Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PIMPINAN Pusat (PP) Muhammadiyah mengingatkan kepada Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah (PTMA) untuk tidak sembarangan memberikan gelar profesor kehormatan.
Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir mengingatkan seluruh PTMA di Indonesia agar tidak sembarangan memberikan gelar profesor kehormatan. Ia menekankan pentingnya menjaga integritas akademik dan marwah kelembagaan.
“Pesan kami, PTMA jangan ikut-ikutan memberikan gelar profesor kehormatan. Ini memang belum masuk SK, tetapi sudah jadi arahan,” ujar Haedar dalam sambutannya saat menghadiri pengukuhan Prof Dr Jebul Suroso sebagai guru besar Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP), Kamis (10/4).
Menurut Haedar, gelar profesor bukan sekadar simbol, melainkan jabatan akademik yang melekat pada institusi dan profesi seseorang.
Ia bahkan menyebutkan bahwa meskipun belum ada surat keputusan resmi, imbauan tersebut layak dianggap sebagai arahan langsung dari pimpinan pusat demi menjaga kredibilitas PTMA.
Dalam kesempatan itu, Haedar juga menyinggung capaian PTMA secara nasional. Saat ini, terdapat 14 perguruan tinggi Muhammadiyah yang telah mengantongi akreditasi unggul.
Namun ia mengingatkan, pencapaian institusional harus dibarengi dengan peningkatan mutu tridarma perguruan tinggi, termasuk kontribusi nyata dalam mencerdaskan bangsa dan membangun peradaban.
Haedar pun menyoroti posisi perguruan tinggi di Indonesia yang masih tertinggal dalam peringkat universitas dunia. Bahkan perguruan tinggi negeri sekalipun belum mampu bersaing di jajaran atas.
“Universitas Indonesia saja berada di peringkat 206 dunia. Selebihnya berada di bawah peringkat 300, 400, bahkan 1.000. PTMA ada di kisaran 1.200-an,” ujar dia.
Ia juga membandingkan posisi perguruan tinggi di Indonesia dengan negara-negara di Timur Tengah dan Amerika Latin yang sudah lebih unggul.
“Kita harus bekerja keras hanya untuk masuk ke dalam standar pemeringkatan universitas dunia. Artinya, meskipun kita merasa besar di dalam negeri, di tingkat global kita masih tertinggal,” tegas Haedar.
Lebih lanjut, Haedar menyebut daya saing sumber daya manusia Indonesia pun masih rendah. Dalam lingkup ASEAN saja, Indonesia tertinggal dari tujuh negara lain. Karena itu, ia menyerukan agar seluruh perguruan tinggi, baik negeri maupun swasta, menjalankan “jihad pendidikan” dengan kesungguhan dan tekad membangun kualitas.
Sementara itu, Prof. Dr. Jebul Suroso yang dikukuhkan sebagai guru besar bidang manajemen keperawatan, menjadi guru besar ke-16 di UMP. Dalam pidatonya, Jebul berharap profesi keperawatan dapat terus berkembang mengikuti kemajuan zaman.
“Saya berharap karakter perawat semakin baik, adaptif terhadap teknologi, kuat, modern, dan memiliki jiwa kewirausahaan,” ujar Jebul yang juga menjabat sebagai Ketua Forum Rektor PTMA. (H-2)
Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir mengajak umat menyikapi perbedaan awal Ramadan dengan bijak serta menjadikan puasa sebagai perekat sosial dan penguat akhlak.
Haedar menegaskan bahwa dalam aspek kemampuan di bidangnya maupun sikap moral selaku pejabat publik akan selalu dihisab publik.
Haedar Nashir mendukung kepercayaan Presiden RI kepada Brian untuk memajukan pendidikan tinggi.
Haedar kemudian mengajak seluruh lapisan masyarakat dan elit politik mengedepankan kejujuran, keterpercayaan, kerja keras, kemandirian, kebersamaan, keluhuran moral, dan keberadaban.
Muhammadiyah telah memulai program itu (makan bergizi gratis) lewat kerja sama lintas Majelis Pendidikan Dasar Menengah dan Majelis Pembinaan Kesehatan Umum (PKU).
Haedar Nashir berpesan agar UMSU di bawah kepemimpinan yang baru dapat menjalankan Catur Dharma Perguruan Tinggi dengan sebaik mungkin.
Semenjak gencatan senjata, tidak perubahan yang terjadi di Gaza, bahkan pembunuhan oleh tentara Israel masih berlanjut
KETUA PP Muhammadiyah sekaligus Penasihat Khusus Presiden Bidang Urusan Haji, Muhadjir Effendy menyatakan belum mendalami skema soal wacana pemerintah mengenai war tiket haji.
Ketua Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC), H. Budi Setiawan, S.T., menegaskan bantuan bagi korban bencana harus disesuaikan dengan kebutuhan nutrisi yang tepat.
KETUA Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir menegaskan bahwa gelar akademik tidak secara otomatis menjadikan seseorang sebagai intelektual sejati.
Tantangan masa depan, baik di level lokal, nasional, maupun global, membutuhkan pemikiran yang tajam serta relevan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved