Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
MAHASISWA Universitas Prasetiya Mulya (UPM) berhasil menorehkan prestasi gemilang dengan meraih Juara Pertama dalam Carbon Youth Challenge (CYC) 2025.
Kompetisi bisnis teknologi iklim berskala internasional ini mencapai puncaknya dalam final showcase yang digelar di Institut Teknologi Bandung (ITB) Kampus Ganesha pada 8 Desember 2025.
Diselenggarakan oleh Indonesia Carbon Trade Association sejak April 2025, ajang ini menjadi wadah bagi generasi muda untuk menghadirkan solusi konkret bagi pengembangan pasar karbon dan ekonomi hijau.
Tim UPM sukses mengungguli finalis dari berbagai institusi ternama, termasuk ITB, UGM, UI, UNSW Sydney, dan KTH Royal Institute of Technology.
Kemenangan ini diraih berkat kolaborasi lintas disiplin antara dua sekolah di UPM. Tim ini terdiri dari Ni Luh Ade Sinta Dewi (Renewable Energy Engineering 2023), Mey Lani Faransiska Situmorang (Business Mathematics 2023) dari School of STEM, serta Luh Putu Mery Trisnayani (Akuntansi 2024) dari School of Business and Economics.
Mereka mengusung inovasi bertajuk Sumbu Kakao: Environmentally Friendly Briquette Innovation from Cocoa Husk Waste.
Produk ini mengolah limbah kulit kakao menjadi briket ramah lingkungan sebagai sumber energi alternatif rendah emisi guna mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil.
Menggunakan model bisnis Business-to-Consumer (B2C), Sumbu Kakao menyasar UMKM kuliner berbasis arang dan rumah tangga.
Strategi ini tidak hanya menjanjikan distribusi yang cepat dan margin optimal, tetapi juga menciptakan dampak sosial langsung bagi petani kakao melalui pemanfaatan limbah yang sebelumnya tidak bernilai.
Ni Luh Ade Sinta Dewi menekankan bahwa pasar karbon harus menjadi penggerak nyata bagi transisi energi.
“Kami melihat pasar karbon bukan hanya sebagai instrumen ekonomi, tetapi sebagai mekanisme yang dapat mempercepat adopsi energi terbarukan secara nyata. Melalui inovasi berbasis data dan teknologi, kami ingin memastikan bahwa setiap kredit karbon merepresentasikan dampak lingkungan yang terukur dan berkelanjutan," ujarnya.
Senada dengan itu, Luh Putu Mery Trisnayani menyoroti aspek kesejahteraan petani dalam inovasi ini.
“Inovasi ini tidak hanya membantu mengurangi emisi, tetapi juga membuka peluang peningkatan kesejahteraan petani lokal. Di UPM, kami belajar dengan komitmen terhadap climate change dan sustainability, sehingga inovasi ini merupakan bagian dari semangat kami untuk menghadirkan solusi yang berkelanjutan," tuturnya.
Co-Provost I Universitas Prasetiya Mulya, Dr.rer.pol. Christiana Yosevina, menyatakan bahwa pencapaian ini merupakan buah dari ekosistem pembelajaran yang mengintegrasikan teknologi, bisnis, dan keberlanjutan.
Menurutnya, kolaborasi lintas disiplin adalah kunci dalam melahirkan solusi nyata bagi masa depan.
Keberhasilan di CYC 2025 ini semakin mempertegas posisi Universitas Prasetiya Mulya sebagai institusi yang konsisten mendorong inovasi di bidang pasar karbon, ekonomi hijau, dan transisi energi di Indonesia. (Z-1)
J&T Express luncurkan J&T Connect Preneur Goes to Campus. Program inkubasi mahasiswa dengan total hadiah Rp225 juta dan mentoring bisnis digital.
Situasi di lingkungan kampus juga dinilai belum menunjukkan keberpihakan terhadap korban, bahkan muncul dugaan adanya intimidasi terhadap korban dan keluarganya.
BNPP mendorong para mahasiswa untuk memanfaatkan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) sebagai laboratorium belajar lapangan di perbatasan
Gubernur Sultra Andi Sumangerukka kucurkan Rp1,8 miliar dana pribadi untuk beasiswa 150 mahasiswa akibat kendala APBD.
Melalui dana zakat, Baznas akan terus berkomitmen mendukung gagasan-gagasan dan cita-cita anak muda yang berkontribusi untuk kemajuan bangsa.
Transparansi pendanaan organisasi nonpemerintah (NGO) menjadi sorotan di tengah meningkatnya arus modal global dan aktivitas lembaga swadaya masyarakat di Indonesia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved