Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
BAGI penggemar olahraga lari, kondisi sepatu lari sangat penting untuk diperhatikan. Jangan sampai mengabaikan kondisi sepatu lari yang digunakan, apakah sudah waktunya diganti atau tidak. Karena sepatu lari yang sudah aus bisa berdampak buruk pada tubuh hingga meningkatkan risiko cedera akibat olahraga lari.
Penelitian menunjukkan bahwa berlari dengan sepatu lari yang sudah aus bisa mengubah postur tubuh dan gaya berjalan serta menyebabkan cedera di kemudian hari. Hal ini sebagian besar disebabkan oleh penurunan kemampuan sepatu dalam meredam guncangan. Sepatu lari yang bisa meredam guncangan dengan baik bisa meminimalkan ketegangan pada ligamen, tendon, otot, dan tulang.
Tanda yang pertama ialah jarak tempuh. Para ahli menyarankan kamu mengganti sepatu lari setiap 500-750 kilometer. Tingkat keausan sepatu sangat bervariasi untuk setiap orang.
Misalnya, seseorang yang berlari di jalan yang tidak rata, sepatu lari akan lebih cepat aus. Selain itu, berat badan dan langkah kaki juga memengaruhi masa pakai sepatu.
Apabila pergelangan kaki, lutut, atau pinggul kamu terasa lebih nyeri setelah berlari, itu tandanganya sepatu lari kamu harus diganti. Selain itu, ketika mulai merasakan nyeri dan kaku di telapak kaki, terutama pergelangan kaki, itu berarti sepatu kamu telah aus hingga bentuknya tidak lagi pas dengan kaki kamu.
Tapak sepatu yang sudah aus juga menjadi pertanda bahwa sepatu kamu harus segera diganti. Selain itu, sol bagian tengah sepatu yang terasa keras juga menjadi tandanya.
Ketika kaki kamu mengalami lepuh setelah berlari akibat gesekan dengan sepatu lari kamu, sebaiknya kamu segera mengganti sepatu lari kamu. Gesekan terjadi karena sepatu lari kamu mungkin telah berubah bentuk seiring jarak tempuh lari yang telah kamu lakukan.
Itulah empat tanda sepatu lari sudah harus diganti, jangan sampai diabaikan jika tak ingin olahraga lari yang seharusnya menyehatkan malah berakhir cedera. (Z-9)
Seiring menguatnya tren tersebut, sejumlah perusahaan mulai mengintegrasikan strategi pemasaran dengan aktivitas olahraga berbasis komunitas.
Kenali jenis cedera pada pelari menurut dr. Antonius Andi Kurniawan, Sp.KO, mulai dari Runner's Knee hingga Achilles Tendinitis serta aturan hukum 10 persen.
Dokter spesialis kedokteran olahraga dr. Zeth Boroh mengungkap faktor pemicu cedera pada pelari, mulai dari salah pilih sepatu hingga anatomi kaki.
Ajang Lari The Ultimate 10K Series Siap Digelar di Empat Kota
Perkembangan tren lari di Indonesia ditopang oleh meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap hidup sehat, maraknya event lari, serta tumbuhnya komunitas pelari di berbagai kota.
ANTUSIASME masyarakat Indonesia terhadap olahraga lari tampaknya setiap tahun terus meningkat. Setiap gelaran fun run hingga maraton selalu ramai peminat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved