Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KETIKA mendengar kata “Neanderthal”, banyak orang mungkin langsung membayangkan manusia gua primitif. Namun, para ilmuwan mengungkap fakta yang jauh berbeda, bahwa sebenarnya Neanderthal adalah manusia cerdas, terampil, dan sosial.
Neanderthal adalah spesies manusia purba yang dikenal dengan nama Homo neanderthalensis. Bersama dengan Denisovan, Neanderthal merupakan kerabat manusia purba terdekat kita.
Mengutip dari laman Natural History Museum, fosil dan DNA, garis keturunan Neanderthal dan manusia modern (Homo sapiens) mulai terpisah sekitar 500.000 hingga 650.000 tahun yang lalu. Meski begitu, Neanderthal dan manusia modern hidup berdampingan di beberapa periode, bahkan meninggalkan jejak genetik sekitar 2% DNA manusia modern berasal dari Neanderthal.
Meski sering dianggap primitif, Neanderthal sangat cerdas. Otak mereka bahkan lebih besar daripada rata-rata manusia modern saat ini, proporsional dengan tubuh mereka.
Mereka ahli membuat alat, mulai dari tombak, kapak batu, hingga teknik Levallois, metode inovatif untuk mempersiapkan inti batu yang bisa diolah menjadi alat kapan saja. Bukti menunjukkan Neanderthal juga pemburu ulung, mampu memburu hewan besar seperti mammoth dan bison dari jarak dekat.
Neanderthal memiliki tengkorak panjang dan rendah dengan alis menonjol, wajah menonjol ke depan, dan hidung besar yang mungkin berfungsi melembapkan dan menghangatkan udara di lingkungan dingin. Tubuh mereka pendek dan kekar, dengan pinggul dan bahu lebar, cocok untuk mempertahankan panas di iklim dingin. Tinggi dewasa berkisar antara 1,50–1,75 m dan berat 64–82 kg.
Neanderthal berkembang di Eropa dan Asia. Mereka menyebar luas dari Portugal dan Wales hingga Pegunungan Altai di Siberia. Populasi Neanderthal terbukti adaptif, mampu hidup di stepa dingin Inggris dan Siberia sekitar 60.000 tahun lalu, serta di hutan beriklim hangat Spanyol dan Italia sekitar 120.000 tahun lalu.
Arkeolog menemukan Neanderthal merawat anggota yang sakit dan menguburkan jenazah, menunjukkan mereka memiliki sisi empati dan sosial. Mereka bukan “manusia gua” primitif yang brutal, tetapi makhluk yang cerdas, adaptif, dan memiliki budaya.
Dengan temuan ini, citra Neanderthal sebagai manusia primitif mulai bergeser. Mereka bukan sekedar mahkluk kuno, melainkan kerabat manusia yang penuh kecerdasan, keterampilan, dan kepedulian sosial. (Natural History Museum/Z-2)
Penelitian terbaru di Spanyol mengungkap bagaimana manusia purba Neanderthal berbagi gua dengan beruang gua melalui pembagian ruang ekologis yang unik.
Di satu sisi, pengaruh ini bisa memberi keuntungan, seperti kemampuan visual yang lebih tajam. Namun di sisi lain, ada indikasi bahwa fungsi sosial dan kognitif tertentu bisa ikut terpengaruh.
Para peneliti kemudian bereksperimen dengan mengolah batu sendiri menggunakan gigi badak modern yang mereka peroleh dari tiga kebun binatang di Prancis.
Penelitian terbaru di Gua Goyet, Belgia, mengungkap bukti mengerikan kanibalisme Neanderthal yang menargetkan orang asing, khususnya perempuan dan anak-anak.
Penelitian terbaru menemukan ukiran cangkang telur burung unta di Afrika menunjukkan kemampuan berpikir geometris manusia purba sudah sangat maju sejak 60 ribu tahun lalu.
Penelitian terbaru mengungkap Neanderthal dan pemburu Mesolitikum mengubah ekosistem Eropa melalui api dan perburuan megafauna jauh sebelum era pertanian dimulai.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved