Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
IMUNISASI merupakan upaya mencegah penyakit dari virus dan bakteri. Imunisasi merupakan kebutuhan dasar anak yang wajib harus diberikan kepada anak. Imunisasi merupakan bagian upaya pencegahan penyakit yang tidak general dan spesifik sehingga imunisasi banyak dan berkali-kali dengan fokus penyakit.
Sayangnya masih ada orangtua yang tidak mau memberikan imunisasi kepada anaknya dengan alasan Kejadian Ikutan Pascaimunisasi (KIPI) yang ditimbulkan membuat panas atau demam sang anak. Kader Imunisasi Cipinang Besar II, Rita Sari, menceritakan di wilayahnya terdapat ibu muda dengan 2 anak yang merasa tidak mau repot dan lebih memilih tidak memberikan imunisasi kepada anak.
"Anak-anaknya tidak mau diimunisasi. Alasannya enggak mau sakitin anak dan tidak mau ribet. Hingga akhirnya anaknya termasuk stunting bahkan mengalami tuberkulosis (TB)," kata Rita saat ditemui di Jakarta Pusat, Selasa (23/7).
Baca juga : Imunisasi untuk Cegah KLB Polio di Ratusan Daerah
Dengan kondisi tersebut anggota kader dan pemerintah setempat mengupayakan dan dorong warga di wilayahnya untuk lakukan imunisasi. "Saya gregetan dan sampai kena TB. Bahkan harus ambil obat saja harus disamperin oleh tenaga kesehatan setempat. Padahal orangtua harus aktif berperan jadi pahlawan untuk memberikan imunisasi kepada anak," ujar dia.
Ketua UKK Tumbuh Kembang Anak Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), dr. Rini Sekartini, menjelaskan imunisasi yang diberikan lebih dari satu kali tetap aman. KIPI memang tidak besar. Ia mencontohkan dari 1.000 hanya 1 atau 2 timbulkan KIPI yang tidak berat sehingga jangan sampai buat ragu atau takut.
"Informasi sekarang sudah kejadian bagaimana anak kembali optimal perkembangan dan pertumbuhannya. Tokoh agama bisa berperan dengan landasan agama bisa memengaruhi orangtua untuk bisa memberikan imunisasi pada anak," ungkap Rini.
Selain itu edukasi imunisasi juga bisa diberikan sejak ibu hamil. PIN diberikan 2 tetes untuk menciptakan kekebalan kepada anak. Sekitar 78% kabupaten/kota di Indonesia punya risiko tinggi polio atau lumpuh layu mendadak. Kalau sudah kena, tidak bisa membaik.
"Jika sudah banyak melakukan imunisasi polio, anak lain bisa juga terlindungi. PIN Polio Putaran II mulai dilakukan dengan harapan memberikan kekebalan 95% anak Indonesia. Orangtua yang tidak mau memberikan imunisasi pada anak bisa dikategorikan menelantarkan anak," pungkasnya. (Z-2)
IDAI menekankan pentingnya imunisasi masif untuk mengatasi lonjakan kasus campak dan polio di Indonesia sebagai penyakit yang muncul kembali.
Kemenkes tetapkan vaksin meningitis dan polio sebagai syarat wajib haji 2026. Simak aturan waktu pemberian dan tips kesehatan dari ahli di sini.
Dokter mengingatkan orang tua untuk melengkapi imunisasi anak minimal dua pekan sebelum mudik Lebaran.
Kualitas surveilans AFP semakin baik melalui deteksi kasus lebih sensitif dan peningkatan kualitas spesimen.
Indonesia telah resmi mengakhiri wabah virus polio tipe 2, yang muncul akibat rendahnya cakupan imunisasi polio selama bertahun-tahun.
Turunnya angka imunisasi selama pandemi menyebabkan kembali munculnya kasus polio di beberapa daerah Indonesia.
Dinkes Kota Kediri memberi vaksin meningitis dan polio kepada 285 calon haji untuk mencegah penyakit saat beribadah.
Dinkes Berau ingatkan pentingnya imunisasi dasar lengkap untuk cegah penyakit berbahaya dan lindungi anak sejak dini.
CDC terbitkan peringatan level 2 terkait penyebaran virus polio di 32 negara, termasuk Spanyol, Inggris, dan Jerman.
Hal itu terjadi karena pemerintah Indonesia melaporkan adanya kasus Vaksin Derived Polio Virus (VDPV).
SEBANYAK 252 calon jemaah haji (Calhaj) Kota Pangkalpinang, Bangka Belitung (Babel), menjalani vaksin meningitis dan polio di sejumlah puskesmas.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved