Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KETUA Umum Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Tri Tito Karnavian meminta para orangtua memanfaatkan perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) untuk mempelajari asupan gizi bagi anak.
Menurutnya, melalui gadget dan internet, orangtua dapat dengan mudah mendapatkan informasi nilai gizi bahan pangan, sehingga bisa mengukur asupan gizi dan vitamin bagi anak serta keluarga.
"Semua apa yang kita sediakan untuk keluarga itu sekarang dengan gampang kita bisa belajar sendiri dengan melihat informasi di HP (handphone), karena saya yakin Ibu-Ibu semua, para Bapak-Bapak punya HP, gunakan gadget-nya untuk hal-hal yang positif dan meningkatkan kualitas keluarga," kata Tri, Rabu (29/6).
Menyediakan makanan bergizi, ujar Tri, tak mesti berbiaya mahal. Sebaliknya menyediakan makanan keluarga yang bernilai gizi dapat diperoleh dengan memanfaatkan panganan lokal.
Baca juga: 3.693 Balita di Kota Depok Alami Stunting
Maka, untuk memperoleh produk pangan yang memenuhi gizi seimbang, masyarakat harus terus meningkatkan pengetahuan tentang gizi.
"Yang praktis, yaitu menyediakan makanan yang seimbang dan bergizi kepada anak-anak, tidak harus mahal tapi bisa kita dapatkan sehari-hari, misalnya menyediakan telur, sumber protein lainnya dan itu bisa dipelajari di HP-nya," tutur Tri.
Guna menurunkan angka prevelensi stunting, Tri meminta semua pihak bekerja sama dalam upaya pemenuhan gizi bagi anak. Bahkan, menurut Tri, pemenuhan gizi seimbang perlu dilakukan sejak janin dalam kandungan.
"Saya di sini sebagai Ketua Umum TP PKK membuka asistensi tentang (isi) piringku untuk pencegahan stunting," pungkasnya.(OL-5)
Kemenkes RI luncurkan Konsorsium 1000 HPK bersama Rabu Biru Foundation untuk mengintegrasikan intervensi kesehatan ibu dan anak demi target Indonesia Emas 2045.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara mencatat prevalensi stunting di wilayah tersebut berada di kisaran 26,1 persen dan ditargetkan turun sebesar lima persen pada 2026.
Studi IHDC mengungkap hubungan signifikan antara stunting, anemia, dan rendahnya kemampuan working memory pada anak usia sekolah di Indonesia.
Wakil Wali Kota Tangsel Pilar Saga Ichsan targetkan angka stunting turun ke 7% pada 2026 melalui kolaborasi stakeholder dan penguatan peran SPPG.
IDAI ingatkan orangtua mengenai pentingnya kurva pertumbuhan untuk pantau tumbuh kembang anak secara akurat dan cegah salah diagnosis stunting.
Presiden INA Dr. dr. Luciana B. Sutanto menekankan pentingnya protein dan zat besi untuk kecerdasan anak serta pencegahan stunting dan anemia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved