Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mendeteksi keberadaan Siklon Tropis Nokaen dan Bibit Siklon Tropis 96S di wilayah perairan Indonesia yang berpotensi memicu peningkatan curah hujan serta gelombang laut tinggi dalam 24 jam ke depan.
Direktur Meteorologi Publik BMKG Andri Ramadhani melaporkan bahwa satu siklon tropis dan satu bibit siklon tropis terpantau berada dalam wilayah pemantauan Tropical Cyclone Warning Center (TCWC) Jakarta, yakni Siklon Tropis Nokaen dan Bibit Siklon Tropis 96S, yang memberikan dampak tidak langsung terhadap kondisi cuaca dan perairan Indonesia.
"Siklon Tropis Nokaen tercatat tumbuh dari Bibit Siklon Tropis 91W sejak 15 Januari 2026 pukul 13.00 WIB," kata dia, Kamis (15/1).
Ia menjelaskan bahwa Sistem tersebut terpantau berada di sekitar 10,3 derajat Lintang Utara dan 128,8 derajat Bujur Timur di Laut Filipina sebelah utara Maluku Utara, dengan kecepatan angin maksimum mencapai 30 knot atau sekitar 56 kilometer per jam serta tekanan minimum 1.000 hPa.
BMKG memprakirakan Siklon Tropis Nokaen akan berkembang secara persisten dan bergerak ke arah barat laut menjauhi wilayah Indonesia dalam 24 jam ke depan. Meski demikian menurut Andri, dampak tidak langsungnya berpotensi menimbulkan hujan sedang hingga lebat di wilayah Gorontalo, Maluku Utara, dan Sulawesi Utara.
Selain itu, gelombang laut setinggi 1,25 hingga 2,5 meter berpotensi terjadi di Laut Sulawesi bagian timur, Laut Maluku, perairan Bitung dan Sangihe, Manokwari bagian utara, Raja Ampat bagian utara, Biak bagian utara, serta Samudra Pasifik utara Papua Barat Daya hingga Papua.
Gelombang lebih tinggi dengan ketinggian 2,5 - 4 meter diprakirakan terjadi di perairan Kepulauan Talaud dan Samudra Pasifik utara Maluku.
Sementara itu, Bibit Siklon Tropis 96S terpantau berada di sekitar 15,2 derajat Lintang Selatan dan 113,0 derajat Bujur Timur di Samudra Hindia selatan Jawa Timur, dengan kecepatan angin maksimum 20 knot atau sekitar 37 kilometer per jam serta tekanan minimum 1.002 hPa.
Andri menjelaskan bahwa Bibit Siklon Tropis 96S memiliki peluang rendah untuk berkembang menjadi siklon tropis dan diprakirakan bergerak ke arah barat daya menjauhi wilayah Indonesia dalam 24 jam ke depan. Dampak tidak langsung dari sistem ini berpotensi menimbulkan hujan sedang hingga lebat di wilayah Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara Barat.
BMKG juga memprakirakan gelombang setinggi 1,25 hingga 2,5 meter di Samudra Hindia selatan Jawa Tengah, perairan selatan Jawa Tengah hingga selatan Pulau Sumba, Selat Bali, Selat Lombok, Selat Sumba, dan Laut Sawu.
Gelombang lebih tinggi dengan ketinggian 2,5 - 4 meter berpotensi terjadi di Samudra Hindia selatan Jawa Timur hingga selatan Nusa Tenggara Timur (NTT).
Atas kondisi tersebut, BMKG mengimbau masyarakat pesisir serta pelaku pelayaran di wilayah terdampak untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan lebat, angin kencang, dan gelombang laut tinggi, serta terus memantau informasi cuaca dan peringatan dini resmi dari pemerintah. (Ant/P-3)
Menjelang malam intensitas hujan semakin meningkat hingga mengakibatkan sejumlah daerah mulai tergenang termasuk di antaranya jalur Pantura Semarang-Demak.
Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta Marulitua Sijabat menegaskan, langkah mitigasi telah disiapkan untuk merespons dinamika iklim ekstrem tersebut.
BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Kendari mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem di Sultra hingga 4 Mei 2026. Waspada banjir dan longsor.
BMKG memprakirakan seluruh wilayah Jakarta akan diguyur hujan pada Rabu sore. Waspadai potensi bencana hidrometeorologi seperti genangan dan luapan air.
BMKG mengingatkan potensi hujan lebat disertai petir pada siang-sore hingga awal Mei 2026, di tengah suhu panas yang bisa tembus 37°C di sejumlah wilayah.
BMKG memprakirakan Jakarta akan diguyur hujan ringan pada Selasa (28/4). Simak rincian cuaca, suhu, dan kecepatan angin selengkapnya di sini.
Peneliti Universitas Osaka temukan cara efisien tangkap energi gelombang laut menggunakan giroskop. Teknologi ini diklaim mampu hasilkan listrik stabil di berbagai kondisi laut.
Tsunami dan megatsunami sering kali disalahpahami karena keduanya sama-sama melibatkan gelombang laut besar. Padahal, memiliki perbedaan yang sangat signifikan.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memberikan prakiraan cuaca untuk 4 Desember 2025.
Bibit Siklon Tropis 98W diperkirakan masih terpantau di Samudra Pasifik Timur Filipina yang mana sistem ini membentuk daerah penambatan kecepatan angin atau konvergensi
Kondisi ini yang membentuk daerah perlembatan angin atau konvergensi di wilayah Laut Cina Selatan, Laut Banda, Laut Maluku, dan Perairan utara Maluku Utara.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved