Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
Kentang adalah salah satu bahan makanan favorit banyak orang karena kaya nutrisi, mudah diolah, dan mengenyangkan. Namun, tahukah Anda bahwa kentang bisa menjadi beracun jika tidak disimpan dan diolah dengan benar?
Kandungan senyawa berbahaya seperti solanin dapat menyebabkan keracunan, bahkan berisiko fatal dalam kasus ekstrem.
Berikut penjelasan lengkap dan cara aman menyimpan serta mengolah kentang agar tetap sehat dan aman dikonsumsi.
Solanin adalah senyawa glycoalkaloid alami yang ditemukan pada kentang, terutama di bagian kulit, mata (tunas), dan area berwarna hijau. Senyawa ini merupakan bagian dari mekanisme pertahanan alami tanaman terhadap hama, namun bisa beracun bagi manusia dalam kadar tinggi.
Menurut EFSA (European Food Safety Authority), kadar glycoalkaloid yang melebihi 100 mg/kg pada kentang segar dianggap berisiko bagi kesehatan. Gejala keracunan solanin meliputi mual, muntah, diare, nyeri perut, dan gangguan saraf.
Agar kentang tetap segar dan tidak beracun, ikuti tips penyimpanan berikut:
Jika tunas masih kecil dan kentang tidak lembek, Anda boleh mengkonsumsinya dengan syarat membuang tunas dan area sekitarnya secara menyeluruh. Namun, jika jumlah tunas banyak, kentang sudah hijau atau berkeriput, sebaiknya buang saja untuk keamanan.
Kentang tetap bisa menjadi pilihan makanan sehat asalkan disimpan dan diolah dengan benar. Hindari kentang yang sudah hijau, bertunas, atau rusak. Gunakan teknik memasak yang tepat dan simpan di tempat yang sesuai untuk mencegah timbulnya racun seperti solanin.
Dengan menerapkan cara-cara di atas, Anda bisa tetap menikmati kentang secara aman dan sehat tanpa khawatir akan bahaya tersembunyi. (Z-10)
Referensi:
Merebus, menggoreng, atau memanggang kentang tidak efektif mengurangi kadar solanin.
PENELITIAN terbaru mengungkap fakta menarik tentang asal-usul kentang.
SEBUAH penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal ilmiah Cell mengungkap asal-usul genetik kentang merupakan hasil hibridisasi alami antara leluhur tomat
Tim ilmuwan internasional yang mempublikasikan risetnya di Cell menganalisis genom berbagai spesies dalam keluarga Solanaceae, termasuk Kentang dan Tomat.
Kentang dikenal sebagai makanan pokok di beberapa wilayah, terutama di Eropa dan Amerika. Umbi ini kaya akan karbohidrat, sehingga sering dijadikan pengganti nasi atau sumber energi utama.
Peneliti ungkap Suku Asli Amerika telah menyebarkan kentang liar melintasi wilayah Four Corners sejak 10.000 tahun silam, jauh sebelum era pertanian dimulai.
PKS meluncurkan Potato Corner atau Pojok Kentang di Agrowisata Tepas Papandayan, Kabupaten Garut.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved