Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
MENURUT Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), skeptis adalah kurang percaya atau ragu-ragu (terhadap keberhasilan ajaran dan sebagainya).
Skeptis merupakan istilah yang merujuk pada skeptisisme, suatu aliran pemikiran yang menandai pandangan bahwa segala hal tidak dapat dianggap sebagai kepastian mutlak dan sebaliknya, dipandang dengan keraguan dan sikap waspada terhadap kebenarannya.
Skeptisisme pada dasarnya adalah suatu pendekatan dalam filsafat manusia yang terkait dengan kapasitas kognitif seseorang. Kata ini sering digunakan dalam konteks diskusi yang melibatkan pertimbangan mengenai suatu fenomena atau pandangan tertentu.
Baca juga: Arti Kata Manifestasi dan Contoh Kalimatnya
Walau sering kali diasosiasikan dengan nuansa negatif, sikap skeptis juga dapat memiliki dimensi positif yang bernilai. Orang yang bersikap skeptis cenderung mempertanyakan dan merenung dengan argumen terstruktur, bertujuan untuk menimbulkan keraguan yang sehat demi mencapai pemahaman yang lebih mendalam, akurat, dan seimbang.
Dalam konteks berfilsafat, terdapat lima bentuk utama pandangan skeptis yang berbeda berdasarkan bagaimana cara mereka memandang kebenaran atau pengetahuan. Jenis-jenis pandangan skeptis tersebut meliputi:
Baca juga: Arti Kata POV, Bahasa Gaul yang Viral di Media Sosial
1. Skeptisisme Dogmatis
2. Skeptisisme Pyrrhonius
3. Skeptisisme Empiris Fondasionalis
4. Skeptisisme Rasionalis Fondasionalis
5. Skeptisisme Otoriter
Manifestasi sikap skeptis tampak dalam berbagai bidang kehidupan dan pemikiran, termasuk dalam situasi sehari-hari, pandangan terhadap ajaran atau tradisi, pendekatan terhadap pengobatan, serta dalam pengaplikasian ilmu pengetahuan. Beberapa contoh keterwakilan sikap skeptis di berbagai aspek tersebut adalah sebagai berikut:
- Mereka yang meragukan klaim tentang kandungan bahan pada produk makanan atau minuman.
- Orang yang memiliki keraguan terhadap kemampuan individu lain dalam menyelesaikan tugas atau tanggung jawab.
- Individu yang secara alami mencurigai kebenaran di balik iklan atau materi pemasaran.
- Orang yang mempertanyakan dan menilai kembali kebenaran ajaran agama atau kepercayaan tradisional.
- Individu yang meragukan akurasi dan relevansi dari ritual adat atau kebudayaan yang diwariskan dari generasi sebelumnya.
- Mereka yang tidak sepenuhnya percaya pada efikasi atau khasiat obat-obatan herbal atau alternatif.
- Orang yang merasa skeptis terhadap metode pengobatan seperti akupuntur atau terapi yang belum memiliki dasar ilmiah yang kuat.
- Individu yang meragukan diagnosis atau rekomendasi medis yang diberikan oleh para profesional kesehatan.
- Mereka yang menerapkan pemikiran skeptis terhadap klaim atau teori ilmiah yang belum memiliki bukti empiris yang cukup kuat.
- Individu yang meragukan atau menantang keyakinan umum yang telah mapan dalam ilmu pengetahuan, seperti kontroversi seputar bentuk bumi atau asal-usul alam semesta.
Agar tidak jatuh dalam pola pikir skeptis yang berlebihan, penting untuk menjaga keseimbangan dan kebijaksanaan. Beberapa cara yang dapat diambil untuk menghindari berlebihan bersikap skeptis adalah:
- Membiasakan diri untuk terlibat dalam diskusi yang memungkinkan pertukaran pandangan dan pengetahuan.
- Mengajukan pertanyaan dan mencari pemahaman yang lebih baik melalui dialog.
- Mempertahankan sikap terbuka terhadap sudut pandang dan argumen orang lain, bahkan jika bertentangan dengan pandangan kita sendiri.
- Mengakui bahwa kebenaran bisa hadir dalam berbagai perspektif.
- Berupaya untuk mengurangi perilaku meragukan atau mencurigakan terhadap orang lain.
- Menggantikan sikap skeptis yang berlebihan dengan sikap saling mendukung dan menghargai.
- Menghadapi kegagalan dengan bijaksana dan melihatnya sebagai kesempatan untuk belajar dan tumbuh.
- Menghindari membangun pandangan skeptis yang merugikan sebagai hasil dari pengalaman buruk.
- Ketika konsep atau informasi belum memiliki dukungan bukti yang kuat, lebih baik untuk bersikap netral dan menahan diri dari penilaian atau kesimpulan berlebihan.
- Menghindari terjebak dalam pemikiran yang keras kepala atau keras hati. (Z-10)
Penelitian terbaru mengungkap sensasi "mistis" di gedung tua sering kali disebabkan oleh infrasonik dari pipa dan ketel uap, bukan makhluk halus.
Studi terbaru mengungkap ingatan manusia tidak akurat dalam melacak konsumsi alkohol. Simak mengapa catatan harian lebih efektif dibanding kuesioner medis biasa.
DI tengah tuntutan efisiensi dan produktivitas, perusahaan semakin mengandalkan pendekatan berbasis data dalam mengelola sumber daya manusia (SDM).
Pendekatan yang terlalu keras atau sepihak untuk membatasi penggunaan medsos justru berisiko membuat anak memberontak.
Studi PISA dan data global menunjukkan kemampuan kognitif Gen Z menurun di beberapa aspek. Apa penyebabnya dan keunggulannya?
Mengapa emosi bisa berujung kekerasan? Psikolog UGM & UI jelaskan peran Amigdala vs Prefrontal Cortex serta cara mencegah perilaku impulsif.
Jeni memang tercatat sebagai pemegang gelar Puteri Indonesia Riau 2024. Namun, posisi tersebut dinilai membawa tanggung jawab besar.
Studi Herbalife mengungkap 88 persen konsumen Indonesia rutin konsumsi suplemen, namun banyak yang belum memahami dosis aman dan risiko interaksi obat.
Kenali perbedaan bakteri, virus, jamur, dan protozoa serta cara efektif memutus rantai penyebaran kuman demi menjaga kesehatan tubuh.
Menjelang Hari Buruh, laporan Indonesia Health Insights Q2 2026 mengungkap telekonsultasi mampu tangani 95 persen kasus medis dan tekan biaya kesehatan hingga 15 persen.
Sering memangku laptop? Hati-hati, kebiasaan ini bisa memicu gangguan kulit, masalah kesuburan, hingga nyeri punggung. Simak penjelasan medis dan tips aman.
Pemerintah Kota Tangerang melalui Dinas Kesehatan kembali menorehkan prestasi membanggakan ditingkat nasional dengan meraih penghargaan sebagai Kota Unggul dalam Inovasi ibu dan anak.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved