Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PSIKOLOG klinis lulusan Universitas Indonesia Nirmala Ika mengatakan suami memiliki peran penting menjaga kesehatan mental istri dalam menjalankan berbagai peran dalam rumah tangga.
"Betul sekali, suami sangat berperan (dalam menjaga mental istri) karena ini rumah tangga dibangun berdua ya, ketika kita memutuskan menikah, pasti kita berharap untuk jadi satu tim. Apapun masalah di depan harus dihadapi dan dijalani bersama," kata Nirmala, dikutip Selasa (9/9).
Nirmala mengatakan terdapat beberapa cara yang dapat suami lakukan sebagai bentuk dukungan selama berada di rumah yakni dengan membagi tugas membersihkan rumah guna meringankan beban ibu.
Rumah yang selalu berantakan merupakan salah satu dari sekian masalah yang harus dihadapi bersama. Sehingga kedua belah pihak disarankan untuk selalu berdiskusi setiap ingin mengambil sebuah keputusan bahkan sejak awal pernikahan.
Dalam hal ini, suami bisa mengambil bagian menyapu atau mengepel rumah. Suami juga diharapkan dapat terlibat dalam menentukan pola pengasuhan pada anak sebagai bagian dari tanggung jawab berkeluarga.
Ia mencontohkan ibu menyusui yang tidak mendapat dukungan dari suami, cenderung sulit menghasilkan ASI bagi bayi karena adanya rasa stres. Maka dari itu, suami dapat mengambil peran dengan mengganti popok bayi atau membiarkan ibu beristirahat setelah lelah menyusui.
Seorang ayah pun bisa meringankan tugas ibu dengan bergantian menjaga anak, dengan memberi izin ibu untuk mengambil waktu jeda bagi dirinya sendiri (me time), agar emosinya dapat lebih stabil.
Menurut psikolog yang menekuni bidang trauma dan relasi, waktu jeda tersebut akan dimanfaatkan ibu sebagai waktu untuk menambah tenaga. Terkadang, me time pun tidak harus dilakukan dengan berpergian jarak jauh atau melakukan aktivitas yang rumit, tetapi lebih kepada hal-hal yang menjadi kebutuhan ibu seperti waktu tidur.
"Menurut saya terkadang masyarakat, apalagi yang belum teredukasi, berpikir semua itu adalah tugas ibu. Mudah-mudahan ini berubah ya, anak muda harus lebih paham," kata dia.
Nirmala menekankan dalam pernikahan komunikasi menjadi prinsip yang sangat penting untuk dipahami oleh setiap pasangan. Komunikasi yang terjalin harus bersifat dua arah dan setiap ruang diskusi tidak boleh bersifat instruktif.
Pastikan kedua belah pihak merasa setara agar dapat mengambil keputusan dengan baik dan saling memahami.
Ruang diskusi juga harus dipastikan mencakup dengan obrolan pengeluaran, niat untuk mengambil suatu pinjaman sampai dengan tempat tinggal dan jumlah anak yang diinginkan.
"Pastikan komunikasi ini yang setara, kita saling mendengarkan, berusaha saling memahami kenapa dia punya ide ini, kenapa dia punya ide
itu, terus mau tidak kita diskusi bareng buat eksekusi apa yang akhirnya kita ambil untuk keluarga," pungkas Nirmala. (Ant/Z-1)
Praka Farizal Rhomadhon merupakan salah satu prajurit TNI yang tergabung dalam misi perdamaian PBB (UNIFIL) di Libanon.
Dukungan yang diberikan kepada istri bisa berupa mendengarkan curahan hati ibu tanpa melulu menghakimi, membandingkan nasib dan kondisi.
Berbagai gangguan pada sperma kerap menjadi penyebab utama infertilitas pria.
Truno mengatakan, istri eks Kapolres Ngada dan dua ahli itu hadir langsung di ruang sidang.
PASANGAN Thariq Halilintar dan Aaliyah Massaid tengah berbahagia menantikan buah hati mereka. Sejak Aaliyah hamil, diketahui Thariq mengurangi pekerjaan dan kegiatan di rumah.
Psikolog Ratih Ibrahim memperingatkan risiko PTSD pada korban kecelakaan kereta api. Simak gejala, faktor risiko, dan pentingnya penanganan dini di sini.
Penelitian terbaru mengungkap konsep 'affective tactile memory'. Ternyata, tubuh kita merekam sentuhan bermakna sebagai sensasi fisik yang membentuk rasa aman seumur hidup.
Psikolog Ratih Ibrahim menjelaskan pentingnya resiliensi dan dukungan keluarga bagi korban kecelakaan kereta api untuk pulih dari trauma psikologis.
Ia juga mengingatkan bahwa menghindari sepenuhnya stimulus yang berkaitan dengan trauma dalam jangka panjang dapat menghambat proses pemulihan.
Ia menjelaskan, gejala yang muncul bisa beragam, seperti perasaan cemas berlebihan, jantung berdebar saat berada di keramaian.
Masalah emosi dan perilaku pada anak usia dini kerap kali dipersepsikan sebagai fase perkembangan yang wajar.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved