Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
UNTUK mencegah terjadinya anak tumbuh stunting, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menekankan pentingnya newborn screening pada bayi baru lahir.
Dokter Spesialis Anak Cissy Kartasasmita mengungkapkan, newborn screening pada bayi baru lahir semestinya diharuskan. Pasalnya, hal itu dilakukan untuk mendeteksi adanya kelainan yang belum terlihat gejalanya.
"Agar deteksi bisa dini dan dapat dilakukan tindakan pengobatan atau penanganan agar tumbuh kembangnya sempurna. Jadi mencegah penyakit atau kelainan," kata Cissy saat dihubungi, Minggu (10/4).
Cissy menjelaskan, terdapat sejumlah screening yang harus dilakukan. Antara lain gangguan pendengaran dengan melakukan pemeriksaan otoacoustic emissions atau OAE. Pemeriksaan itu dilakukan pada masa 0-28 hari usia bayi baru lahir.
Baca juga: Pemerintah Kawal Pengajuan Reog Ponorogo ke UNESCO
Baca juga: Patuhi Prokes dan Proaktif Testing saat Mobilitas Meningkat
Selanjutnya, screening juga dilakukan pada gangguan penglihatan. Sceening ini khususnya dilakukan pada bayi prematur usia 2-4 minggu.
Selain itu, pemeriksaan pada tumit kaki untuk mengetahui adanya gangguan pada hipotiroid kongenital. Pemeriksaan ini dilakukan pada usia bayi 48-72 jam.
"Yang sekarang harus untuk semua bayi segera hipitiroid kongenital karena bisa segera dideteksi, didiagnosis dan diobati. Mencegah anak kongenitalnya terganggu," beber Cissy.
Selanjutnya, pemeriksaan yang harus dilakukan yakni pemeriksaan pulse oxymetry untuk melihat penyakit jantung kritis bawaan. Pemeriksaan ini harus dilakukan maksimal pada 24 jam setelah kelahiran bayi.
Terpisah, Dokter Spesialis Anak Aman Bhakti Pulungan mengungkapkan, meski belum menjadi pemeriksaan rutin yang dilakukan di negeri ini, tidak berarti newborn screening bisa diabaikan.
"Pada kasus HK, misalnya. Kunci keberhasilan pengobatan anak dengan HK adalah deteksi dini melalui pemeriksaan laboratorium dan pengobatan sebelum anak berumur satu bulan. HK sendiri sangat jarang memperlihatkan gejala klinis pada awal kehidupan," ungkap Aman.
Keterlambatan dalam mendiagnosis dan mengatasi gangguan tersebut dapat menyebabkan anak mengalami keterbelakangan mental dengan kemampuan IQ di bawah 70.
"Hal ini akan berdampak serius pada masalah sosial anak, misalnya anak menjadi tidak mampu beradaptasi di sekolah formal dan menimbulkan beban ganda bagi keluarga dalam pengasuhannya," pungkas dia. (H-3)
Kemenkes RI luncurkan Konsorsium 1000 HPK bersama Rabu Biru Foundation untuk mengintegrasikan intervensi kesehatan ibu dan anak demi target Indonesia Emas 2045.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara mencatat prevalensi stunting di wilayah tersebut berada di kisaran 26,1 persen dan ditargetkan turun sebesar lima persen pada 2026.
Studi IHDC mengungkap hubungan signifikan antara stunting, anemia, dan rendahnya kemampuan working memory pada anak usia sekolah di Indonesia.
Wakil Wali Kota Tangsel Pilar Saga Ichsan targetkan angka stunting turun ke 7% pada 2026 melalui kolaborasi stakeholder dan penguatan peran SPPG.
IDAI ingatkan orangtua mengenai pentingnya kurva pertumbuhan untuk pantau tumbuh kembang anak secara akurat dan cegah salah diagnosis stunting.
Presiden INA Dr. dr. Luciana B. Sutanto menekankan pentingnya protein dan zat besi untuk kecerdasan anak serta pencegahan stunting dan anemia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved