Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PSIKOLOG dan dosen Universitas Gadjah Mada Novi Poespita Chandra mengatakan remaja terlibat dalam tawuran yang kerap ada saat bulan Ramadan karena kurangnya kegiatan bermakna dan kesempatan waktu berkumpul lebih banyak.
"Misalnya mereka habis tarawih sampai menjelang sahur gitu, mereka karena mungkin tidak mengisi kegiatannya dengan kegiatan-kegiatan yang meaningful, maka mereka di situ ada ide nih, ada kesempatan mereka untuk melakukan kegiatan yang meaningful buat mereka yaitu salah satunya tawuran," kata Novi, Selasa (12/3).
Ia mengatakan, tawuran merupakan suatu pelampiasan yang dilakukan remaja karena kurangnya kegiatan yang bermakna pada keseharian mereka.
Remaja sering kali hanya melakukan rutinitas yang sama setiap hari seperti mengerjakan tugas di sekolah, sehingga kurang ada kegiatan yang memantik rasa empati.
Hal ini menyebabkan adanya perasaan bosan dan kelelahan kronis karena menjalani rutinitas yang sama sehingga menyebabkan munculnya kecemasan yang dikeluarkan otak amigdala, yang membuat remaja bersikap agresif atau mendorong melakukan kekerasan.
"Padahal manusia itu harusnya yang banyak bekerja itu adalah otak manusianya atau namanya prefrontal cortex. Tapi syaratnya otak prefrontal cortex itu bekerja, dia itu harus punya perasaan bahagia dan meaningful gitu," ucapnya.
"Nah mungkin menurut saya karena mereka kurang kegiatan-kegiatan yang membuat mereka punya meaning, akhirnya yang aktif adalah otak amigdala mereka untuk mengisi kekosongan, kebosanan, itu apa? 'Oh kita tawuran'," tambah Novi.
Novi juga menjelaskan tawuran dipilih sebagai pelampiasan kegiatan remaja karena kebutuhan ingin diakui keberadaannya dan menunjukkan bahwa
mereka kuat secara psikologis yang akhirnya menjadi permasalahan yang ada pada remaja untuk mendobrak rutinitas dan kebosanan.
Untuk mengantisipasi hal tersebut, Novi menyarankan sekolah melakukan kegiatan positif dari rutinitas yang ada misalnya yang berkaitan dengan berpuasa atau interaksi sosial misal mengunjungi desa.
Hal ini akan membuat sebuah memori baru dan kegiatan yang berbeda namun tetap memunculkan rasa empati dan kebersamaan terlebih dalam memaknai bulan puasa.
Ia juga mengatakan para remaja bisa dilibatkan dalam kegiatan festival budaya yang menghibur di kala menunggu berbuka puasa yang akan memunculkan sisi kreatif remaja.
"Jadi mereka energinya dipakai untuk hal positif, nah sayangnya kita tidak cukup kreatif gitu ya untuk menciptakan momen-momen yang
meaningful itu di saat mereka tidak punya banyak kegiatan," kata Novi. (Ant/Z-1)
Ia menilai aksi kekerasan tersebut sudah berulang dan tidak bisa lagi ditangani dengan pendekatan biasa.
Akibat tawuran tersebut sebuah toko kelontong yang menjual bahan pangan dan kebutuhan pokok terbakar. Kebakaran diduga akibat tawuran antara warga yang terjadi di kawasan tersebut.
Selain melarang konvoi, Pemkot Depok juga melarang penggunaan petasan yang kerap memicu gangguan ketertiban.
Lomba lari 100 meter yang diikuti sebanyak 64 peserta sebagai upaya mengurangi maraknya tawuran antar remaja pada bulan Ramadan.
Pendekatan preventif melalui patroli intensif menjadi langkah strategis dalam menekan angka kejahatan jalanan.
Satpol PP DKI Jakarta bersama TNI dan Polri berkomitmen untuk terus melakukan pengawasan serta bersiaga di titik-titik rawan tawuran
Studi terbaru Pew Research Center mengungkap alasan di balik penggunaan media sosial oleh remaja. Dari hiburan di TikTok hingga koneksi di Snapchat, simak dampaknya.
Roblox resmi membuka Teen Council Asia 2026. Remaja Indonesia usia 14-17 tahun diajak berkontribusi dalam keamanan digital. Simak syarat dan cara daftar.
Gagal ginjal kini banyak menyerang usia muda akibat pola hidup tidak sehat. Kenali gejala, penyebab, dan cara mencegahnya sejak dini agar tidak berujung cuci darah.
Roblox ajak remaja Indonesia usia 14-17 tahun gabung Teen Council Asia. Simak syarat, jadwal pendaftaran, dan misi keamanan digital di sini.
PkM melibatkan guru Bimbingan dan Konseling (BK) SIJB untuk pencegahan dan penanganan segera bagi siswa yang menunjukkan adanya permasalahan.
Guru Besar FKUI Prof. Agus Dwi Susanto menekankan pentingnya edukasi berkelanjutan untuk mencegah penggunaan vape pada remaja di tengah masifnya promosi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved