Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
ANGGOTA Panitia khusus (pansus) Penyelenggaraan Haji 2024 DPR RI Marwan Jafar menyebut ada usulan dan rekomendasi bagi pemerintahan selanjutnya yang akan dipimpin Prabowo Subianto. Ia mengatakan Prabowo sebaiknya memilih orang yang ahli di bidangnya untuk memimpin Kementerian Agama, apalagi memimpin pelaksanaan ibadah haji.
"Tidak boleh memilih orang seperti ini (sebagai menteri) dan memilih orang yang cakap dan kompeten di bidang pelayanan haji," kata Marwan.
Baca juga : Sedang Berada di Perancis, Menag Yaqut Berhalangan Penuhi Panggilan Pansus Haji
Hal itu setelah banyak temuan dari pansus haji yang menemukan fakta bahwa pelaksanaan haji 2024 tidak kompeten.
"Pelayanan haji 2024 memang menyedihkan dan sangat ironi. Sebagai negara mayoritas penduduk muslim maka itu menyedihkan sekali pelaksanaannya sangat tidak kompeten dan tidak kredibel," ungkapnya.
Marwan menyebut bahwa pelaksana haji 2024 telah melanggar Pasal 64 Undang-Undang (UU) Nomor 8 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji. Menurutnya dalam aturan itu disebut pembagian kuota haji plus 8%, namun Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas membuatnya menjadi 50%.
Baca juga : Tiga Kali Mangkir, Pansus Berencana Seret Paksa Menag
"Disitu sudah terang menderang bahwa ada ketidaktaatan dan ketidakpatuhan ada dugaan kuat melanggar hukum Kementerian Agama memberikan 50:50 kepada haji reguler dan plus dari tambahan kuota 20 ribu sehingga itu sudah melanggar Pasal 64," ujar dia.
"Banyak hal dan didalami secara penuh tidak akan selesai. Tapi paling tidak memberikan gambaran bahwa pelaksanaan haji kemarin amburadul seperti pesawat Garuda Indonesia yang tidak menyiapkan pesawat cadangan untuk haji sehingga delay luar biasa," tambahnya.
Kemudian, Marwan menuturkan dapur yang dikelola untuk penyelenggaraan ibadah haji seharusnya memasak makanan Indonesia. Namun, terangnya, yang datang untuk jemaah makanan cepat saji. Pansus, terang dia, mempertanyakan tender bumbu, dapur, katering, hingga pemondokan.
"Sehingga saya diduga kuat korupsi atau punglinya luar biasa.Peran staf khusus kuat sekali, dan kelabakan ketika ditanya bahkan mencoba membersihkan diri dengan melempar ke lembaga-lembaga lain yang melakukan intervensi," pungkasnya. (H-3)
Nasaruddin menilai, pemberian beasiswa bagi mustahik hingga jenjang perguruan tinggi menjadi langkah strategis dalam memutus rantai kemiskinan antargenerasi.
Menag Nasaruddin Umar menegaskan komitmennya dalam memperkuat satuan pendidikan di bawah naungan Kementerian Agama melalui pengajuan tambahan anggaran
Menag Nasaruddin Umar ajak umat Islam jadikan Idulfitri 1447 H momentum asah empati sosial. Simak pesan menyentuh Menag tentang makna kemenangan sejati di sini.
Menag menambahkan, menjaga harmoni menjadi tanggung jawab bersama antara pemerintah dan ulama dalam menyikapi persoalan keagamaan.
Menag Nasaruddin Umar mengajak seluruh elemen bangsa menjadikan Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1948 sebagai momentum memperkuat persaudaraan dan merawat harmoni
Penandatanganan dilakukan di Kantor Pusat MUI, Jakarta, Selasa (10/3), dan MUI diwakili oleh Wakil Ketua Umum Dewan Pimpinan MUI, K.H. Marsudi Syuhud.
Agung menekankan perombakan kabinet juga diharapkan membawa perbaikan di berbagai sektor, mulai dari komunikasi publik, tata kelola pemerintahan.
Djohermansyah menyoroti seringnya pergeseran jabatan, bahkan terhadap nama yang sama, yang dinilai dapat mengganggu stabilitas kerja birokrasi.
Dudung juga membuka kemungkinan melakukan inspeksi mendadak (sidak) jika ditemukan program yang tidak berjalan sebagaimana mestinya.
Pelantikan Hasan tertuang dalam Keputusan Presiden (Keppres) RI Nomor 53P tahun 2026 tentang Pengangkatan Penasehat Khusus Presiden bidang Komunikasi.
Ia menjelaskan, hunian tersebut berlokasi di Jalan Kramat Raya, Kelurahan Kramat, Kecamatan Senen.
Pertemuan tersebut membahas terkait perkembangan pembangunan program hilirisasi di 13 lokasi di berbagai wilayah di Tanah Air.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved