Tahun 2025 (PP Tunas) dan Permenkomdigi No. 9 Tahun 2026. Kebijakan ini bertujuan untuk melindungi anak dari dampak negatif internet dan media sosial.
Asisten III Bidang Administrasi Pemprov Kalsel, Dinansyah, mengatakan pengawas menempati posisi yang sangat penting dan strategis bagi kemajuan pendidikan. "Keberadaan APSI kita harapkan dapat membantu pemerintah daerah dalam memajukan dunia pendidikan dan meningkatkan kualitas SDM sesuai visi misi pembangunan Kalsel," tuturnya. (DY/I-1)
Anak-anak mengikuti kegiatan belajar menari di Sanggar Merti Desa, Desa Brayo, Wonotunggal, Kabupaten Batang, Jawa Tengah.
Menkomdigi Meutya Hafid sebut Roblox belum sepenuhnya patuhi PP Tunas meski sudah rilis fitur Roblox Kids. YouTube resmi bergabung patuhi aturan
Psikolog Sani Budiantini menekankan pentingnya kesiapan mental orangtua dalam menghadapi reaksi anak saat implementasi PP Tunas dan pembatasan gawai.
KPAI menyoroti risiko radikalisme anak di media sosial. Simak peran PP Tunas dan pentingnya pengawasan orang tua dalam melindungi anak di ruang digital.
Kegiatan literasi gratis yang rutin digelar setiap hari Minggu tersebut bertujuan memudahkan anak mengakses beragam bahan bacaan secara inklusif.
Pembatasan akses mandiri ini akan memaksa teknologi kembali ke fungsinya yang semula, yaitu sebagai alat bantu literasi dan riset, bukan sekadar hiburan tanpa henti.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved