Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
DOKTER spesialis dermatologi dan venereologi lulusan Universitas Indonesia Marsha Bianti mengingatkan untuk menghindari bahan-bahan yang dapat mengiritasi kulit, seperti yang mengandung eksfolian atau pengelupasan, setelah terpapar sinar matahari.
"Setelah paparan sinar matahari, hindari bahan-bahan yang dapat mengiritasi kulit, contohnya seperti produk-produk yang mengandung eksfolian seperti AHA, BHA, atau asam-asam yang lain," ucap Marsha, dikutip Kamis (14/9).
Dokter yang juga anggota Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia (Perdoski) itu mengatakan penggunaan bahan perawatan kulit yang mengandung retinol juga sebaiknya ditunda dulu agar tidak menyebabkan iritasi kulit yang lebih lanjut.
Baca juga: Ini Perbedaan Sunscreen Chemical, Physical, dan Hybrid
Selain itu, prosedur seperti waxing (mencabut bulu menggunakan lilin khusus) dan bercukur juga tidak disarankan setelah kulit terpapar sinar matahari terutama setelah paparan berat karena bisa menyebabkan kulit lebih teriritasi.
Jika sudah terkena sinar matahari atau berkeringat, Marsha menyarankan untuk menenangkan kulit dan menyamakan suhu kulit dan suhu ruangan terlebih dahulu sebelum mandi.
"Paling tidak suhu badan sama suhu luar kurang lebih sama, apalagi habis kita panas-panasan atau berolahraga itu suhu dalam tubuh kita meningkat, perbedaan suhu ekstrem itu yang kita hindari," kata Marsha.
Baca juga: Orangtua Diingatkan tidak Asal Pakai Skincare untuk Bayi
Marsha juga mengatakan selain mandi, seseorang juga bisa menggunakan pelembab atau menggunakan after sun lotion atau losion khusus setelah paparan sinar matahari untuk mendinginkan kulit.
"Mandi air yang dingin kemudian setelah itu penggunaan pelembab supaya ada ademnya, biasanya ada penggunaan after sun lotion menggunakan aloe vera atau bahan-bahan lain yang bisa mendinginkan kulit," ucap Marsha.
Bagi para perempuan yang menggunakan riasan atau make up dan yang menggunakan tabir surya, Marsha mengatakan sebaiknya melakukan double cleansing (pembersihan ganda) dengan didahului pembersih wajah yang bahan dasarnya minyak seperti micellar water atau cleansing oil.
Setelah itu, lanjutkan membersihkan kulit termasuk wajah dengan air dan sabun termasuk untuk membersihkan kulit dari polusi maupun debu-debu yang lain.
Marsha juga menyarankan untuk mengonsumsi air mineral dalam jumlah yang cukup untuk kulit ketika terkena paparan matahari, sementara untuk mengatasi polusi udara, konsumsi makanan yang mengandung antioksidan agar kulit tahan terhadap oksidasi bebas di lingkungan.
"Makan buah dan sayur yang kaya vitamin C, protein nabati, protein hewani seperti ikan itu juga bagus," kata Marsha.
Marsha juga menyarankan untuk selalu menggunakan tabir surya jika keluar rumah dan jika dirasa matahari terlalu terik, bisa menggunakan pakaian yang menutup kulit atau penutup tambahan seperti payung atau topi.
Jika terjadi sunburn atau kulit terbakar dengan gejala kulit merah, perih atau sampai muncul lenting melepuh, sebaiknya segera konsultasikan ke dokter kulit. (Ant/Z-1)
Aston Gejayan Yogyakarta sukses gelar Beauty Class Own Your Glow memperingati Hari Kartini, diikuti peserta lintas generasi dari anak SD hingga lansia.
Anne Hathaway kini kembali menoreh prestasi setelah dinobatkan sebagai “Wanita Tercantik di Dunia” versi Majalah People untuk tahun 2026.
Temukan perbedaan mendasar antara perawatan anti-aging dan filosofi ageless beauty. Panduan lengkap memilih pendekatan kecantikan yang tepat untuk kulit.
Panduan lengkap perawatan ageless beauty yang sedang tren. Temukan jenis perawatan medis, gaya hidup, dan tips menjaga kulit tetap kencang dan sehat.
Industri ritel kecantikan di Indonesia terus berkembang seiring perubahan pola konsumsi dan strategi bisnis pelaku usaha.
Seiring mudahnya akses terhadap produk skincare di pasaran, edukasi berbasis sains sangat krusial agar masyarakat dapat memilih produk dengan benar dan aman.
Dokter spesialis kulit dr. Arini Astasari Widodo menyarankan perawatan kulit dilakukan 6 bulan sebelum pernikahan demi hasil maksimal dan makeup menempel sempurna.
Skin booster adalah prosedur perawatan kulit dengan cara menginjeksikan bahan aktif—biasanya berupa Hyaluronic Acid (HA) konsentrasi rendah—ke lapisan dermis kulit.
Dokter spesialis kulit menyarankan perawatan kulit dimulai 6 bulan sebelum pernikahan demi hasil maksimal dan menghindari risiko iritasi menjelang hari H.
Teknologi ini mengantongi sertifikasi dari dua badan besar dunia, yakni US FDA (Amerika Serikat) dan KFDA (Korea Selatan).
Demam beauty-wellness mendorong tren perawatan estetik, tetapi persoalan kesehatan gigi dan mulut masih menjadi pekerjaan rumah besar.
Bagi Gen Z dan Gen Alpha, hasil yang cepat dan nyata menjadi nilai penting, sejalan dengan ritme hidup mereka yang dinamis.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved