Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
SAAT ini internet sudah menjadi kebutuhan pokok masyarakat Indonesia. Hampir seluruh aktivitas kegiatan masyarakat baik itu untuk kepentingan ekonomi, pendidikan, bekerja, kesehatan dan masih banyak lagi sangat mengandalkan internet.
Sehingga kualitas yang baik, ketersediaan dan harga internet yang terjangkau sangat dibutuhkan masyarakat.
Dirjen Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika (SDPPI) yang juga menjadi Plt. Dirjen Penyelenggaraan Pos dan Informatika (PPI) Kementerian Kominfo (Kemenkominfo), Ismail mengatakan, saat ini tarif internet di Indonesia relatif murah dibandingkan negara lain.
Bahkan tarif mobile internet Indonesia berada di peringkat ke 12 termurah dari 230 negara. Harga mobile broadband lebih murah karena banyak operator berkompetisi di kota-kota besar.
Alternatif pilihan masyarakat untuk memilih operator selular juga banyak dengan berbagai gimik yang diberikan.
"Tarif rata-rata Rp 6000 per giga. Memang sebagian kecil masyarakat Indonesia tidak mempermasalahkan tarif dan mengutamakan kualitas internet yang baik. Namun sebagian besar masyarakat Indonesia saat ini masih sensitif terhadap harga layanan internet," papar Ismail dalam keterangan pers, Jumat (18/3).
Baca juga: Percepat Bangun 421 BTS di NTT, Menkominfo Minta Dukungan Penuh Pemda
Keterjangkauan masyarakat terhadap tarif mobile internet dan fixed broadband saat ini berbeda. Ismail menilai tarif layanan fixed broadband di Indonesia masih terkesan premium dengan harga Rp 280 ribu per bulan (tergantung kecepatan yang dibutuhkan oleh pelanggan) yang sebenarnya penggunaannya untuk satu keluarga.
Agar layanan internet di Indonesia semakin terjangkau demi mendukung program transformasi digital Nasional menurut Ismail dapat dilakukan dengan mengurangi beban biaya operator telekomunikasi.
Saat ini beban biaya sangat besar yang ditanggung oleh operator telekomunikasi ketika mereka menggelar infrastruktur berupa penggelaran kabel serat optik.
Dalam Webinar bertajuk Apakah Tarif Internet Menjadi Hambatan Utama Terwujudnya Indonesia Terkoneksi,Kamis (17/3), Ismail menjelaskan saat ini banyak biaya yang sulit diprediksi oleh operator telekomunikasi ketika menggelar jaringan fiber optik di daerah. Seperti perizinan dan juga tarif retribusi atau sewa.
Ismail memahami setiap daerah memiliki target pendapatan asli daerah (PAD), namun seharusnya Pemda tidak mencari peningkatan PAD di pembangunan infrastruktur telekomunikasi.
Sebab infrastruktur telekomunikasi merupakan modal utama Pemda dalam meningkatkan perekonomian masyarakat di suatu wilayah. Makin baik infrastruktur telekomunikasinya maka akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Semakin pemda mempermudah penggelaran infrastruktur telekomunikasi maka akan banyak aktivitas ekonomi yang akan tumbuh di daerah tersebut.
Pemerintah Pusat, menurut Ismail, menginginkan infrastruktur telekomunikasi tersedia dimana-mana dengan harga yang terjangkau oleh masyarakat.
Kemenkominfo menginginkan kabel optik yang tergelar di daerah juga tertata dengan baik dan tidak semrawut.
Dengan adanya infrastruktur telekomunikasi maka industri seperti pariwisata, transportasi, pendidikan atau manufaktur akan tercipta. Nanti Pemda bisa mendapatkan dari pajak.
"Memang perlu ada pengaturan penggelaran kabel optik dengan menyediakan sarana jaringan utilitas terpadu (SJUT). Jangan sampai pengaturan perpindahan tersebut menimbulkan beban tinggi bagi operator telekomunikasi," jelasnya.
"Lalu kabel internet sudah tertata baik, namun akses internet di suatu daerah menjadi terhambat atau mahal. Ini akan berdampak kepada masyarakat,"papar Ismail.
Dengan adanya optimasi antara kemudahan perizinan, penataan kabel optik dan dukungan pemda dalam menyediakan SJUT, Ismail berharap internet yang saat ini menjadi kebutuhan vital bagi pertumbuhan ekonomi nasional dapat memberikan kontribusi positif bagi pembangunan ekonomi Indonesia untuk menjadi negara maju di dunia. (RO/OL-09)
Ia menilai Kemendagri sebagai lembaga pembina pemerintah daerah segera berkoordinasi dengan Pemda setempat yang memiliki perlintasan sebidang.
PT Hutama Panorama Sitinjau Lauik (HPSL) melaporkan progres fisik Flyover Sitinjau Lauik I mencapai 16,4% pada April 2026. Simak detail konstruksi dan lahannya.
Pemprov Jakarta klaim 97% jalan dalam kondisi mantap pada 2025. Simak data lengkap capaian infrastruktur dan pembangunan terbaru di Jakarta.
Pelaku industri jasa konstruksi mendesak pemerintah segera merumuskan kebijakan strategis untuk meredam tekanan akibat gejolak geopolitik global, terutama dampak konflik Timur Tengah.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus mempercepat proyek revitalisasi infrastruktur di sepanjang Jalan HR Rasuna Said, Jakarta.
Pembenahan sistem drainase permanen ini difokuskan pada ruas jalan kota, provinsi, hingga jalan protokol.
Para pakar sepakat bahwa tantangan geografis Indonesia menuntut integrasi berbagai teknologi alih-alih bergantung pada satu solusi tunggal.
Selain kemudahan akses, layanan ini juga dilengkapi dukungan pelanggan selama 24 jam untuk membantu pengguna di berbagai zona waktu.
Ajang teknologi tahunan Mobile World Congress 2026, yang digelar di Barcelona, menunjukkan perubahan besar dalam arah industri telekomunikasi global.
Pengemudi ojol dan lembaga hukum menggugat ketentuan UU Perlindungan Konsumen dan UU Cipta Kerja ke Mahkamah Konstitusi terkait praktik hangusnya kuota internet prabayar tanpa kompensasi.
Operator seluler di Indonesia hadirkan paket kuota prabayar rollover, memberikan fleksibilitas bagi konsumen.
Indonesia Rising Stars Award adalah panggung penghargaan bagi organisasi serta individu yang berkontribusi membangun masa depan Indonesia di berbagai sektor.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved