Mendikdasmen Resmikan 32 Sekolah di Sidoarjo dan Distribusi 1.577 IFP

Despian Nurhidayat
17/4/2026 07:35
Mendikdasmen Resmikan 32 Sekolah di Sidoarjo dan Distribusi 1.577 IFP
(Dok Kemendikdasmen)

MENTERI Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, menegaskan bahwa peningkatan kualitas pendidikan nasional sangat bergantung pada penguatan infrastruktur dan pemanfaatan teknologi. Hal tersebut disampaikan dalam acara peresmian hasil Revitalisasi Satuan Pendidikan tahun 2025 yang dipusatkan di SMPN 4 Sidoarjo, Jumat (17/4/2026).

Peresmian ditandai dengan penandatanganan 32 prasasti yang mencakup revitalisasi 29 satuan pendidikan serta 3 sekolah swadaya, yakni SMPN 1 Sidoarjo, SMP Tamaddun Afkar Sidoarjo, dan SMP PGRI 9 Sidoarjo.

Revitalisasi Infrastruktur Berbasis Astacita

Program Revitalisasi Satuan Pendidikan merupakan prioritas nasional yang selaras dengan visi Astacita, khususnya poin keempat mengenai pembangunan sumber daya manusia (SDM) unggul. Abdul Mu’ti memaparkan bahwa secara nasional, pemerintah telah merevitalisasi 16.167 satuan pendidikan.

"Untuk Kabupaten Sidoarjo, data yang kami peroleh seluruhnya berjumlah 45 satuan pendidikan yang tersentuh program ini, dengan total bantuan mencapai Rp45.453.873.873.683," ujar Abdul Mu’ti.

Rincian satuan pendidikan yang direvitalisasi di Kabupaten Sidoarjo meliputi:

Jenjang Pendidikan Jumlah Satuan
PAUD 2
Sekolah Dasar (SD) 24
Sekolah Menengah Pertama (SMP) 3
Sekolah Menengah Atas (SMA) 8
Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) 6
Sekolah Luar Biasa (SLB) 2

Percepatan Transformasi Digital melalui IFP

Selain infrastruktur fisik, Kemendikdasmen juga mendorong digitalisasi pendidikan melalui distribusi perangkat Interactive Flat Panel (IFP). Teknologi ini diharapkan mampu menciptakan proses pembelajaran yang lebih interaktif dan adaptif.

"Untuk digitalisasi, telah kami distribusikan sebanyak lebih dari 608.000 IFP di seluruh Indonesia. Khusus Kabupaten Sidoarjo, sudah kami distribusikan untuk 1.577 satuan pendidikan," jelas Mendikdasmen.

Ia menambahkan bahwa pada tahun 2026, pemerintah mengalokasikan anggaran untuk lebih dari 11.400 satuan pendidikan tambahan yang saat ini sedang dalam proses verifikasi, validasi, dan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS).

Sinergi Pusat dan Daerah

Wakil Bupati Sidoarjo, Mimik Idayana, menyambut baik dukungan masif dari pemerintah pusat. Menurutnya, program ini adalah langkah nyata dalam meningkatkan kualitas sarana pendidikan di wilayahnya.

"Kami berkomitmen untuk memastikan pelaksanaan program ini berjalan secara transparan, akuntabel, dan tepat sasaran. Besar harapan kami melalui program ini kita dapat mencetak generasi Sidoarjo yang unggul dan berdaya saing," tutur Mimik.

Catatan Redaksi: Program revitalisasi dan digitalisasi di Sidoarjo telah dinyatakan terlaksana 100 persen untuk alokasi tahun anggaran 2025 berkat kolaborasi erat antara Kemendikdasmen dan Pemerintah Kabupaten Sidoarjo. (I-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya