Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
MAHASISWA harus mampu memiliki keterampilan yang relevan dengan berbagai perubahan yang terjadi. Sehingga dituntut selalu menjadi pembelajar yang baik untuk meningkatkan keterampilan sebagai bekal menghadapi berbagai tantangan di masa depan.
"Berbuat kesalahan adalah hal yang wajar dalam upaya menuju peningkatan keterampilan. Terpenting bagaimana kita segera memperbaiki kesalahan itu dan memiliki keterampilan yang mampu menjawab tantangan zaman," kata Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat saat menjadi pembicara kunci pada Musyawarah Nasional Forum Komunikasi Mahasiswa Politeknik se-Indonesia yang diselenggarakan di Politeknik Balekambang di lingkungan Pondok Pesantren Roudlotul Mubtadiin Balekambang, Jepara, Jawa Tengah, Sabtu (23/7).
Sebagai generasi penerus bangsa, ujar Lestari, mahasiswa dituntut memiliki keterampilan dan kemampuan yang mumpuni dalam menyikapi berbagai perubahan yang terjadi.
Karena, jelas Rerie, sapaan akrab Lestari, di era disrupsi saat ini yang pasti adalah perubahan itu sendiri, baik terjadi di sektor politik, ekonomi, sosial dan budaya, serta dampak pandemi dalam tiga tahun terakhir.
Generasi muda, tambahnya, harus benar-benar mempersiapkan diri untuk menghadapi tantangan tersebut.
Di samping mumpuni dalam keterampilan, tegas Anggota Majelis Tinggi Partai NasDem itu, generasi penerus bangsa harus mampu melandasi setiap kiprahnya dengan nilai-nilai kebangsaan yang merupakan warisan dari pendiri negeri, seperti Pancasila, UUD 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan Bhinneka Tunggal Ika.
Dengan memiliki keterampilan yang selalu relevan dan semangat kebangsaan yang tinggi, Rerie yang juga anggota Komisi X DPR RI dari Dapil II Jawa Tengah itu berharap, bonus demografi dapat direalisasikan pada 2045 dalam bentuk Generasi Emas yang mampu menjawab berbagai tantangan.
Selain dalam bentuk Politeknik, perhatian Pondok Pesantren Roudlotul Mubtadiin Balekambang dalam meningkatkan mutu pendidikan sangat tinggi.
Pada Kamis (21/7) Pondok Pesantren Balekambang juga menggelar Seminar Pendidikan Nasional dengan tema Peningkatan Kompetensi Pendidik dan Tenaga Kependidikan.
Seminar yang diikuti para kepala sekolah Madrasah Ibtidaiyah, Madrasah Tsanawiyah dan Madrasah Aliyah se-Demak, Kudus dan Jepara itu, menghadirkan Direktur Sekolah Sukma Bangsa Aceh Ahmad Baedowi, sebagai narasumber.
Pada seminar tersebut para peserta dapat berbagai masukan terkait pola-pola pengajaran yang dapat meningkatkan kompetensi para pendidik sehingga menghasilkan siswa-siswi yang berkarakter dan memiliki daya saing, seperti murid-murid di Sekolah Sukma Bangsa di Aceh. (OL-8)
J&T Express luncurkan J&T Connect Preneur Goes to Campus. Program inkubasi mahasiswa dengan total hadiah Rp225 juta dan mentoring bisnis digital.
Situasi di lingkungan kampus juga dinilai belum menunjukkan keberpihakan terhadap korban, bahkan muncul dugaan adanya intimidasi terhadap korban dan keluarganya.
BNPP mendorong para mahasiswa untuk memanfaatkan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) sebagai laboratorium belajar lapangan di perbatasan
Gubernur Sultra Andi Sumangerukka kucurkan Rp1,8 miliar dana pribadi untuk beasiswa 150 mahasiswa akibat kendala APBD.
Melalui dana zakat, Baznas akan terus berkomitmen mendukung gagasan-gagasan dan cita-cita anak muda yang berkontribusi untuk kemajuan bangsa.
Transparansi pendanaan organisasi nonpemerintah (NGO) menjadi sorotan di tengah meningkatnya arus modal global dan aktivitas lembaga swadaya masyarakat di Indonesia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved