Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
SEBUAH inisiatif unik telah muncul di komunitas kopi, menggabungkan tren kopi dengan kebaikan untuk anak berkebutuhan khusus. Program Barista Kecil, yang diberi nama Kopi ABK UMKM, menjadi jembatan bagi anak-anak yang mungkin diabaikan dalam kegiatan sehari-hari.
Kopi menjadi pilihan karena adanya tren minum kopi yang sedang merajalela. Di mana-mana kedai kopi bermunculan dan minat untuk belajar tentang kopi semakin meningkat.
Program ini tidak hanya tentang membuat minuman kopi, tetapi juga memberikan kesempatan bagi anak-anak untuk belajar keterampilan baru dan merasakan prestasi dalam pekerjaan yang mereka lakukan.
Baca juga : Festival Kopi Media Indonesia Angkat Keunggulan Kopi Konservasi Nusantara
“Kopi dipilih karena saat ini kan lagi tren kopi. Di mana-mana kedai kopi dan di mana-mana banyak yang ingin belajar kopi. Terus kita melihat anak anak yang berkebutuhan ini kan untuk mereka bisa beraktivitas ya melakukan kegiatan juga yang memberi manfaat bagi mereka,” jelas pelatih di Kopi ABK UMKM Frans Satriawan, di Festival Kopi Nusantara, yang diadakan Media Indonesia, Kamis (1/2).
Berjalan sudah enam bulan lamanya, Kopi ABK UMKM sudah merangkul anak-anak berkebutuhan khusus dengan pendekatan sosial dari hati ke hati.
Salah satu aspek menarik dari program ini adalah inklusivitasnya terhadap anak-anak berkebutuhan khusus. Selain itu, bertambahnya usia mereka yang terus berkembang agar tidak diam saja di rumah dan tetap bisa melakukan apa yang dilakukan orang normal.
Baca juga : Festival Kopi Nusantara Kembali Digelar Keenam Kalinya
“Sejalan dengan usia mereka yang semakin dewasa, mereka mau ngapain lagi nih. Karena kopi ini sekarang di mana-mana menjadi suatu daya tarik sehingga ada permintaan,” ungkap Frans.
Frans mengungkapkan setiap anak memiliki kebutuhan dan tantangannya sendiri. Ada dua jenis kebutuhan utama yang diprioritaskan, autisme dan sindrom Down. Meskipun setiap anak memiliki keunikannya sendiri, Frans menekankan kesabaran dan penyesuaian sebagai kunci kesuksesan.
“Anak ini beda-beda semua ini kan kita ada dua jenis berkebutuhan secara kekurangan, secara mental adalah autisme autistik dan down syndrome. Down syndrome masing masing anak ini beda beda semua. Autisme juga banyak sekali jenis jenisnya spektrumnya,” kata Frans.
Baca juga : HUT Media Indonesia Ke-54, Festival Kopi Nusantara Kembali Digelar
Anak-anak dalam program ini belajar untuk memahami proses pembuatan kopi, mulai dari jenis biji kopi hingga teknik penyeduhan yang tepat.
Meskipun ada tantangan dalam mempertahankan fokus dan melaksanakan instruksi, Frans menyaksikan perkembangan yang luar biasa dari setiap peserta. Ia mencatat kesabaran ekstra dan dukungan dari orangtua sangatlah penting.
“Kopinya ini kebetulan houseblend ya ada dari Aceh, Gayo Flores, Bajawa dan Robusta Temanggung. Anak-anak juga sekarang ini cukup gampang. Bisa memahami gimana cara bikin nya juga jadi gak gitu sulit,” ungkap Frans.
Baca juga : Kopi Fest Indonesia 2023 Siap Kunjungi Empat Kota Besar di Indonesia
Orangtua sangat antusias dan senang melihat perkembangan anak-anak mereka dalam program ini. Mereka merasakan kebahagiaan melihat anak-anak mereka semangat dan aktif dalam kegiatan yang bermanfaat. Dalam banyak kasus, orangtua merasakan kebanggaan melihat anak-anak mereka menemukan tujuan dan semangat hidup baru.
“Orangtuanya senang karena lihat anak anak ini. Beberapa anak ini sangat antusias, mereka jadi aktif. Melihat anaknya aktif itu dan ada semangat orang tuanya. Senang kalau lihat anaknya. Misal di rumah gak ngapa ngapain gitu loh kan. Jadi orangtua juga senang melihat anaknya semangat , positif sekali ada tujuannya gitu,” ujar Frans.
Dukungan dari masyarakat juga sangat penting dalam menjaga keberlangsungan program. Dana dari pembelian kopi akan disalurkan kepada yayasan dan kepada anak-anak berkebutuhan khusus yang menjadi baristai. Dengan dorongan dari masyarakat, program ini terus berkembang dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi anak-anak berkebutuhan khusus.
Baca juga : Cantumkan Kopi, bukan Coffee
Program Barista Kecil bukan hanya sekadar pelatihan keterampilan, tetapi juga sebuah komunitas yang memberikan harapan dan inspirasi bagi mereka yang mungkin terabaikan.
Dengan fokus pada inklusivitas dan kesabaran, program ini membuktikan bahwa setiap anak memiliki potensi untuk tumbuh dan berkembang, terlepas dari tantangan yang mereka hadapi. Dengan terus mendapat dukungan dan partisipasi dari masyarakat, kita dapat menciptakan lingkungan yang lebih inklusif dan berempati bagi semua individu. (Z-1)
Baca juga : Merayakan Minuman Pemersatu Nusantara
Pada Trade Expo Indonesia 2025, UMKM Bontang berhasil mencatatkan 20 kontrak dagang dan 1 nota kesepahaman (MoU) dengan buyer internasional.
Banyak di antara peserta merupakan generasi kedua pelaku usaha yang kini menghadapi berbagai tantangan baru.
Program ini juga memberikan pelatihan menyeluruh, mulai dari administrasi bank sampah, sistem pencatatan tabungan, hingga keterampilan daur ulang sampah.
TRANSFORMASI digital UMKM kian bergerak ke arah model “website-first”.
Kesenjangan pendanaan UMKM di Indonesia diproyeksikan mencapai Rp2.400 triliun. Amartha hadirkan solusi pembiayaan inklusif untuk tingkatkan pendapatan pelaku usaha.
Adhitya mengatakan sebagai wujud konkret semangat gotong-royong, MitMe Fest 2026 mendapat dukungan penuh dari mitra strategis lintas sektor.
Pemkab Temanggung bekerja sama dengan Sentra Terpadu Kartini membuka layanan terapi bagi anak berkebutuhan khusus.
Lestari Moerdijat mengatakan pemenuhan hak anak berkebutuhan khusus (ABK) dan disabilitas harus terus digencarkan di berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam hal pendidikan.
Ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan dalam mendukung inklusivitas serta pengembangan potensi anak-anak berkebutuhan khusus melalui aktivitas edukatif dan kreatif.
Pada 2026, Kemendikdasmen akan mengadakan pelatihan bagi guru pendamping yang akan menemani murid ABK di sekolah inklusi dan SLB.
Wenny mengingatkan, kebutuhan media belajar untuk anak disabilitas masih sangat besar.
tim dosen Universitas Padjadjaran (Unpad) PSDKU Pangandaran menginisiasi program edukasi yang berfokus pada literasi keuangan bagi orang tua.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved