Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
TREN media sosial kembali memicu kekhawatiran terkait keselamatan remaja. Belakangan ini, penggunaan gas tertawa atau yang populer dengan sebutan whip pink menjadi perbincangan hangat setelah dikaitkan dengan kematian seorang pemengaruh digital. Fenomena ini mengungkap sisi kelam pencarian jati diri remaja di tengah tekanan gaya hidup digital.
Psikolog Cakra Medika, Ayu S. Sadewo, S.Psi., menjelaskan bahwa dorongan remaja untuk mengikuti tren berbahaya sering kali berakar pada kebutuhan psikologis untuk diterima oleh lingkungan sosial mereka. Rasa takut ketinggalan zaman atau fear of missing out (FOMO) menjadi mesin utama penggerak perilaku tersebut.
“Yang penting bagi mereka adalah diterima. Risiko sering kali tidak menjadi pertimbangan utama. Ketika ada tren yang dianggap populer, muncul rasa kalau tidak ikut berarti ketinggalan atau tidak nyambung,” ujar Ayu, dikutip Jumat (6/2).
Masa remaja merupakan fase krusial dalam pembentukan identitas. Dalam proses ini, rasa ingin tahu yang tinggi mendorong mereka untuk mencoba hal-hal baru yang dianggap sebagai bagian dari upaya memahami diri sendiri.
Namun, standar keberhasilan dalam fase ini sering kali bergeser pada sejauh mana mereka mendapatkan validasi dari teman sebaya.
Lulusan Universitas Indonesia tersebut menambahkan bahwa di mata remaja, kesamaan tindakan dengan kelompok adalah segalanya.
“Masa remaja saat seseorang ada dalam fase mencari identitas. Di usia ini, penerimaan orang lain jadi faktor yang penting bagi mereka, dianggap keren, dianggap seru, dianggap ‘sama’,” tambahnya.
Tren yang sedang disorot saat ini adalah penggunaan gas tertawa atau nitrous oxide (N2O).
Secara medis, zat ini merupakan anestesi yang digunakan untuk prosedur pembiusan. Namun, secara rekreasional, zat ini disalahgunakan untuk mendapatkan efek euforia sesaat.
Nama whip pink sendiri merujuk pada salah satu merek tabung gas tersebut yang kerap muncul dalam unggahan media sosial.
Kepopuleran tren ini meningkat tajam setelah warganet mengaitkan kematian konten kreator Lula Lahfah dengan penggunaan gas tersebut. Meski demikian, perlu dicatat bahwa hingga saat ini pihak berwenang belum memberikan konfirmasi resmi mengenai penyebab pasti kematian sang pemengaruh.
Ayu menekankan bahwa sebagian besar remaja yang mengikuti tren ini tidak benar-benar memahami dampak buruknya terhadap kesehatan.
Fokus utama mereka hanyalah pada pengakuan sosial dan keinginan untuk terlihat mandiri dalam mengambil keputusan, layaknya lingkaran pertemanan mereka.
Fenomena whip pink ini menjadi pengingat bagi para orangtua dan pendidik. Di tengah arus informasi media sosial yang begitu cepat, edukasi mengenai pemahaman risiko menjadi jauh lebih mendesak dibandingkan sekadar mengikuti sesuatu yang sedang populer demi sebuah validasi. (Ant/Z-1)
Studi terbaru Pew Research Center mengungkap alasan di balik penggunaan media sosial oleh remaja. Dari hiburan di TikTok hingga koneksi di Snapchat, simak dampaknya.
Roblox resmi membuka Teen Council Asia 2026. Remaja Indonesia usia 14-17 tahun diajak berkontribusi dalam keamanan digital. Simak syarat dan cara daftar.
Gagal ginjal kini banyak menyerang usia muda akibat pola hidup tidak sehat. Kenali gejala, penyebab, dan cara mencegahnya sejak dini agar tidak berujung cuci darah.
Roblox ajak remaja Indonesia usia 14-17 tahun gabung Teen Council Asia. Simak syarat, jadwal pendaftaran, dan misi keamanan digital di sini.
PkM melibatkan guru Bimbingan dan Konseling (BK) SIJB untuk pencegahan dan penanganan segera bagi siswa yang menunjukkan adanya permasalahan.
Guru Besar FKUI Prof. Agus Dwi Susanto menekankan pentingnya edukasi berkelanjutan untuk mencegah penggunaan vape pada remaja di tengah masifnya promosi.
Hari Sudoku Internasional dirayakan setiap 9 September. Bagi penggemar Sudoku, tanggal tersebut memiliki makna khusus.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved