Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
TALASEMIA adalah kelainan darah bawaan yang ditandai kurangnya protein pembawa oksigen dan jumlah sel darah merah dalam tubuh yang kurang dari normal. Penderita Talasemia harus melakukan transfusi darah sepanjang usianya. Penyakit ini bisa dicegah dengan deteksi dini.
Plt Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular Kementerian Kesehatan dr. Elvieda Sariwati, M.Epid mengatakan deteksi dini bertujuan mengidentifikasi pembawa sifat talasemia agar tidak terjadi perkawinan sesama pembawa sifat. "Sampai saat ini talasemia belum bisa disembuhkan namun dapat dicegah kelahiran bayi Talasemia Mayor dengan menghindari pernikahan antarsesama pembawa sifat, atau mencegah kehamilan pada pasangan pembawa sifat talasemia yang dapat dideteksi dini pada populasi tertentu," kata Elvieda dalam diskusi daring, beberapa waktu lalu.
Baca juga:Dirjen Dikti-Rinstek Tinjau Pelaksanaan UTBK-SBMPTN di UI dan UNJ
Talasemia secara klinis ada tiga jenis, yakni Talasemia mayor, Talasemia intermedia, dan Talasemia minor/trait/pembawa sifat.
Pasien Talasemia mayor memerlukan transfusi darah secara rutin seumur hidup antara 2-4 minggu sekali. Berdasarkan penelitian Eijkman 2012, diperkirakan angka kelahiran bayi dengan Talasemia mayor sekitar 20% atau 2.500 anak dari jumlah penduduk 240 juta orang.
"Pasien Talasemia intermedia membutuhkan transfusi darah, tetapi tidak rutin. Sementara pasien Talasemia minor/trait/pembawa sifat secara klinis sehat, hidup seperti orang normal secara fisik dan mental, tidak bergejala dan tidak memerlukan transfusi darah," ujarnya.
Pembawa sifat Talasemia secara kasat mata tampak sehat dan tidak bergejala, hanya bisa diketahui melalui pemeriksaan darah dan analisis hemoglobin. Deteksi dini dilakukan dengan pemeriksaan riwayat penyakit keluarga yang anemia atau pasien talasemia, pucat, lemas, riwayat transfusi darah berulang, serta pemeriksaan darah hematologi dan analisa hemoglobin.
Perwakilan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Pustika Amalia Wahidiyat mengatakan jumlah kasus terdeteksi lebih sedikit jika dibandingkan angka perkiraan. "Ke mana sisanya? Itu yang sampai saat ini belum terdeteksi karena ketidaktahuan,karena gejala ringan, atau karena beratnya gejala, pasien meninggal tanpa penanganan medis," kata dia.
Pasien talasemia, lanjutnya, perlu transfusi seumur hidup dengan biaya tanpa komplikasi berkisar Rp30=Rp500 juta per tahun. Jika ada komplikasi, diperlukan transplantasi sumsum tulang dengan biaya Rp2 miliar (/Ant/H-3)
Pendekatan life-course immunization menjadi fokus utama di IVAXCON 2026 untuk memperkuat perlindungan kesehatan dari bayi hingga lansia dan melawan misinformasi.
Bertambahnya suhu bumi membuat kuman maupun virus bisa bertumbuh dengan lebih subur sehigga cukup berbahaya pada anak yang belum terproteksi dengan imunisasi rutin.
Dokter spesialis kedokteran olahraga dr Andi Kurniawan Sp.KO ingatkan jemaah haji waspadai risiko diabetes, hipertensi, hingga jantung akibat cuaca ekstrem.
Berdasarkan data Kemenkes, grafik kasus campak sempat melonjak tajam pada pekan pertama Januari 2026 dengan total 2.220 kasus.
Obesitas bukan sekadar persoalan penampilan atau gaya hidup. Ini penyakit kronis yang risikonya besar terhadap kesehatan.
Kemenkes menyebut terdapat 3 penyakit yang banyak ditemukan pada pemudik lebaran 2026 yakni hipertensi (darah tinggi), cephalgia (nyeri kepala), dan gastritis (maag).
Para ahli mengembangan prototipe bernama ABLE yang mengubah molekul-molekul kecil dalam nafas menjadi cairan pekan untuk mendeteksi penyakit.
Skrining merupakan hal yang baik namun butuh tindak lanjutan dan harus ditingkatkan pada penyakit janin, penyakit kongenital, atau penyakit yang jarang lainnya.
Tidak jarang,pasien juga mengalami salah diagnosis karena gejalanya yang tidak spesifik dan sering menyerupai penyakit lain.
Masyarakat kerap mengira mudah kaget sebagai tanda penyakit jantung. Padahal, belum tentu demikian.
Upaya skrining penyakit atau deteksi dini menjadi langkah preventif untuk mencegah keparahan pada para penderita.
Para ahli dari Mayo Clinic hadir di simposium ini untuk berbagi wawasan terbaru dan praktik terbaik dalam penanganan kanker payudara, hematologi, dan gagal jantung.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved