Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menanggapi kekhawatiran bahwa penggunaan kecerdasan artifisial (AI) di kalangan siswa dapat memicu kemalasan intelektual. Menurutnya, pemerintah menyadari potensi tersebut dan telah menyiapkan pendekatan pembelajaran yang mengombinasikan teknologi modern dengan metode konvensional.
Ia menjelaskan, penggunaan teknologi di sekolah tidak akan berdiri sendiri, melainkan dipadukan dengan aktivitas belajar yang menuntut kemampuan berpikir dan kreativitas siswa secara langsung.
"Kami kan mengkombinasikan itu dengan model pembelajaran yang dalam tanda petik konvensional atau tradisional," kata Abdul Mu’ti di kantor Kemenko PMK, Kamis (12/3).
Salah satu langkah yang dilakukan adalah mengaktifkan kembali kegiatan menulis tangan dalam proses belajar. Misalnya, siswa dapat menonton materi pembelajaran melalui perangkat digital seperti layar interaktif atau video, namun hasil pembelajarannya tetap dituangkan dalam bentuk resume yang ditulis tangan.
"Jadi misalnya siswa dengan IFP itu bisa nonton pembelajaran melalui IFP yang ada. Nonton film atau mungkin pembelajaran dalam bentuk video dan tayangan lain. Tapi mereka nanti membuat resume itu dengan tulisan tangan," ujarnya.
Selain itu, pola pemberian tugas kepada siswa juga diarahkan agar lebih menekankan kegiatan membaca dan menulis, bukan sekadar mengerjakan soal seperti yang selama ini banyak ditemukan dalam lembar kerja siswa (LKS).
Menurutnya, metode tugas berbasis soal kerap menimbulkan keraguan mengenai siapa yang sebenarnya mengerjakan pekerjaan rumah tersebut. Ia menilai tidak jarang tugas siswa justru dikerjakan oleh orang tua atau guru privat.
"Bisa jadi orang tuanya, bisa jadi misalnya guru privatnya. Tapi kalau menulis dengan tangan kan tidak mungkin dikerjakan orang tuanya, tidak mungkin dikerjakan oleh guru privatnya. Sekarang mulai kita kembalikan ke arah yang seperti itu," tegasnya.
Dengan pendekatan ini, pemerintah berupaya menyeimbangkan penggunaan teknologi pembelajaran modern dengan metode belajar yang menekankan kemampuan otentik siswa dalam berpikir, memahami gagasan, serta mengekspresikannya melalui tulisan.
Ia juga menilai kegiatan menulis tangan lebih memiliki manfaat lebih luas, tidak hanya dalam pengembangan ide, tetapi juga dalam melatih keterampilan motorik siswa.
"Menulis itu tidak hanya mengembangkan gagasan dalam bentuk tulisan, tapi juga melatih motorik supaya mereka juga tetap bisa bergerak aktif. Kan kalau pakai HP kan cuma dua jari, ininya (tangan) tidak ikut gerak," tuturnya.
Menurutnya, aktivitas menulis tangan melibatkan gerakan yang lebih kompleks sehingga membantu perkembangan motorik anak.
"Kalau menulis kan semuanya ikut gerak, ini jalan, sehingga ada sinergi. Dan itu banyak sekali kajian yang mendukung bagaimana agar hal seperti ini bisa terus kita tingkatkan," pungkasnya. (Fik/P-3)
GENERASI muda harus mampu melawan kemalasan dan ketidakpedulian terhadap yang terjadi di lingkungan sekitarnya, untuk kemudian bangkit membangun negeri dengan kemampuan yang dimiliki.
Kemendikdasmen tahun ini memperluas implementasi PJJ jenjang pendidikan menengah di 34 provinsi.
Kemendikdasmen kini tengah berusaha meningkatkan kualifikasi guru melalui program D4 atau S1 dengan sistem Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL), bagi 150 ribu guru.
Mendikdasmen Abdul Mu’ti meresmikan revitalisasi 32 sekolah di Sidoarjo dan mendistribusikan 1.577 Interactive Flat Panel (IFP) untuk transformasi digital.
Proyek perbaikan sarana prasarana yang menyasar jenjang PAUD hingga SMA di Sidoarjo tersebut menelan anggaran pusat lebih dari Rp45 miliar.
Lebih lanjut, dia juga memastikan bahwa sekolah yang biasanya memiliki kebijakan 6 hari masuk sekolah akan menyesuaikan dengan kebijakan pemerintah pusat.
Kemendikdasmen memandang bahwa keberlangsungan pembelajaran tatap muka merupakan bagian dari upaya menjaga stabilitas layanan publik di bidang pendidikan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved