Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memantau eks Siklon Tropis Ellie di daratan Australia bagian barat. Siklon tersebut memiliki kecepatan angin maksimum 30 knot dan tekanan terendah 997 mb.
"Potensi sistem untuk tumbuh menjadi siklon tropis dalam 24 jam ke depan berada dalam kategori rendah. Siklon itu memberikan dampak tidak langsung dalam 24 jam terhadap kondisi cuaca di Indonesia," jelas Kepala Pusat Meteorologi Publik BMKG Fachri Radjab saat dihubungi, Selasa (3/1).
Baca juga: MTI: Informasi Cuaca Jangan Menakuti Masyarakat
Adapun dampak yang ditimbulkan, termasuk hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di wilayah Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur.
Lalu, angin Kencang di Laut Jawa, Samudera Hindia Selatan Jawa, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Laut Sumbawa, Laut Flores dan Laut Arafuru. Siklon itu juga berpotensi menyebabkan tinggi gelombang 1,25-2,5 meter di Laut Jawa bagian Barat, Laut Bali, Selat Lombok bagian Utara dan Laut Banda bagian Utara.
Berikut, tinggi gelombang 2,5-4,0 Meter di Perairan Selatan Banten hingga Jawa Tengah, Perairan Utara Jawa Tengah hingga Kep.Kangean, Laut Jawa bagian Tengah hingga Timur, Perairan Utara Bali hingga Flores.
Baca juga: BMKG Ingatkan Potensi Hujan Lebat hingga Akhir Februari
Kemudian, Laut Sumbawa, Laut Flores, Selat Bali-Lombok-Alas-Sape Bagian Selatan, Selat Sumba, Selat Ombai, Selat Wetar, Laut Sawu, Perairan Selatan Flores dan Selat Makassar Bagian Selatan. Serta, Perairan Kepulauan Selayar–Sabalana, Laut Banda bagian Selatan, Perairan Kep. Sermata–Tanimbar dan Laut Arafuru
Di samping itu, tinggi gelombang 4,0-6,0 meter di Perairan Selatan Jawa Timur, Perairan Selatan Pulau Sumba, Perairan Pulau Sabu, Perairan Kupang-Pulau Rote, Samudra Hindia Selatan Jawa Tengah hingga NTT dan Laut Timor.(OL-11)
BMKG menyebut, kombinasi dinamika atmosfer tersebut meningkatkan potensi hujan sedang hingga lebat, bahkan hujan lebat hingga sangat lebat di beberapa wilayah Indonesia.
Memasuki siang hari, sebagian besar Jakarta mulai turun hujan kecuali Jakarta Barat yang akan berawan dan Kepulauan Seribu yang akan turun hujan disertai petir.
Untuk wilayah DKI Jakarta, hujan diproyeksikan masih akan terjadi selama satu pekan ke depan.
BMKG memprediksi kondisi cuaca cerah berawan akan terjadi di Jakarta Pusat, Jakarta Barat, Jakarta Selatan, Jakarta Utara, Kabupaten Kepulauan Seribu.
Memasuki siang hari, sebagian besar wilayah Jakarta akan berawan kecuali Jakarta Selatan dan Jakarta Timur akan turun hujan ringan.
BMKG kembali mengeluarkan peringatan bagi masyarakat Indonesia untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem dalam sepekan ke depan.
Menjelang malam intensitas hujan semakin meningkat hingga mengakibatkan sejumlah daerah mulai tergenang termasuk di antaranya jalur Pantura Semarang-Demak.
Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta Marulitua Sijabat menegaskan, langkah mitigasi telah disiapkan untuk merespons dinamika iklim ekstrem tersebut.
BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Kendari mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem di Sultra hingga 4 Mei 2026. Waspada banjir dan longsor.
BMKG memprakirakan seluruh wilayah Jakarta akan diguyur hujan pada Rabu sore. Waspadai potensi bencana hidrometeorologi seperti genangan dan luapan air.
BMKG mengingatkan potensi hujan lebat disertai petir pada siang-sore hingga awal Mei 2026, di tengah suhu panas yang bisa tembus 37°C di sejumlah wilayah.
BMKG memprakirakan Jakarta akan diguyur hujan ringan pada Selasa (28/4). Simak rincian cuaca, suhu, dan kecepatan angin selengkapnya di sini.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved