Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
GASTROESOPHAGEAL reflux disease (Gerd) atau penyakit asam lambung, adalah kondisi di mana asam lambung mengalir kembali ke kerongkongan (esofagus). Kondisi ini dapat menyebabkan rasa nyeri di ulu hati, sensasi terbakar (heartburn), serta berbagai gejala lain di area dada bagian bawah dan perut.
Penyakit ini dapat kambuh kapan saja, baik saat sedang beraktivitas maupun saat beristirahat. Pada malam hari, serangan GERD sering kali mengganggu kualitas tidur, membuat penderitanya merasa tidak nyaman dan sulit beristirahat dengan baik.
Berikut ini cara mengatasi gerd di malam hari :
Tidur dengan posisi miring ke kiri merupakan salah satu anjuran bagi penderita asam lambung. Posisi ini membantu mencegah naiknya asam lambung ke kerongkongan saat malam hari, sehingga dapat mengurangi risiko kambuhnya gejala.
Meninggikan posisi tubuh saat tidur dapat membantu mencegah naiknya asam lambung. Hal ini dapat dilakukan dengan meletakkan bantal di bawah kepala hingga punggung, memastikan posisi kepala dan dada lebih tinggi daripada perut.
Berjalan santai setelah makan dapat menjadi cara alami untuk mencegah naiknya asam lambung pada malam hari. Aktivitas ini membantu memperlancar pergerakan makanan di dalam sistem pencernaan.
Untuk menghindari gejala asam lambung di malam hari, disarankan untuk tidur minimal 3 jam setelah makan malam. Selain itu, penderita asam lambung sebaiknya mengonsumsi makanan dalam porsi kecil tetapi lebih sering, serta mengunyah makanan dengan baik hingga lembut agar lebih mudah dicerna.
Ada beragam penyebab gejala asam lambung atau kambuh ketika tidur di malam hari, yaitu:
Penggunaan obat-obatan tertentu dapat memicu naiknya asam lambung pada malam hari, seperti obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS), antikolinergik yang digunakan untuk penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), antidepresan trisiklik, serta antagonis kalsium.
Tidur dalam kondisi lambung penuh dengan makanan dapat memberikan tekanan pada katup antara kerongkongan bagian bawah dan lambung bagian atas, sehingga memicu naiknya asam lambung ke kerongkongan.
Konsumsi makanan berminyak, pedas, berlemak, asam, serta minuman yang mengandung kafein dapat meningkatkan risiko kambuhnya gejala asam lambung pada malam hari.
Selama tidur, produksi air liur yang berperan dalam menetralkan asam lambung menurun, sehingga dapat meningkatkan risiko naiknya asam lambung pada malam hari.
Gerd adalah kondisi yang memerlukan perhatian karena gejalanya bisa muncul kapan saja, terutama di malam hari, sehingga mengganggu kenyamanan.
Dengan menjaga pola makan, posisi tidur, dan menghindari makanan pemicu, risiko kambuhnya dapat dikurangi. Jika gejala berlanjut, segera konsultasikan ke dokter untuk penanganan lebih lanjut. (Pyfahealth/Z-3)
Pakar ungkap kaitan erat GERD dan serangan panik sebagai lingkaran setan medis. Simak penjelasan mengenai gejala, peran saraf vagus, hingga terapinya.
Fenomena GERD ternyata berkaitan erat dengan gangguan kecemasan. Simak fakta medis terbaru, penyebab sebenarnya, dan cara memutus siklusnya.
Meski bukan penyebab utama, berbagai penelitian menunjukkan bahwa stres dapat memperburuk gejala GERD dan membuatnya lebih sering kambuh.
Obat ini telah resmi memperoleh izin edar dari Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia (BPOM) untuk indikasi pengobatan esofagitis erosif (erosive esophagitis/EE).
Masyarakat diingatkan agar tidak terlalu banyak mengonsumsi kue-kue lebaran karena bisa berdampak pada kesehatan.
Konsumsi daging merah yang berlebihan dalam sesi AYCE dapat memicu masalah pencernaan serius, terutama Gastroesophageal Reflux Disease (GERD).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved