Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
DOKTER spesialis gizi klinik lulusan Universitas Indonesia dr. Diana Suganda, Sp.GK mengatakan salah mengatur cara berpikir atau mindset dalam menjalankan program diet membuat banyak penderita obesitas sulit menurunkan berat badan.
"Oleh karena itu biasanya sih, kalau yang aku hadapi, jadi pada saat orang mempunyai mindset, 'Oke, this is a program, So, ada awal dan akhirnya. Jadi ada selesai ini program, kalian turun sekian kilogram, akhirnya balik lagi karena ya sudah targetnya kan sudah tercapai'," kata Diana, dikutip Selasa (30/9).
Diana mengatakan untuk mengatur pola pikir harus memperhatikan cara kerja otak memberi sinyal lapar dan kenyang. Oleh karena itu ketika melakukan diet mengurangi kalori, tubuh akan beradaptasi dan memperlambat metabolisme.
Pada saat mengurangi asupan makanan tubuh juga beradaptasi, namun otak memberi sinyal bahwa tubuh kekurangan makanan sehingga sinyal lapar tidak terkendali dan akhirnya regained atau berat badan kembali naik bahkan lebih dari berat sebelumnya.
"Pokoknya otak yang memegang penting. Jadi kadang yang memang harus diatur adalah gimana cara otaknya kita memberi sinyal. Sinyal lapar, sinyal kenyang, itu yang harus kita perhatikan," kata Diana.
Diana juga mengatakan naiknya kembali berat badan juga bisa berbahaya jika menginginkan suatu makanan atau minuman lebih daripada sebelumnya karena otak merasa tubuh kurang terpenuhi.
Dengan regain, maka risiko penyakit kronis pun mengintai mulai dari penyakit jantung, diabetes dan hipertensi.
Ia mengatakan untuk mengatur pola pikir dan mengatur sinyal lapar dan kenyang memang membutuhkan waktu karena obesitas merupakan penyakit yang terbentuk dari waktu yang lama dan banyak faktor yang memengaruhinya.
Selain itu, Diana juga mengatakan pentingnya memantau indeks massa tubuh dengan menghitung berat badan dalam kilogram dibagi dengan tinggi badan dalam meter. (Ant/Z-1)
Pasar kebugaran digital Tanah Air diproyeksikan melonjak dari US$ 3,8 miliar (2025) menjadi US$ 12,7 miliar (2031).
Studi ATTICA selama 20 tahun mengungkap bahwa individu dengan obesitas sehat secara metabolik (MHO) tetap memiliki risiko penyakit jantung 39% lebih tinggi.
Obesitas saat ini merupakan salah satu tantangan kesehatan global yang terus meningkat, dengan dampak signifikan terhadap kualitas hidup
Konsumsi minuman berpemanis (SSB) di Indonesia meningkat tajam. Pakar Gizi IPB ingatkan risiko diabetes dan pentingnya membatasi asupan gula harian.
Peningkatan prevalensi obesitas dan penyakit metabolik di Indonesia mendorong perlunya pendekatan penanganan yang lebih komprehensif.
Riset terhadap 16 ribu anak menunjukkan pubertas datang lebih dini. Faktor berat badan, stres, dan lingkungan ikut berperan besar.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved