Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
Siapa sangka, dinosaurus yang pernah hidup jutaan tahun lalu bisa begitu mirip dengan penguin atau burung penyelam modern? Baru-baru ini, ilmuwan menemukan spesies theropoda yang sangat unik, yang tampaknya telah berkembang untuk hidup di air.
Dikenal sebagai Natovenator Polydontus, dinosaurus ini memiliki tubuh ramping, leher panjang seperti angsa, dan adaptasi yang mirip dengan penguin dalam berenang.
Fosil Natovenator Polydontus ditemukan di Gurun Gobi, Mongolia, sekitar 71 juta tahun yang lalu, pada periode Cretaceous. Bentuk tubuhnya yang seperti burung penyelam modern menunjukkan bahwa ia mungkin merupakan predator yang menyelam di perairan laut. Berukuran sekitar sebesar bebek mallard, dinosaurus ini memiliki tubuh yang ramping dan leher panjang yang menyerupai genus theropoda Halszkaraptor, yang diperkirakan juga hidup di lingkungan akuatik.
Kerangka fosil ini ditemukan dalam kondisi luar biasa, dengan tengkorak hampir lengkap, memberikan ilmuwan wawasan baru tentang kehidupan dinosaurus yang tidak hanya berjalan di darat, tetapi juga mengarungi air. Salah satu fitur menonjol dari fosil ini adalah tulang rusuk yang berorientasi menuju ekor, sebuah ciri yang ditemukan pada burung penyelam modern dan menunjukkan bahwa Natovenator kemungkinan besar berenang dengan efisien di air.
Dari segi bentuk tubuh, Natovenator memiliki tubuh ramping yang mengurangi hambatan saat berenang, serupa dengan penguin yang dapat menyelam dengan cepat. Selain itu, struktur gigi yang rapat dan banyak menunjukkan bahwa dinosaurus ini memangsa ikan atau serangga, menjadikannya predator yang tangguh di air. Adaptasi seperti tungkai depan yang mungkin digunakan untuk mendayung di air, bukan untuk terbang, semakin memperkuat dugaan bahwa ia adalah penyelam yang handal.
Selain itu, bentuk tulang rusuk yang melengkung ke arah ekor seperti burung penyelam menunjukkan bahwa tubuh Natovenator telah berevolusi untuk mempermudah pergerakan di perairan. Hal ini membuktikan bahwa dinosaurus ini beradaptasi dengan sangat baik untuk kehidupan semi-akuatik.
Penemuan ini membuka pandangan baru tentang keanekaragaman hidup dinosaurus. Selama ini, kita lebih sering mengasosiasikan dinosaurus dengan kehidupan darat, tetapi Natovenator Polydontus menunjukkan bahwa beberapa dinosaurus bahkan telah berevolusi untuk hidup di air atau dekat air. Temuan ini menambah daftar panjang evolusi dinosaurus yang mengadopsi gaya hidup semi-akuatik, yang sebelumnya dipertanyakan oleh para ilmuwan.
Sebelumnya, dinosaurus seperti Spinosaurus dianggap sebagai perenang, namun klaim tersebut masih kontroversial di kalangan ahli paleontologi. Berbeda dengan Spinosaurus, Natovenator dengan bentuk tubuhnya yang ramping dan adaptasi yang jelas untuk berenang, memberikan bukti lebih kuat bahwa beberapa dinosaurus memang menguasai dunia air pada masa Cretaceous.(Live Sience/Z-11)
Penelitian terbaru mengungkap dinosaurus herbivora tidak makan sembarangan, melainkan menggunakan gigi depan untuk memilih bagian tumbuhan tertentu.
Penelitian dari Chinese Academy of Sciences menunjukkan bahwa pola keausan pada gigi Psittacosaurus mengindikasikan kebiasaan makan.
Di lokasi yang berada sekitar 3.000 meter di atas permukaan laut tersebut, para ilmuwan menemukan harta karun berupa jejak kaki dari setidaknya lima spesies hewan yang berbeda.
PENEMUAN paleontologis di wilayah Xinjiang, Tiongkok berhasil mengungkapkan 'lubang kematian' berusia 160 juta tahun yang menjebak banyak dinosaurus kecil.
Bukti menunjukkan bahwa 10% duri yang ditemukan pada fosil Stegosaurus rusak di ujungnya sehingga memperkuat asumsi ilmuwan mengenai fungsi pertahanan dari dari thagomizer tersebut.
Dinosaurus yang diberi nama Doolysaurus huhmini ini merupakan jenis neornithischian awal yang berhasil diidentifikasi melalui teknologi pemindaian CT canggih.
Berkat proses evolusi yang panjang, burung telah mengembangkan berbagai adaptasi luar biasa untuk bertahan di tengah kondisi yang keras.
Penelitian terbaru menunjukkan lubang besar di bagian atas tengkorak dinosaurus T. rex bagian dari sistem termoregulasi yang mirip dengan “pendingin udara” alam
Kombinasi bodi ramping dan otot yang kuat memungkinkan walet melakukan penerbangan jarak jauh tanpa kelelahan yang berarti.
Menurut Simply Birding, habitat utama Nyctyornis amictus meliputi hutan tropis primer dan sekunder di Thailand, Semenanjung Malaysia, Sumatra, dan Kalimantan.
Burung beo malam (night parrot), salah satu burung paling misterius di dunia, kembali mengejutkan para ilmuwan.
Burung yang paling sering terlihat di punggung badak Afrika adalah oxpecker. Burung ini menghabiskan sebagian besar waktunya di tubuh hewan besar untuk mencari makan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved