Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
AJANG Z Fest yang menyasar generasi Gen Z dengan mengusung tema “Changing Indonesia for The Better” sukses dilaksanakan di GOR Bulungan, Jakarta Selatan, Minggu (17/12).
Dengan antusias tinggi, berbagai sekolah menengah atas atau kejuruan se-Jabodetabek mengikuti sejumlah perlombaan Lomba Ketangkasan Baris Berbaris (LKBB) Paskibraka.
Festival untuk Gen Z ini dilaksanakan sebagai wadah kreativitas bagi anak muda dalam mengasah keberanian serta kekompakan.
Baca juga : Transformasi Museum, Mendekatkan Aspek Budaya kepada Generasi Muda
Z Fest hadir sebagai festival bagi generasi zoomer (Gen Z) untuk mereka kelahiran tahun 1997 sampai pertengahan 2010.
Tercatat ada 25 peserta dari macam-macam SMA yang ada di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek) yang mengikuti ajang Z Fest, dengan ragam penampilan yang menarik.
Lomba Ketangkasan Baris Berbaris (LKBB) Paskibraka ini bukan hanya baris-berbaris biasa, karena dari setiap peserta dapat memberikan varian formasi yang membuat penonton terpukau.
Baca juga : Putra Anies Baswedan Sebut Gen Z Sangat Ingin Perubahan
Acara yang digarap oleh Perkumpulan Alumni Jakarta Bersatu (ASJB) ini hanya dapat diikuti oleh grup Paskibraka Jabodetabek yang sudah pernah memenangi lomba baik tingkat daerah atau nasional. Kriteria penilaian oleh juri dinilai dari tingkat kekompakan tim, keserasian kostum dan adanya atraksi yang menarik.
Hadir dalam acara tersebut, Jenderal TNI (Purn) Andika Perkasa. Sebagai alumni SMAN 6 Jakarta, ia berpesan, ada tiga hal penting yang mesti dimiliki oleh generasi muda saat ini.
Pertama, generasi Z harus mempunyai pikiran terbuka (open minded). Sebagai anak muda kita harus bisa membuka pikiran kita dalam melihat suatu hal.
Baca juga : Gen Z Rentan Alami Gangguan Kulit Gatal
"Sebagai generasi z, kita harus mau melihat hal-hal terbaru," ujar Andika.
Kedua, adalah tidak boleh terlalu sabar atau pasrah dengan keadaaan. Menurutnya, dari sikap tidak sabar akan muncul ide-ide kreatif yang berkembang.
Andika mengucapkan bahwa ketidaksabaran itu akan membuat otak berpikir kreatif dalam memecahkan masalah serta memicu untuk berpikir bagaimana membuat hidup bisa lebih mudah dan cepat.
Baca juga : Memahami Aba-aba Baris Berbaris serta Maksud dan Tujuannya
Yang ketiga, kata Andika, milikilah semangat yang tinggi dan selalu mempunyai pikiran bahwa akan ada harapan selagi berusaha dan bertekad.
"Dengan begitu kita akan menjadi generasi yang terbuka, kreatif dan penuh dengan harapan. Saya ingin nantinya adik-adik bisa sukses bukan hanya di Indonesia tapi di luar Negeri karena kita semua mempunyai kesempatan," tutupnya. (Z-4)
Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat dorong peningkatan literasi nasional manfaatkan tingginya minat baca Gen Z berdasarkan riset Jakpat 2025.
Setiap hari, jutaan video pendek muncul di TikTok dan dikonsumsi dalam hitungan detik oleh Generasi Z.
Edukator keuangan ungkap tren menarik: Suami Gen Z kini jadi inisiator perencanaan keuangan keluarga demi hindari kesalahan finansial masa lalu. Cek faktanya!
Ketua Umum PB PII, Abdul Kohar Ruslan, menegaskan bahwa tantangan organisasi pelajar saat ini semakin dinamis, terutama dengan dominasi Generasi Z yang sangat lekat dengan dunia digital.
Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA merilis hasil survei terbaru yang menunjukkan mayoritas masyarakat menolak wacana Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) dipilih oleh DPRD.
KENAIKAN harga rumah yang terus tinggi menjadi salah satu faktor harga rumah semakin sulit terjangkau, termasuk oleh gen Z. Di sisi lain, pertumbuhan pendapatan sangat minim.
Survei tersebut menempatkan Anwar Hafid sebagai satu-satunya wakil Sulawesi yang masuk jajaran 10 besar gubernur berkinerja terbaik secara nasional.
Di kota tropis seperti Jakarta, konsep 'summer' tidak sekadar musim, melainkan state of mind, tentang kebebasan, spontanitas, dan koneksi.
Kalangan Gen Z kini lebih mengedepankan personalisasi dan pengalaman dalam merancang hari istimewa mereka.
Generasi Z dan Milenial di Jakarta mulai meninggalkan konsep kepemilikan rumah sebagai simbol sukses. Simak analisis pakar properti terkait tren ini.
Bed rotting memiliki dimensi psikologis yang lebih kompleks, terutama terkait tekanan sosial dan proses pencarian jati diri.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved