Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
Puluhan petugas gabungan diturunkan untuk memadamkan kebakaran yang melanda kawasan hutan di Gunung Papandayan, Cisurupan, Garut, Jawa Barat. Para petugas berupaya menahan agar kebakaran tidak terus meluas dan menghanguskan areal tanaman hutan.
"Tim gabungan TNI, Polri, BPBD, Satpol PP, dan warga masyarakat yang berjumlah sekitar 80 orang sudah turun memadamkan kebakaran itu," kata Kepala Polsek Cisurupan Asep Saepudin yang ikut memadamkan kebakaran, Senin (23/10).
Ia menuturkan kebakaran hutan tersebut baru diketahui, Minggu (22/10) malam. Petugas gabungan langsung menuju lokasi untuk berupaya memadamkan api secara manual dengan peralatan seadanya.
Baca juga: Sepanjang 2023, Ogan Ilir Alami 259 Kali Karhutla
Lokasi kebakaran, kata dia, jaraknya cukup jauh dan sulit dijangkau apalagi dengan kendaraan mobil pemadam kebakaran. Kondisi itu membuat proses pemadaman sulit dilakukan.
Sampai saat ini, kondisi api terpantau masih menyala di kawasan hutan Gunung Papandayan. "Api masih ada tapi sudah mengecil dan sedang dilakukan upaya pemadaman secara manual," sambungnya.
Baca juga: Kabut Asap Makin Parah, Warga Padang Diwajibkan Memakai Masker
Selama proses pemadaman api di lokasi hutan dilakukan, kegiatan pendakian untuk umum sementara ditutup. Adapun, lokasi yang terbakar berada di Blok Tegal Alun kawasan
konservasi yang menjadi daerah perbatasan dengan Kabupaten Bandung dan jarang pendaki sampai ke lokasi itu.
"Lokasi Tegal Alun, tapi jarang pendaki yang sampai ke sana. Itu sudah perbatasan dengan Bandung," kata Asep. (Ant/Z-11)
Musim kemarau 2026 diprediksi berlangsung lebih panjang dari biasanya, membentang dari April hingga Oktober.
Kebakaran hutan di Jepang, tepatnya di Otsuchi, Prefektur Iwate, menghanguskan 1.373 hektare lahan. 3.000 warga dievakuasi dan personel militer dikerahkan.
Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia (APHI) mendorong penguatan langkah antisipasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menyusul adanya potensi fenomena El Nino pada pertengahan tahun 2026.
BMKG mengintensifkan operasi modifikasi cuaca (OMC) di Riau untuk menekan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sebelum puncak musim kemarau tiba.
Fenomena El Nino membuat musim kemarau 2026 datang lebih awal, lebih panjang, dan lebih kering.
Sinergi antara dunia usaha dan perguruan tinggi dinilai kian penting dalam menjawab tantangan pengelolaan hutan berkelanjutan di Indonesia.
Dari penanganan kebakaran lahan selama hampir empat bulan ini luas lahan terbakar di Kota Pekanbaru mencapai 32,9 hektare.
Kebakaran lahan di Desa Pandurungan, Tapanuli Tengah, dipicu pembakaran sampah. Api sempat mendekati rumah warga sebelum dipadamkan tim gabungan TNI dan Damkar.
LUAS kebakaran lahan di Kota Pekanbaru dari 1 Januari hingga 29 Januari 2026 nyaris mencapai sembilan hektare (ha), tepatnya mencapai 8,51 ha.
Patroli pencegahan telah mulai digencarkan, khususnya di Provinsi Riau, untuk mengantisipasi peningkatan kerawanan karhutla.
Berdasarkan evaluasi nasional, luas karhutla sepanjang 2025 tercatat sekitar 359 ribu hektare atau 0,19 persen dari total daratan Indonesia.
YAYASAN Madani Berkelanjutan mencatat bahwa hingga Agustus 2025 terdapat sekitar 218 ribu hektare area indikatif lahan gambut terbakar.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved