Studi Ungkap Kentang Hasil Hibridisasi Purba dari Leluhur Tomat

Intan Safitri
25/4/2026 23:30
Studi Ungkap Kentang Hasil Hibridisasi Purba dari Leluhur Tomat
Ilustrasi.(Sumber: Flickr)

SEBUAH penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal ilmiah Cell mengungkap asal-usul genetik kentang. Hasil studi menunjukkan bahwa komoditas pangan terbesar ketiga di dunia ini merupakan hasil hibridisasi alami antara leluhur tomat dan tanaman liar Amerika Selatan yang terjadi sekitar 9 juta tahun lalu.

Misteri Umbi yang Terpecahkan

Selama puluhan tahun, para ahli botani mempertanyakan mengapa kentang memiliki umbi yang kaya akan nutrisi, sementara kerabat terdekatnya tidak. Tim peneliti yang dipimpin oleh Profesor Sanwen Huang dari Agricultural Genomics Institute menemukan bahwa pembentukan umbi kentang dipicu oleh penggabungan materi genetik dari dua spesies berbeda.

Dalam studi ini, ilmuwan mengidentifikasi bahwa tomat purba bertindak sebagai induk betina, sementara tanaman bernama Etuberosum bertindak sebagai induk jantan. Kombinasi gen dari kedua induk ini secara tidak sengaja menciptakan organ baru berupa umbi yang mampu menyimpan cadangan energi dalam jumlah besar.

Peran Gen 'Sakelar' dari Tomat

Penelitian mendalam terhadap lebih dari 500 genom kentang liar dan budidaya mengungkap peran dua gen krusial, yaitu SP6A dan IT1. Gen SP6A yang diwarisi dari sisi tomat berfungsi sebagai sakelar biologis yang menentukan waktu pembentukan umbi. Sementara itu, gen IT1 dari sisi Etuberosum bertanggung jawab atas struktur batang bawah tanah.

Para ahli menegaskan bahwa tanpa salah satu dari kedua gen tersebut, tanaman hasil persilangan ini tidak akan mampu memproduksi umbi. Kemampuan membentuk umbi ini kemudian menjadi kunci sukses kentang dalam beradaptasi di habitat dataran tinggi Pegunungan Andes yang memiliki iklim ekstrem.

Dampak pada Keamanan Pangan Masa Depan

Penemuan ini tidak hanya menjawab teka-teki evolusi, tetapi juga memiliki implikasi praktis bagi pemuliaan tanaman di masa depan. Dengan memahami bagaimana hibridisasi purba ini menciptakan organ penyimpan nutrisi, para ilmuwan dapat menerapkan teknik serupa untuk meningkatkan ketahanan dan produktivitas tanaman pangan lainnya di tengah perubahan iklim.

Dr. Sandra Knapp, ahli botani dari Natural History Museum London, menyatakan bahwa penemuan ini membuktikan betapa kompleksnya sejarah tanaman yang kita konsumsi setiap hari. Fakta bahwa kentang adalah kerabat dekat tomat yang berevolusi melalui pernikahan genetik alami mengubah cara pandang ilmuwan terhadap keanekaragaman hayati di wilayah Andes. (H-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indriyani Astuti
Berita Lainnya