Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
GULA adalah zat pemanis yang termasuk dalam kelompok karbohidrat sederhana dan berfungsi sebagai sumber energi utama bagi tubuh.
Gula dapat ditemukan secara alami pada makanan seperti buah, sayur, dan susu, maupun ditambahkan ke berbagai produk olahan sebagai gula tambahan.
Gula adalah bahan bakar utama sel. Kekurangannya membuat tubuh cepat capek meski aktivitas ringan.
Otak sangat bergantung pada glukosa. Kekurangan gula bisa memicu pusing, pandangan buram, hingga sulit fokus.
Gula rendah bisa menyebabkan mood swing, mudah marah, dan tidak stabil secara emosional.
Saat gula darah turun drastis, tubuh merespons dengan gemetar karena sistem saraf kekurangan energi.
Kurangnya glukosa membuat otak bekerja tidak optimal, sehingga sulit berpikir jernih.
Hipoglikemia memicu pelepasan adrenalin sehingga jantung berdebar lebih cepat.
Tubuh mengirim sinyal rasa lapar kuat ketika cadangan gula habis.
Reaksi tubuh untuk mengatasi gula rendah sering memunculkan gejala keringat dingin.
Gula darah rendah bisa memicu gejala mirip serangan panik seperti gugup, gelisah, dan cemas.
Gula darah yang terlalu rendah di malam hari dapat mengganggu pola tidur.
Jika gula darah sangat rendah, tubuh bisa kehilangan kesadaran dan pingsan.
Gula adalah salah satu sumber energi utama bagi tubuh, terutama untuk otak dan aktivitas fisik. Jika tubuh kekurangan gula, berbagai gangguan bisa muncul. (Z-4)
Sumber: alodokter, herminahospitals
Konsumsi minuman berpemanis (SSB) di Indonesia meningkat tajam. Pakar Gizi IPB ingatkan risiko diabetes dan pentingnya membatasi asupan gula harian.
Pakar Gizi IPB memperingatkan risiko kesehatan menjadikan kental manis sebagai minuman harian karena kandungan gula yang mencapai 50 persen.
Satu sajian 250 mililiter minuman berpemanis rata-rata mengandung 22,8 gram gula.
Konsumsi makanan dengan kadar gula maupun garam tinggi dapat menyebabkan kulit kehilangan hidrasi dan menjadi lebih kering.
Makanan manis sederhana dapat memicu fluktuasi gula darah yang tidak stabil. Dampaknya, rasa lapar akan muncul lebih cepat saat sedang menjalankan ibadah puasa di siang hari.
Tubuh membutuhkan gula dalam jumlah cukup, tetapi konsumsi berlebihan bisa meningkatkan risiko obesitas, diabetes, dan penyakit jantung.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved