Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PERNAHKAH kamu mendengar tentang fenomena Hari Tanpa Bayangan? Ini adalah peristiwa menarik di mana bayangan dari benda-benda tegak yang biasa kita lihat justru menghilang sejenak.
Fenomena ini dikenal sebagai Kulminasi Utama atau Istiwa', yang terjadi ketika Matahari tepat berada di posisi tertinggi di langit, tepat di atas kepala pengamat.
Pada saat itu, bayangan benda tampak lenyap karena bertumpuk dengan benda itu sendiri.
Baca juga : Hari Tanpa Bayangan 2023 daerah Jakarta dan Sekitarnya
Fenomena ini tidak lepas dari bagaimana Bumi berputar mengelilingi Matahari. Bumi berotasi pada bidang yang sedikit miring terhadap bidang ekliptika, atau bidang di mana Bumi berputar mengelilingi Matahari. Hal inilah yang menyebabkan posisi Matahari terlihat bergerak antara 23,5 derajat lintang utara dan 23,5 derajat lintang selatan sepanjang tahun. Gerak semu harian Matahari inilah yang menyebabkan fenomena seperti Hari Tanpa Bayangan.
Pada 2024, Matahari akan berada tepat di khatulistiwa pada 20 Maret pukul 10.06 WIB dan 22 September pukul 19.43 WIB. Selain itu, Matahari juga akan mencapai titik balik utara pada 21 Juni pukul 03.50 WIB dan titik balik selatan pada 21 Desember pukul 16.20 WIB.
Posisi ini penting dalam menentukan kapan fenomena Hari Tanpa Bayangan terjadi di berbagai wilayah di Indonesia.
Baca juga : Sepekan Hari Tanpa Bayangan di Pulau Jawa, Ini Daerahnya
Indonesia, yang terletak di sekitar garis ekuator, beruntung dapat menyaksikan Kulminasi Utama ini dua kali dalam setahun. Fenomena ini terjadi saat deklinasi Matahari, atau posisi Matahari yang terlihat dari Bumi, tepat sejajar dengan lintang pengamat. Khususnya di kota Jakarta, Hari Tanpa Bayangan akan terjadi pada 4 Maret 2024 pukul 12.04 WIB dan 8 Oktober 2024 pukul 11.40 WIB.
Untuk wilayah lainnya di Indonesia, fenomena ini juga terjadi pada waktu yang berbeda. Sebagai contoh, di Baa, Nusa Tenggara Timur, fenomena Kulminasi Utama akan terjadi pada 21 Februari 2024, sedangkan di Sabang, Aceh, fenomena ini akan terjadi pada 4 April 2024. Gelombang Hari Tanpa Bayangan kembali terjadi pada 7 September 2024 di Sabang dan berlanjut hingga 21 Oktober 2024 di Baa.
Jika kamu berada di wilayah Indonesia, jangan lewatkan kesempatan untuk menyaksikan momen langka ini. Siapkan diri dan amati saat Matahari berada tepat di atas kepala, dan saksikan bagaimana bayanganmu seakan lenyap! Fenomena alam ini, meskipun berlangsung singkat, mengajarkan kita tentang betapa kompleks dan teraturnya gerak alam semesta. (BMKG/Z-3)
Menjelang malam intensitas hujan semakin meningkat hingga mengakibatkan sejumlah daerah mulai tergenang termasuk di antaranya jalur Pantura Semarang-Demak.
Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta Marulitua Sijabat menegaskan, langkah mitigasi telah disiapkan untuk merespons dinamika iklim ekstrem tersebut.
BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Kendari mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem di Sultra hingga 4 Mei 2026. Waspada banjir dan longsor.
BMKG memprakirakan seluruh wilayah Jakarta akan diguyur hujan pada Rabu sore. Waspadai potensi bencana hidrometeorologi seperti genangan dan luapan air.
BMKG mengingatkan potensi hujan lebat disertai petir pada siang-sore hingga awal Mei 2026, di tengah suhu panas yang bisa tembus 37°C di sejumlah wilayah.
BMKG memprakirakan Jakarta akan diguyur hujan ringan pada Selasa (28/4). Simak rincian cuaca, suhu, dan kecepatan angin selengkapnya di sini.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved