Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
Makanan khas Bandung, Jawa Barat, ternyata sangat beragam, menawarkan cita rasa mulai dari yang manis hingga gurih.
Selain itu, keunikan makanan-makanan ini terlihat dari cara penamaannya yang sering kali menggunakan akronim dari nama bahan dan cara pembuatannya, seperti cilok yang berarti aci dicolok, atau batagor yang merupakan singkatan dari bakso tahu goreng.
Salah satu hal yang menarik, makanan-makanan ini tidak hanya lezat, tetapi juga memiliki harga yang terjangkau.
Dengan begitu, kamu bisa menikmati kuliner di Bandung tanpa harus khawatir menguras isi dompet.
Perpaduan antara cita rasa yang otentik, nama yang unik, dan harga yang terjangkau akan memberikan pengalaman kuliner yang tak terlupakan saat berkunjung ke Bandung.
Untuk mengetahui lebih banyak tentang makanan khas Bandung, simak informasi selengkapnya di sini.
Baca juga: Ada Seblak! Ini 10 Makanan Khas Jawa Barat yang Rugi Kalau Nggak Dicoba
![]()
Seblak merupakan salah satu makanan khas Bandung yang paling terkenal.
Makanan yang berbahan kerupuk rebus ini banyak diminati karena rasanya yang lezat, perpaduan antara gurih dan pedas.
Meski begitu, tidak semua seblak bercitarasa pedas. Kamu dapat mengatur tingkat kepedasan seblak sesuai yang kamu inginkan.
Cara membuat seblak cukup mudah. Pertama, kerupuk direndam di dalam air panas.
Kemudian, kerupuk tersebut dimasak menggunakan bumbu halus seperti bawang putih dan kencur.
Satu porsi seblak biasanya disajikan dengan berbagai macam isian, seperti telur, potongan daging ayam, bakso, suki, sayuran, dan sebagainya.
Makanan yang satu ini sangat mudah ditemukan, terutama di daerah Jawa Barat.
Kamu dapat membeli seblak mulai dari pedagang kaki lima sampai restoran.
Baca juga: 9 Makanan Khas Jawa Timur yang Paling Terkenal, Lezatnya Bikin Nagih!

Batagor juga termasuk makanan khas Bandung lain yang tak kalah terkenal.
Kepopuleran camilan yang satu ini telah terbukti dari banyaknya penjual batagor di luar Bandung.
Mulai dari pedagang kaki lima hingga restoran, kamu dapat menemukan batagor dengan mudah.
Batagor sendiri merupakan akronim dari kata "BAkso TAhu GOReng".
Camilan ini terbuat dari campuran tepung, udang, ikan tenggiri, dan tahu putih.
Semua bahan tersebut dibumbui lalu dibungkus memakai kulit lumpia dan digoreng.
Setelah matang, batagor akan disajikan dengan siraman bumbu kacang kecap, saus, sambal, dan air perasan jeruk limau.

Makanan khas Bandung yang selanjutnya yaitu peuyeum.
Peuyeum merupakan makanan yang terbuat dari singkong yang difermentasi.
Proses tersebut membuat singkong bertekstur lembut, empuk, dan bercitarasa manis dan asam.
Ketika kamu makan peuyeum, kamu bisa merasa hangat berkat kandungan ragi sebagai bahan fermentasi.
Selain dimakan langsung, peuyeum juga bisa dinikmati dengan cara digoreng menggunakan tepung.
Peuyeum juga bisa dijadikan bahan isian makanan lain, misalnya seperti es doger.
Baca juga: 16 Makanan Khas Bali yang Lezat dan Bikin Ngiler, Rugi Banget kalau Nggak Coba!
Lagi jalan-jalan ke Bandung, pastikan kamu mencoba surabi.
Surabi merupakan makanan yang terbuat dari tepung beras yang dicampur santan kelapa, dan terigu.
Semua bahan tersebut dicampur secara merata lalu dibakar menggunakan tungku.
Dari proses pembakaran tersebut, kamu akan mencium aroma lezat yang mampu menggugah selera.
Surabi disajikan dengan berbagai pilihan topping, mulai dari coklat, keju, hingga durian.
Kalau tidak suka manis, kamu juga bisa memesan surabi dengan topping rasa gurih atau asin, seperti oncom.
Makanan khas Bandung yang selanjutnya yaitu cilok alias aci dicolok.
Cilok merupakan makanan ringan yang sangat digemari banyak orang, mulai dari anak kecil hingga orang dewasa.
Camilan ini terbuat dari tepung tapioka alias aci sebagai bahan utama yang dicampur dengan bumbu lainnya.
Nantinya, adonan dibuat dalam bentuk bulat seperti bakso.
Terdapat dua jenis cilok, yaitu polos dan berisi lemak sapi.
Biasanya, cilok Bandung ini akan disajikan dengan siraman bumbu kacang yang bercitarasa pedas, gurih, dan manis.
Baca juga: 12 Makanan Khas Jawa Tengah yang Paling Terkenal, Wajib Dicoba dan Bisa Jadi Oleh-Oleh

Kalau cilok berarti aci dicolok, maka cireng artinya aci digoreng.
Ya, makanan khas Sunda memang sering diberi nama dari akronim bahan utama yang dibuat.
Seperti cireng yang terbuat dari tepung tapioka yang dibumbui dan digoreng.
Banyak orang yang menyukai makanan berwarna putih ini.
Pasalnya, cireng menghadirkan teksur yang unik, yaitu kenyal di bagian dalam dan garing di bagian luar.
Rasanya yang gurih juga bikin para penikmatnya ingin terus menerus mengonsumsinya.
Seiring berkembangnya waktu, cireng mengalami perubahan.
Kini, kamu bisa menemui berbagai jenis cireng, mulai dari yang polosan hingga yang memiliki isi aam, sosis, keju, dan sebagainya.

Makanan khas Bandung yang selanjutnya yaitu cimol yang artinya aci digemol.
Lagi-lagi, makanan khas yang satu ini menggunakan aci atau tepung tapioka sebagai bahan utamanya.
Bedanya, pada makanan ini, aci diolah dengan cara digemol alias dibentuk bulat-bulat lalu digoreng menggunakan minyak panas.
Cimol disajikan dengan berbagai pilihan bumbu bubuk, seperti rasa jagung bakar, keju, balado, barbeque, dan masih banyak lagi.
Makanan ini dapat dengan mudah ditemui di Bandung dan bahkan di seluruh Jawa Barat secara umum.
Umumnya, cimol dijual oleh pedagang kaki lima dengan harga yang terjangkau.
Teksturnya yang kenyal, renyah dan citarasanya yang gurih membuat banyak orang menyukai jajanan ini.
Baca juga: 8 Makanan Khas China Ini Punya Makna Unik, Mi Nggak Melulu Soal Panjang Umur
Cilung juga termasuk dalam deretan makanan khas Bandung yang dihasilkan dari bahan utama aci.
Singkatan cilung sendiri berasal dari "aci digulung".
Makanan ini diproduksi dari adonan aci atau tepung tapioka yang digulung menggunakan tusuk sate.
Setelah melalui proses penggorengan, cilung disajikan dengan bumbu bawang yang memiliki citarasa gurih dan pedas.
Saat ini, cilung tidak hanya hadir dalam bentuk polos, melainkan banyak yang menjual cilung dengan variasi isian yang menggugah selera, seperti bakso, daging ayam, keju, dan lain sebagainya.
Makanan ini sering ditemui di pinggir jalan, terutama di dekat sekolah.
Harganya pun terjangkau, biasanya berkisar antara Rp1.000 hingga Rp2.000 untuk satu tusuk cilung.
Basreng merupakan salah satu makanan khas Bandung yang secara harfiah berarti bakso goreng.
Sesuai dengan namanya, hidangan ini terbuat dari bakso ikan yang diiris tipis, kemudian digoreng dalam minyak panas.
Selama proses penggorengan, irisan bakso tersebut menjadi padat, memberikan tekstur renyah di luar dan lembut di dalam saat digigit.
Biasanya, basreng disajikan dengan berbagai bumbu seperti rasa asin, pedas, balado, keju, barbeque, dan lain sebagainya.
Banyak penjual yang menyajikan basreng dalam kemasan, sehingga selain untuk dinikmati sendiri, bisa juga dijadikan sebagai oleh-oleh untuk keluarga, teman, atau rekan kerja.
Baca juga: 5 Makanan Khas Jerman yang Cocok untuk Vegetarian, Simak Juga Asal-Usulnya

Jika ingin mencari makanan yang manis, kamu bisa mencoba misro.
Misro merupakan singkatan dari "amis di jero," yang jika diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia, artinya manis di dalam.
Camilan ini terbuat dari singkong yang diparut, di mana bagian dalamnya diisi dengan gula merah sebelum digoreng.
Penggunaan singkong memberikan rasa gurih, sementara gula merahnya menambahkan sentuhan manis.
Perpaduan rasa manis dan gurih pada misro membuat camilan ini sangat digemari oleh banyak orang.
Baca juga: 6 Makanan Khas Filipina yang Halal dan Menyehatkan, Simak Juga Sejarahnya
Nah, itulah beragam makanan khas dari Bandung, Jawa Barat, yang bisa kamu nikmati.
Jika diperhatikan dari daftar di atas, banyak makanan khas Bandung yang menggunakan aci sebagai bahan dasar.
Nama-nama makanannya juga unik, sering kali dibuat dengan merangkai akronim dari bahan dan metode pembuatannya.
Dengan harga yang terjangkau, pastikan untuk mencoba beberapa atau bahkan semua makanan ini saat kamu berkunjung ke Bandung.
Gempa magnitudo 4,0 mengguncang Kabupaten Tasikmalaya dini hari, Selasa (28/4). BMKG memastikan gempa tak berpotensi tsunami, getaran dirasakan di sejumlah wilayah.
Perindo menempatkan Jawa Barat sebagai prioritas utama dalam konsolidasi menuju Pemilu 2029.
Kebijakan transisi energi di Indonesia selama ini banyak dirancang di level nasional, mulai dari penetapan target bauran energi, skema pensiun dini PLTU, hingga negosiasi pendanaan.
Berdasarkan hasil analisis model cuaca global hingga lokal dan data observasi, BMKG menyimpulkan potensi hujan lebat dan angin kencang dapat terjadi dalam durasi singkat
BMKG keluarkan peringatan dini angin kencang di Jawa Barat dan hujan lebat di 11 wilayah Indonesia untuk 21 April 2026. Cek prakiraan cuaca lengkapnya.
Dinamika atmosfer saat ini dipengaruhi oleh pembentukan sirkulasi siklonik di wilayah barat dan timur Nusantara, yang memicu pertumbuhan awan hujan signifikan di berbagai wilayah Indonesia.
HARRIS Hotel & Conventions Festival Citylink Bandung menghadirkan promo kuliner Beyond Plates dengan menu lokal, Chinese, dan Western spesial HUT ke-30 Ascott.
Bandung tidak pernah mengajarkan untuk sekadar menghindari risiko. Yang ditekankan justru keberanian untuk menentukan posisi di tengah tekanan.
Membawa konsep Bar Takeover yang penuh energi, Holiday Inn Bandung Pasteur menghadirkan Street Bar Festival melalui kolaborasi bersama professional Bartender Mozzar.
Semangat Kartini tidak hanya hidup dalam memori, tapi selalu hadir dalam keseharian, di setiap langkah-langkah kecil perempuan yang berani melampaui batasan
Obesitas saat ini merupakan salah satu tantangan kesehatan global yang terus meningkat, dengan dampak signifikan terhadap kualitas hidup
GUBERNUR Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi atau biasa disapa KDM menyentil (Sekda) dan pejabat Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar terkait rencana penataan Gedung Sate
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved