Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PERSIAPAN fisik yang matang menjadi kunci utama kelancaran perjalanan mudik Lebaran. Dokter spesialis penyakit dalam, dr. Waluyo Dwi Cahyono, SpPD-KEMD, FINASIM, mengingatkan para pemudik, terutama yang menggunakan kendaraan pribadi, untuk memastikan tubuh dalam kondisi prima sebelum memulai perjalanan panjang.
Waluyo menekankan pentingnya manajemen waktu istirahat yang disiplin. Mengemudi dalam durasi lama tanpa jeda dapat menurunkan fokus dan meningkatkan risiko kecelakaan akibat kelelahan.
"Kalau mengemudi, setiap dua jam harus istirahat," ujar Waluyo, dikutip Kamis (12/3).
Menurutnya, jeda istirahat tersebut sangat krusial agar pengemudi bisa memulihkan konsentrasi dan menjaga stamina selama di perjalanan.
Selain faktor kelelahan, pengaturan pola makan juga menjadi sorotan. Pemudik disarankan untuk tidak makan berlebihan yang dapat memicu rasa kantuk atau ketidaknyamanan pencernaan.
Ia mengimbau agar pemudik tetap mengonsumsi makanan dalam porsi yang terukur dan tidak memaksakan diri jika tubuh sudah merasa lelah.
"Jangan memaksakan diri dan konsumsi makanan yang terukur juga," kata dokter lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada tersebut.
Perhatian Khusus untuk Penyandang Diabetes
Bagi pemudik yang memiliki kondisi kesehatan kronis seperti diabetes, Waluyo memberikan penekanan ekstra mengenai kedisiplinan minum obat.
Perjalanan mudik yang dinamis sering kali membuat jadwal rutin terabaikan, namun bagi pasien diabetes, hal ini bisa berisiko fatal.
"Kalau dia mengonsumsi obat, walaupun di dalam perjalanan, obat tetap harus dikonsumsi," tegasnya.
Kedisiplinan ini harus dibarengi dengan ketepatan waktu makan untuk menghindari risiko hipoglikemia atau kondisi kadar gula darah yang terlalu rendah.
Ia menjelaskan bahwa waktu makan harus disesuaikan dengan masa kerja obat yang dikonsumsi pasien.
"Kalau masa kerja obat delapan jam, ya delapan jam harus makan. Kalau tidak, nanti bisa hipoglikemia," tambahnya.
Mengenai jenis makanan, Waluyo menyebutkan bahwa pada dasarnya semua jenis makanan boleh dikonsumsi oleh pasien diabetes.
Namun, kuncinya terletak pada pengaturan porsi yang ketat sesuai dengan kebutuhan kalori masing-masing individu.
Sebagai penutup, ia kembali mengingatkan bahwa keselamatan adalah prioritas utama. Pemudik diminta untuk peka terhadap sinyal tubuh sendiri.
Jika rasa lelah mulai menyerang, berhenti sejenak di tempat istirahat jauh lebih bijak daripada memaksakan diri demi mengejar waktu sampai ke kampung halaman. (Ant/Z-1)
KEMENTERIAN Agama mencatat sebanyak 3.592.348 pemudik memanfaatkan layanan Masjid Ramah Pemudik (MRP) selama arus mudik dan balik Idul Fitri 1447 H/2026 M.
Riset Next by Antara mengungkap 92,1% pemudik puas dengan layanan KAI pada Lebaran 2026. Gen Z jadi penumpang dominan. Cek detail surveinya di sini!
MINGGU (29/3) subuh itu, cuaca dingin nan sejuk terasa menusuk jagat dan belulang hingga menembus raga.
Selain kepadatan lalulintas di sejumlah jalur arus balik lebaran di Jawa Tengah, pemudik balik sedang melintas juga diminta untuk mewaspadai kondisi cuaca buruk.
Saat ini, petugas masih memberlakukan one way nasional tahap 2 dari KM 263 Tol Pejagan hingga KM 70 Tol Cikampek Utama (Cikatama), dibantu skema contraflow di KM 70 hingga KM 55 Tol Cikampek.
Hujan meliputi sepanjang jalur lintasan Kecamatan Mutiara Timur, Mutiara, Peukan Baro, Indrajaya, Pidie, Kota Sigli, Grong-Grong dan Kecamatan Padang Tiji.
Jakarta berhasil keluar dari narasi konvensional Lebaran yang selama ini hanya identik dengan arus keluar menuju daerah.
Program “Mudik ke Jakarta” mencatat perputaran ekonomi hingga Rp21 triliun. Pengamat menilai program ini efektif mendorong pariwisata dan UMKM saat Lebaran.
Dishub DKI Jakarta menerapkan rekayasa lalu lintas di kawasan Lapangan Banteng selama Lebaran Betawi 2026, 10-12 April. Simak rute alternatifnya di sini.
Simak panduan ahli untuk memulihkan kondisi fisik dan finansial pascalibur Lebaran, mulai dari deteksi dini kesehatan hingga alokasi ideal arus kas.
Tingginya angka kunjungan ini mengukuhkan situs warisan budaya sebagai pilihan utama keluarga untuk berekreasi sekaligus mengedukasi diri.
DI tengah ritme kehidupan yang semakin cepat, menjaga kualitas interaksi dalam keluarga menjadi tantangan tersendiri.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved