Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KABAR baik bagi Anda yang hobi membaca, menulis, atau sedang mempelajari bahasa baru. Sebuah studi terbaru mengungkapkan aktivitas intelektual yang dilakukan secara konsisten sepanjang hidup dapat menurunkan risiko demensia hingga hampir 40%.
Penelitian yang dilakukan para ahli dari Rush University Medical Center di Chicago ini memberikan harapan baru bagi jutaan orang di tengah ancaman demensia yang diperkirakan akan meningkat tiga kali lipat secara global pada tahun 2050.
Penulis studi, Andrea Zammit, menjelaskan kesehatan kognitif di masa tua sangat dipengaruhi paparan lingkungan yang menstimulasi otak sejak dini hingga lanjut usia.
"Temuan kami sangat membesarkan hati, menunjukkan terlibat secara konsisten dalam berbagai aktivitas yang menstimulasi mental sepanjang hidup dapat memberikan perbedaan pada kemampuan kognitif," ujar Zammit.
Ia juga menekankan pentingnya investasi publik dalam memperluas akses ke lingkungan yang memperkaya intelektual, seperti perpustakaan dan program pendidikan usia dini.
Peneliti memantau 1.939 partisipan dengan usia rata-rata 80 tahun yang awalnya tidak menderita demensia. Selama rata-rata delapan tahun pengamatan, peneliti membagi stimulasi intelektual ke dalam tiga tahap kehidupan:
Hasilnya, setelah menyesuaikan faktor usia, jenis kelamin, dan pendidikan, mereka yang berada di kelompok stimulasi tertinggi memiliki risiko terkena Alzheimer 38% lebih rendah dan risiko gangguan kognitif ringan (MCI) 36% lebih rendah dibandingkan kelompok terendah.
Selain menurunkan risiko, aktivitas mental ini terbukti mampu menunda munculnya penyakit secara signifikan. Kelompok dengan stimulasi intelektual tertinggi rata-rata baru menunjukkan gejala Alzheimer pada usia 94 tahun, berbanding 88 tahun pada kelompok terendah, sebuah penundaan selama lebih dari lima tahun. Untuk gangguan kognitif ringan (MCI), penundaan bahkan mencapai tujuh tahun.
Dr. Isolde Radford dari Alzheimer’s Research UK, yang tidak terlibat dalam studi ini, menegaskan temuan ini membuktikan demensia bukanlah bagian yang tak terelakkan dari penuaan.
"Penelitian baru ini menunjukkan bahwa tetap aktif secara mental sepanjang hidup dapat memangkas risiko penyakit Alzheimer hingga hampir 40%," katanya. "Ini mendukung apa yang sudah kita ketahui tentang langkah-langkah pencegahan yang dapat diambil orang untuk mengurangi risiko terkena demensia."
Studi yang diterbitkan dalam jurnal medis Neurology ini kembali mempertegas pepatah "gunakan atau hilang" (use it or lose it) dalam menjaga ketajaman fungsi otak manusia. (The Guardian/Z-2)
Peneliti temukan rasio neutrofil dalam darah berkaitan dengan risiko Alzheimer. Simak bagaimana tes darah biasa bisa jadi deteksi dini demensia sebelum gejala muncul.
Temukan bagaimana latihan beban atau resistance training dapat menurunkan risiko demensia dan Alzheimer berdasarkan temuan jurnal penelitian medis terbaru.
Kebiasaan merokok dapat meningkatkan risiko demensia seperti Alzheimer.
Jalan kaki, berkebun, hingga pekerjaan rumah tangga dapat membantu menurunkan risiko demensia. Aktivitas fisik ringan pun bermanfaat bagi otak.
5 kebiasaan sehari-hari seperti kurang tidur hingga pola makan buruk diam-diam merusak otak dan meningkatkan risiko demensia, menurut studi ilmiah terbaru.
Terminal lucidity adalah lonjakan kesadaran sesaat sebelum meninggal. Ini penjelasan ilmiah, tanda-tanda, dan fakta medisnya.
Tenggelam dalam kisah ajaib! Temukan petualangan seru, karakter unik, dan pelajaran berharga di setiap lembarnya. Baca sekarang!
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved