Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PAKAR dermatologi yang berpraktik di Rumah Sakit Pusat Pertamina Danar Wicaksono menyarankan orang-orang melakukan perawatan kulit pada malam hari karena saat itu kulit lebih mudah dan efektif menyerap produk perawatan kulit.
"Waktu malam tidak boleh enggak pakai skincare, karena permeabilitas (kulit) lebih efektif," ujarnya, dikutip Selasa (8/8).
Oleh karenanya, lanjut Danar, seorang akan sangat merugi bila membiarkan kulit tidak dirawat pada malam hari.
Baca juga: Pelembab Sebaiknya Dipakai Sebelum Produk Perawatan Kulit
Dia kemudian mengatakan kulit pada malam hari memiliki derajat keasamaan atau pH yang lebih rendah ketimbang siang hari sehingga lebih efektif menyerap bahan-bahan aktif tertentu dari produk perawatan kulit.
"Ini berbeda dari siang hari dengan paparan segala macam seperti polusi, sinar UV, kulit menjadi lebih basah. Biasanya kalau lebih basah, bahan-bahan aktif yang memerlukan suasana asam itu biasanya lebih tidak efektif padas siang hari, tetapi lebih efektif pada malam hari," jelas dokter yang menempuh pendidikan Universitas Gajah Madja itu.
Hal itu, sambung dia, berlaku untuk bahan aktif demi mencapai tujuan tertentu misalnya menyamarkan flek hitam dan salah satu kandungan yang terbukti efektif dalam menyamarkan flek hitam yakni vitamin C.
Baca juga: Salah Pakai Skincare Bisa Rusak Skin Barrier
Vitamin C memiliki properti antioksidan melawan stres oksidatif dan memiliki kemampuan untuk menghambat enzim tyrosinase yang berperan dalam proses pigmentasi yang bekerja dengan lebih optimal pada pH rendah.
Dia menekankan kembali bahwa produk mengandung vitamin C yang diberikan pada malam hari lebih efektif untuk melawan kulit kusam, warna tidak merata, serta flek hitam yang disebabkan oleh produksi melanin yang berlebihan.
Danar menyarankan orang-orang menggunakan produk perawatan kulit dengan vitamin C berbentuk asam askorbik karena lebih ampuh apabila berada pada suasana kulit yang asam yakni malam hari.
Namun, bukan berarti seseorang tidak boleh memakai produk dengan kandungan vitamin C di waktu lain. Pada siang hari, Danar menyarankan penggunaan produk perawatan mengandung vitamin C dalam bentuk ascorbyl glucoside karena tidak memerlukan suasana yang tidak terlalu asam untuk memberikan dampak.
"Memang tidak seampuh yang malam tetapi kita membutuhkannya (vitamin C pada siang hari) untuk melindungi kulit dari paparan sinar UV. Jadi, lebih ke bentuknya saja biar tidak terlalu iritatif tetapi kita dapat efek yang terbaik," pungkas Danar. (Ant/Z-1)
Aston Gejayan Yogyakarta sukses gelar Beauty Class Own Your Glow memperingati Hari Kartini, diikuti peserta lintas generasi dari anak SD hingga lansia.
Anne Hathaway kini kembali menoreh prestasi setelah dinobatkan sebagai “Wanita Tercantik di Dunia” versi Majalah People untuk tahun 2026.
Temukan perbedaan mendasar antara perawatan anti-aging dan filosofi ageless beauty. Panduan lengkap memilih pendekatan kecantikan yang tepat untuk kulit.
Panduan lengkap perawatan ageless beauty yang sedang tren. Temukan jenis perawatan medis, gaya hidup, dan tips menjaga kulit tetap kencang dan sehat.
Industri ritel kecantikan di Indonesia terus berkembang seiring perubahan pola konsumsi dan strategi bisnis pelaku usaha.
Seiring mudahnya akses terhadap produk skincare di pasaran, edukasi berbasis sains sangat krusial agar masyarakat dapat memilih produk dengan benar dan aman.
Dokter spesialis kulit dr. Arini Astasari Widodo menyarankan perawatan kulit dilakukan 6 bulan sebelum pernikahan demi hasil maksimal dan makeup menempel sempurna.
Skin booster adalah prosedur perawatan kulit dengan cara menginjeksikan bahan aktif—biasanya berupa Hyaluronic Acid (HA) konsentrasi rendah—ke lapisan dermis kulit.
Dokter spesialis kulit menyarankan perawatan kulit dimulai 6 bulan sebelum pernikahan demi hasil maksimal dan menghindari risiko iritasi menjelang hari H.
Teknologi ini mengantongi sertifikasi dari dua badan besar dunia, yakni US FDA (Amerika Serikat) dan KFDA (Korea Selatan).
Demam beauty-wellness mendorong tren perawatan estetik, tetapi persoalan kesehatan gigi dan mulut masih menjadi pekerjaan rumah besar.
Bagi Gen Z dan Gen Alpha, hasil yang cepat dan nyata menjadi nilai penting, sejalan dengan ritme hidup mereka yang dinamis.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved