Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMBERANGKATAN jemaah haji kelompok terbang Embarkasi Makassar (UPG) berakhir. Dari data laporan resmi Sistem Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat), sebanyak 11 anggota jemaah haji yang berangkat melalui Embarkasi Makassar dilaporkan wafat di Arab Saudi, hingga Jumat (30/5).
Dari total 11 anggota jemaah yang wafat, enam di antaranya adalah perempuan dan lima laki-laki. Rentang usia mereka bervariasi, mulai dari 46 tahun hingga 86 tahun. Mayoritas berasal dari provinsi Sulawesi Selatan, sementara sisanya dari Sulawesi Barat, Maluku Utara, dan Papua.
Penyebab kematian didominasi oleh penyakit infeksi berat seperti sepsis dan pneumonia, serta gangguan jantung. Mayoritas jemaah dimakamkan di Pemakaman Syarae Makkah dan Baqi Madinah.
Menurut rekapitulasi Siskohat Embarkasi Makassar, sebagian besar jemaah yang wafat berada dalam rentang usia 61–70 tahun (5 orang), disusul usia 51–60 tahun (3 orang), dan sisanya tersebar di kelompok usia 41–50, 71–80, serta 81–90 tahun.
Terpisah, Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Makassar menggelar rapat evaluasi berakhirnya fase pemberangkatan jemaah haji ke Tanah Suci musim haji 1446 H / 2025 M. Rapat digelar untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja petugas selama proses pemberangkatan jemaah haji (JH) yang dimulai pada tanggal 2 Mei 2025 lalu.
Ketua PPIH embarkasi Makassar, H Ali Yafid yang juga Kepala Kantor Wilayah Kemenag Sulsel mengaku puas dan mengapresiasi kinerja petugas yang menurutnya telah melaksanakan tugas dengan baik selama proses pemberangkatan JH mulai dari kloter 1 hingga kloter 41.
“Secara umum, proses pemberangkatan jemaah haji melalui Embarkasi Makassar berjalan dengan baik dan lancar. Seluruh proses administasi berjalan dengan baik. Penyerahan gelang identitas, paspor, uang living cost dan pemeriksaan kesehatan semuanya lancar kurang dari 2 jam. Ini sangat membantu jemaah untuk segera beristirahat setelah menempu perjalanan jauh dari daerah masing-masing,” urai Ali yaifd.
Begitupun pada proses pemberangkatan juga sudah semakin dipersingkat yaitu membutuhkan waktu 3,5 jam sebelum waktu take off pesawat.
“Sampai pemberangkatan kloter 41, terdapat 18 open seat. Ini terjadi umumnya karena faktor kesehatan jemaah, dimana terdapat sejumlah jemaah yang sakit jelang keberangkatan. Ini akan kita evaluasi dan meminta pemeriiksaan kesehatan di daerah diperketat,” tegasnya. (H-2)
Hingga 29 April 2026, sebanyak 122 kelompok terbang (kloter) atau 47.834 jemaah telah diberangkatkan menuju Tanah Suci.
Ia memastikan bahwa kondisi para korban terus dipantau secara intensif oleh petugas, dengan seluruh kebutuhan medis maupun logistik telah terpenuhi.
Emirat Arab resmi umumkan keluar dari OPEC dan OPEC+ mulai 1 Mei. Langkah strategis ini diambil di tengah krisis energi akibat konflik di Selat Hormuz.
Arab Saudi mendesak Dewan Keamanan PBB secara eksplisit mengecam serangan Iran sejak awal krisis, sembari menyoroti pentingnya keamanan Selat Hormuz bagi ekonomi global.
Di sisi lain, layanan kesehatan di Daerah Kerja Madinah juga terus dioptimalkan. Tercatat 1.373 jemaah menjalani rawat jalan.
Arab Saudi intensifkan diplomasi di Libanon melalui Perjanjian Taif untuk melucuti senjata Hizbullah di tengah goyahnya gencatan senjata Israel-Hizbullah.
Operasional selama musim haji berlangsung selama 24 jam, sehingga kesiapan fisik dan koordinasi tim menjadi faktor penting dalam menjaga kelancaran layanan.
Kementerian Haji dan Umrah atau Kemenhaji menetapkan model dual embarkasi di Pulau Jawa, yakni Embarkasi Solo dan Embarkasi Yogyakarta
Jemaah yang meninggal semua sudah dimakamkan di Tanah Suci Mekah, sementara yang sakit akan diterbangkan ke tanah air, apabila kondisinya memungkinkan dibawa pulang.
Pemberangkatan jemaah akan dibagi ke dalam dua gelombang.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved