Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
MENJELANG musim ibadah Haji 2026, ribuan calon jemaah mulai disibukkan dengan berbagai persiapan fisik maupun mental. Salah satu hal yang penting ialah perlindungan kulit dari paparan panas. Perbedaan suhu yang kontras antara Indonesia dan Arab Saudi sering kali memicu masalah serius, mulai dari kulit kering, pecah-pecah, hingga iritasi berat akibat paparan sinar matahari langsung.
Medical Director Wima Aesthetic, dr. Dewi Handayani Pratiwi, menjelaskan risiko medis dari kondisi tersebut. Menurutnya, paparan suhu panas yang ekstrem dan kelembapan udara yang rendah di Tanah Suci dapat merusak lapisan pelindung alami kulit. Tanpa perlindungan yang tepat, kulit yang melepuh tentu akan mengganggu kekhusyukan ibadah.
“Jika tidak diproteksi, jemaah berisiko mengalamidehidrasi kulit parah hingga luka bakar matahari yang menyakitkan,” ungkap dr. Dewi dilansir dari keterangan resmi, Kamis (5/3).
Selalu bawa botol semprot kecil berisi air mineral untuk membasahi wajah dan kulit tangan saat suhu udara mencapai puncaknya. Ini adalah langkah pertolongan pertama untuk menurunkan suhu permukaan kulit secara instan.
Paparan sinar UV yang menyengat di Arab Saudi dapat merusak jaringan kulit dan kornea mata. Payung dengan lapisan anti-UV sangat disarankan untuk digunakan selama perjalanan di siang hari untuk menghindari kontak langsung dengan matahari.
Udara kering di Tanah Suci sangat cepat menyerap kelembapan alami bibir. Menggunakan masker saat di luar ruangan dan rutin mengaplikasikan pelembap bibir akan mencegah bibir pecah-pecah hingga berdarah.
Ini adalah poin yang paling krusial. Namun, jemaah tidak bisa sembarangan menggunakan produk perawatan kulit. Saat sedang dalam keadaan ihram, jemaah dilarang menggunakan produk yang mengandung wewangian (parfum) dan alkohol.
Memahami kebutuhan tersebut, Wima Aesthetic menghadirkan Paket Perlindungan Kulit Haji & Umrah yang dirancang khusus untuk menemani setiap langkah ibadah jemaah. Produk ini menjadi solusi praktis karena diformulasikan sesuai syariat namun tetap efektif menghadapi cuaca ekstrem.
“Kami memformulasikan rangkaian ini tanpa parfum dan tanpa alkohol agar jemaah bisa merawat kulit secara medisdengan tenang tanpa melanggar aturan saat berihram,” tegas dr. Dewi.
Dalam paket perlindungan dari Wima Aesthetic, terdapat tiga produk unggulan untuk jemaah haji yaitu Safa Facial Wash, Mina Moisturizer, dan Arofah UV Compact.
Satu hal yang membuat produk dari Wima Aesthetic ini unggul ialah formulasi Fragrance Free dan Alcohol Free. Artinya, jemaah tidak perlu khawatir akan melanggar larangan ihram saat menggunakannya. Produk ini juga sudah teruji secara klinis dengan nomor BPOM NKIT260000141 dan mengantongi sertifikat Halal Indonesia. (H-4)
Menurut Centers for Disease Control and Prevention, virus cacar air tetap “tidur” dalam tubuh dan bisa aktif kembali jadi herpes zoster. Kenali risiko dan pencegahannya.
Dokter spesialis kulit menyarankan perawatan kulit dimulai 6 bulan sebelum pernikahan demi hasil maksimal dan menghindari risiko iritasi menjelang hari H.
Ahli estetika dr. Dewita Kamaruddin memperingatkan munculnya tanda penuaan di usia 20-an akibat gaya hidup buruk. Simak tips perawatannya di sini.
Olahraga outdoor atau di luar ruangan berisiko merusak kulit. Simak tips simpel melindungi kulit dari sinar UV, mulai dari penggunaan sunscreen hingga pemilihan waktu yang tepat.
Temukan perbedaan mendasar antara perawatan anti-aging dan filosofi ageless beauty. Panduan lengkap memilih pendekatan kecantikan yang tepat untuk kulit.
Panduan lengkap perawatan ageless beauty yang sedang tren. Temukan jenis perawatan medis, gaya hidup, dan tips menjaga kulit tetap kencang dan sehat.
El Nino Godzilla picu panas ekstrem. Apakah virus campak ikut menguat? Simak penjelasan ilmiah lengkapnya di sini.
Studi terbaru mengungkap suhu panas ekstrem kini membatasi aktivitas fisik manusia, terutama lansia. Simak wilayah yang paling terdampak dan risiko kesehatan yang mengintai.
Studi terbaru USC mengungkap polusi panas tak hanya mengancam nyawa, tapi merusak sel. Lansia di area panas menua lebih cepat secara biologis.
Panas ekstrem juga bisa merusak sistem aliran air di dalam pohon. Udara dapat masuk ke saluran air tanaman, sehingga aliran air terhambat.
Penelitian yang diterbitkan di Global Change Biology, meneliti hampir 30.000 spesies amfibi, burung, mamalia, dan reptil. Studi ini mengkaji bagaimana peristiwa panas ekstrem
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved