Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PLT Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati mengatakan sistem peringatan dini akan semakin kuat apabila ilmu pengetahuan dikolaborasikan dengan teknologi mutakhir berbasis big data dan kecerdasan buatan tanpa mengabaikan kearifan lokal. Dengan demikian, ancaman bencana dapat diminimalisir dan diantisipasi semaksimal mungkin.
Hal tersebut disampaikan Dwikorita saat menjadi pembicara dalam 4th International Forum on Big Data for Sustainable Development Goals (FBAS 2024) di China. FBAS 2024 merupakan ajang dialog dan pertukaran informasi tentang teknologi big data dan kecerdasan buatan terkini, solusi komprehensif, demonstrasi aplikasi, dan strategi untuk pembangunan berkelanjutan regional.
"Target utama sistem peringatan dini adalah zero victim, namun hal tersebut tidak akan terwujud jika mengesampingkan kearifan lokal, meski didukung big data dan kecerdasan buatan," ungkap Dwikorita dalam keterangan resmi, Kamis (12/9).
Baca juga : BMKG: Masih Banyak Ketimpangan Peringatan Dini Bencana Alam
Dwikorita menerangkan, big data merupakan kumpulan data yang sangat besar, baik yang terstruktur maupun yang tidak struktur yang dapat digunakan dalam pengambilan keputusan. Sementara kecerdasan buatan, dimanfaatkan untuk manajemen penanganan bencana di Indonesia. Dengan pemanfaatan keduanya, maka kini para ahli dapat memprediksi, mempersiapkan, dan merespons bencana alam dengan lebih baik. Namun, kata Dwikorita, dengan mengkombinasikan dengan kearifan lokal, maka kerugian akibat bencana alam dapat semakin diminimalisir.
Dwikorita mengatakan, setiap masyarakat memiliki kearifan lokal dalam hal mitigasi bencana yang juga harus dimanfaatkan dalam sistem peringatan dini bencana modern. Pengetahuan dan pemahaman masyarakat lokal tentang bencana, kata Dwikorita, dapat mengisi kekosongan yang tidak dapat dilakukan oleh teknologi big data dan kecerdasan buatan.
Indonesia, lanjut Dwikorita, merupakan salah satu negara paling rawan bencana di dunia. Maka dari itu, menurut Dwikorita, integrasi antara big data, kecerdasan buatan, dan kearifan lokal merupakan upaya terbaik yang dapat dilakukan Indonesia untuk mewujudkan zero victim. Strategi ini, tambah dia, juga merupakan perwujudan dari "early warning, early action".
"Early warning itu sistemnya, early action itu aksi responsnya. Yang kita belum berhasil masih sering gagal itu ada di early action. Hal inilah yang coba kita integrasikan agar keduanya dapat tercapai," pungkasnya. (Ata/M-4)
Warga Suku Baduy mengikuti tradisi Seba Baduy di halaman Gedung Negara Provinsi Banten, Kota Serang, Banten.
Delegasi internasional WCPP 2026 mengapresiasi praktik pemasyarakatan berbasis kearifan lokal di Lapas Bangli dan Bapas Karangasem, Bali.
Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat menekankan pentingnya pengamalan Empat Pilar Kebangsaan untuk menjaga kelestarian alam dan harmoni kehidupan bernegara.
Masyarakat Pedukuhan Dukuhbandar, Desa Pakijangan, Kecamatan Bulakamba, Brebes masih mempertahankan tradisi Tumplek Ponjen dalam acara pernikahan.
Mengenal budaya 'Hafawah' Arab Saudi. Mengapa melayani tamu adalah seni dari hati bagi masyarakatnya?
MENTERI Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni mengatakan, kearifan lokal harus dimanfaatkan dalam upaya menjaga kelestarian hutan dan Daerah Aliran Sungai (DAS).
KERUGIAN materiel akibat bencana di Kota Sukabumi, Jawa Barat, mencapai sekitar Rp5 miliar. Berbagai bencana terjadi kurun tiga bulan atau selama periode Januari-Maret tahun ini.
Sejumlah siswa SDN Supiturang 02 mengikuti proses pembelajaran di ruang kelas madrasah diniyah di Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang.
Struktur tanah yang tipis di atas lapisan batuan membuat lereng sangat rentan runtuh, terutama saat dipicu curah hujan tinggi.
Banjir melanda Kampung Bojongasih, Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.
Pemerintah Kabupaten Flores Timur mencatat sebanyak 79 rumah rusak akibat gempa bumi berkekuatan magnitudo 4,7 yang terjadi pada Kamis (9/4).
Longsor menutup akses jalan nasional di Cadas Pangeran, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved