Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
Jakarta, Media Indonesia – Momen kembali ke rutinitas harian usai menikmati libur panjang seringkali menjadi tantangan berat bagi sebagian orang. Perasaan lesu, sedih, hingga hilangnya semangat bekerja atau bersekolah ini dikenal dengan istilah post holiday blues.
Psikolog klinis Virginia Hanny, M.Psi., menjelaskan bahwa fenomena ini bukanlah gangguan mental, melainkan sebuah respons adaptif alami tubuh dan pikiran saat menghadapi peralihan suasana.
"Penelitian menunjukkan bahwa kondisi ini berkaitan dengan peralihan dari aktivitas menyenangkan ke tuntutan sehari-hari, dan betul bisa dihadapi oleh siapa saja termasuk anak sekolah, mahasiswa maupun pekerja kantoran," ujar Virginia di Jakarta, Senin (5/1).
Lulusan Universitas Padjadjaran ini memaparkan bahwa gejala post holiday blues bisa bervariasi pada setiap individu. Tanda yang paling umum meliputi perasaan hampa tanpa sebab yang jelas, murung, serta menurunnya motivasi secara drastis untuk memulai kembali aktivitas produktif.
Secara fisik dan emosional, gejalanya dapat berupa:
Virginia yang berpraktik di lembaga Personal Growth menekankan bahwa kondisi ini umumnya bersifat sementara. Secara wajar, fase adaptasi ini berlangsung selama beberapa hari hingga satu atau dua minggu. Seiring berjalannya waktu, suasana hati (mood) dan energi biasanya akan pulih menyesuaikan ritme harian.
Namun, kewaspadaan diperlukan jika kondisi murung tersebut tak kunjung membaik dalam jangka waktu tertentu.
"Kita perlu waspada apabila mereka bertahan lebih dari dua minggu, gejalanya semakin berat atau sudah mengganggu keberfungsian individu di akademik atau pekerjaan, karena bisa jadi mereka bukan lagi post holiday blues," tegasnya.
Jika durasi gejala melebihi dua minggu dan mulai menghambat produktivitas, Virginia menyarankan agar segera mencari bantuan profesional, baik ke psikolog klinis maupun psikiater untuk penanganan yang tepat.
Kiper legendaris Sebastian Frey mengaku terkesan dengan sambutan fans di Jakarta saat laga Clash of Legends dan berencana kembali ke Indonesia untuk berlibur.
Guru Besar Psikologi UI Prof. Rose Mini membagikan tips jitu mengatasi post holiday blues agar kembali produktif bekerja dengan cara berpikir positif.
Liburan ke Bali belum lengkap tanpa oleh-oleh. Temukan Falala Chocolate, cokelat premium Bali dengan rasa unik, kemasan elegan, dan harga terjangkau.
Post holiday blues biasanya ditandai dengan perasaan cemas sementara, sedih, rendahnya motivasi, hingga hilangnya semangat saat harus beralih dari suasana liburan ke rutinitas harian.
Saat ini, Indonesia memiliki 57 taman nasional dan 145 taman wisata alam dengan total 580 pintu masuk.
Hiperpigmentasi sendiri adalah kondisi munculnya bercak gelap atau warna kulit tidak merata akibat produksi melanin berlebih.
Psikolog Ratih Ibrahim memperingatkan risiko PTSD pada korban kecelakaan kereta api. Simak gejala, faktor risiko, dan pentingnya penanganan dini di sini.
Penelitian terbaru mengungkap konsep 'affective tactile memory'. Ternyata, tubuh kita merekam sentuhan bermakna sebagai sensasi fisik yang membentuk rasa aman seumur hidup.
Psikolog Ratih Ibrahim menjelaskan pentingnya resiliensi dan dukungan keluarga bagi korban kecelakaan kereta api untuk pulih dari trauma psikologis.
Ia juga mengingatkan bahwa menghindari sepenuhnya stimulus yang berkaitan dengan trauma dalam jangka panjang dapat menghambat proses pemulihan.
Ia menjelaskan, gejala yang muncul bisa beragam, seperti perasaan cemas berlebihan, jantung berdebar saat berada di keramaian.
Masalah emosi dan perilaku pada anak usia dini kerap kali dipersepsikan sebagai fase perkembangan yang wajar.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved