Asal-usul Kentang Terungkap: Hasil Persilangan Purba dengan Kerabat Tomat

N Apuan Iskandar
24/4/2026 22:45
Asal-usul Kentang Terungkap: Hasil Persilangan Purba dengan Kerabat Tomat
Ilustrasi(freepik)

Penelitian terbaru mengungkap fakta mengejutkan tentang asal-usul kentang, salah satu bahan pangan pokok dunia. Studi genom menunjukkan bahwa kentang modern merupakan hasil hibridisasi purba antara dua garis keturunan tanaman liar yang masih berkerabat dekat dengan tomat. Temuan ini memberikan perspektif baru tentang bagaimana evolusi tanaman berperan besar dalam membentuk sistem pangan global saat ini.

Tim ilmuwan internasional yang mempublikasikan risetnya di Cell menganalisis genom berbagai spesies dalam keluarga Solanaceae, termasuk Kentang dan Tomat. Hasilnya menunjukkan bahwa kentang berasal dari peristiwa persilangan alami antara nenek moyang tanaman mirip tomat dan kelompok tanaman liar Andes sekitar 8 hingga 9 juta tahun lalu.

Peristiwa hibridisasi ini menghasilkan kombinasi genetik unik yang memungkinkan munculnya umbi, struktur penyimpanan energi yang menjadi ciri khas kentang. Para peneliti menemukan bahwa gen pembentuk umbi merupakan hasil interaksi kompleks dari kedua garis keturunan tersebut, bukan evolusi linier dari satu spesies tunggal.

Temuan ini menjelaskan mengapa kentang memiliki karakteristik yang berbeda dari tanaman kerabat dekatnya. Meski termasuk dalam keluarga yang sama dengan tomat, cabai, dan terong, kentang mengembangkan strategi bertahan hidup yang berbeda melalui pembentukan umbi di bawah tanah. Hal ini memberi keuntungan adaptif di lingkungan pegunungan Andes yang memiliki kondisi ekstrem.

Selain itu, studi ini juga menyoroti peran penting Hibridisasi dalam evolusi tanaman. Selama ini, hibridisasi sering dianggap sebagai proses sekunder, namun penelitian ini menunjukkan bahwa persilangan antarspesies justru dapat memicu inovasi biologis besar yang berdampak jangka panjang.

Dalam konteks sejarah manusia, hasil evolusi tersebut menjadi sangat signifikan. Kentang kemudian didomestikasi oleh masyarakat Andes ribuan tahun lalu sebelum menyebar ke seluruh dunia setelah era penjelajahan global. Kini, kentang menjadi salah satu tanaman pangan utama dengan produksi global mencapai lebih dari 370 juta ton per tahun menurut data Food and Agriculture Organization.

Penemuan ini tidak hanya mengubah pemahaman ilmiah tentang evolusi tanaman, tetapi juga membuka peluang baru dalam pengembangan varietas pangan. Dengan memahami asal-usul genetik kentang, para ilmuwan dapat mengembangkan tanaman yang lebih tahan terhadap perubahan iklim, hama, dan penyakit.

Kentang mungkin terlihat sederhana di meja makan, namun di baliknya tersimpan kisah evolusi panjang yang melibatkan persilangan alami dan inovasi genetik yang membentuk salah satu sumber pangan terpenting dalam sejarah manusia.

Sumber: Cell, Food and Agriculture Organization (FAO), Nature Plants, Proceedings of the National Academy of Sciences (PNAS)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Reynaldi
Berita Lainnya