Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
LEBIH dari 100 mahasiswa lintas program studi Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) Kampus Cikarang bakal diterjunkan ke 38 desa pada pertengahan 2026 untuk mengikuti program BSI Explore 2026. Program yang mengajak mahasiswa belajar dalam kehidupan nyata tersebut bakal fokus pada kegiatan-kegiatan teknis seperti, pelatihan literasi digital, pendampingan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) masuk ke platform online, hingga edukasi dasar bagi pelajar.
"Mereka akan dibagi ke dalam tim-tim kecil, lalu hidup dan belajar di tengah masyarakat selama beberapa pekan. Target kami 38 desa sebagai lokasi pengabdian. Ini bukan angka asal pilih, tapi hasil dari proses pemetaan kebutuhan yang cukup panjang," ujar Kepala Kampus UBSI Kampus Cikarang Hasan Basri, Jumat (27/3/2026).
Dia menegaskan program ini dirancang dengan target jelas, bukan hanya kegiatan seremonial. “Kami menargetkan setiap desa mendapat output terukur, seperti minimal lima UMKM mampu masuk pada platform digital serta peningkatan literasi digital bagi masyarakat setempat,” ujarnya.
Menurut Hasan, di balik hal itu ada tantangan tidak sederhana. Sebab, membantu UMKM bukan hanya soal membuat akun marketplace. Kadang, hal itu tentang meyakinkan seseorang bahwa usahanya layak untuk berkembang.
"Program ini juga tidak membiarkan mahasiswa jalan sendiri. Ada dosen pembimbing yang memonitor, ada proses observasi awal sebelum program dijalankan, dan ada evaluasi di akhir. Semua itu menjadikan pengalaman ini bukan sekadar turun ke lapangan, tetapi bagian dari pembelajaran yang utuh," jelas dia.
Di lapangan nanti, kata dia, mahasiswa akan berhadapan langsung dengan pelaku UMKM, perangkat desa, dan pelajar. Mereka akan membantu membuat akun marketplace, mengelola media sosial bisnis, dan menyusun strategi promosi sederhana.
"BSI Explore 2026 pada akhirnya bukan sekadar soal program pengabdian. Ia adalah ruang pertemuan antara teori dan kenyataan. Tempat mahasiswa belajar bahwa solusi tak selalu datang dari buku, tapi dari keberanian untuk mendengar dan mencoba," tuturnya.
Salah satu calon peserta, Rizky, 21, mengaku sudah mempersiapkan diri jauh sebelum keberangkatan. Namun tetap saja, ada rasa yang tidak bisa dipersiapkan sepenuhnya. “Kami tak cuma datang buat mengajar tapi juga belajar dari masyarakat. Tantangannya justru di situ, bagaimana program yang kami bawa ini bisa benar-benar diterapkan,” tutupnya.(H-2)
Keberhasilan ini juga mencerminkan komitmen UBSI dalam membekali mahasiswa dengan keterampilan digital yang relevan dengan kebutuhan industri saat ini.
Nantinya dosen dan mahasiswa akan mengunjungi Management and Science University (MSU), salah satu universitas di Malaysia yang memiliki nuansa modern dan digital.
Pada Trade Expo Indonesia 2025, UMKM Bontang berhasil mencatatkan 20 kontrak dagang dan 1 nota kesepahaman (MoU) dengan buyer internasional.
Banyak di antara peserta merupakan generasi kedua pelaku usaha yang kini menghadapi berbagai tantangan baru.
Program ini juga memberikan pelatihan menyeluruh, mulai dari administrasi bank sampah, sistem pencatatan tabungan, hingga keterampilan daur ulang sampah.
TRANSFORMASI digital UMKM kian bergerak ke arah model “website-first”.
Kesenjangan pendanaan UMKM di Indonesia diproyeksikan mencapai Rp2.400 triliun. Amartha hadirkan solusi pembiayaan inklusif untuk tingkatkan pendapatan pelaku usaha.
Adhitya mengatakan sebagai wujud konkret semangat gotong-royong, MitMe Fest 2026 mendapat dukungan penuh dari mitra strategis lintas sektor.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved