Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
ISTILAH mankeeping semakin ramai dibicarakan dalam dinamika hubungan modern. Fenomena ini menggambarkan kondisi ketika seorang perempuan, sering tanpa sadar, mengambil peran sebagai pengurus, atau bahkan “orang tua”, bagi pasangannya yang sudah dewasa.
Meski kerap disalahartikan sebagai bukti cinta atau perhatian, mankeeping sebenarnya merupakan pola hubungan yang tidak sehat. Pola ini membebani perempuan dengan pekerjaan emosional dan domestik yang berlebihan, sehingga menciptakan ketimpangan dalam hubungan.
Mankeeping terjadi ketika perempuan merasa bertanggung jawab penuh terhadap tugas yang seharusnya menjadi tanggung jawab pribadi atau bersama dengan pasangannya. Beberapa ciri umum mankeeping antara lain:
Walau dilakukan dengan niat baik, mankeeping dapat memberikan dampak serius pada kesehatan mental dan dinamika hubungan:
1. Kelelahan emosional
Peran ganda sebagai pasangan sekaligus pengasuh menimbulkan stres dan kelelahan kronis.
2. Ketidakseimbangan kekuatan dalam hubungan
Perempuan perlahan merasa lebih seperti “orang tua” daripada mitra yang setara.
3. Kehilangan jati diri
Terlalu fokus pada kebutuhan pasangan membuat perempuan mengabaikan kebutuhan, ambisi, dan perkembangan diri sendiri.
4. Munculnya resentimen
Dalam jangka panjang, rasa lelah dan kurang dihargai dapat berkembang menjadi kebencian yang merusak hubungan.
Mengutip cosmopolitan.com, sejumlah ahli hubungan merekomendasikan langkah-langkah proaktif bagi kedua pihak:
Untuk perempuan:
Untuk pasangan:
Psikolog Ratih Ibrahim memperingatkan risiko PTSD pada korban kecelakaan kereta api. Simak gejala, faktor risiko, dan pentingnya penanganan dini di sini.
Penelitian terbaru mengungkap konsep 'affective tactile memory'. Ternyata, tubuh kita merekam sentuhan bermakna sebagai sensasi fisik yang membentuk rasa aman seumur hidup.
Psikolog Ratih Ibrahim menjelaskan pentingnya resiliensi dan dukungan keluarga bagi korban kecelakaan kereta api untuk pulih dari trauma psikologis.
Ia juga mengingatkan bahwa menghindari sepenuhnya stimulus yang berkaitan dengan trauma dalam jangka panjang dapat menghambat proses pemulihan.
Ia menjelaskan, gejala yang muncul bisa beragam, seperti perasaan cemas berlebihan, jantung berdebar saat berada di keramaian.
Masalah emosi dan perilaku pada anak usia dini kerap kali dipersepsikan sebagai fase perkembangan yang wajar.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved