Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
MEMBACA selawat kepada Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam mampu menjadi penyelamat pembacanya
pada hari kiamat. Ini karena membaca selawat Nabi memiliki unsur penjagaan akidah, yaitu mengakui Allah sebagai Tuhan sekaligus meyakini Nabi Muhammad sebagai makhluk-Nya.
Rais Syuriah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Ahmad Bahauddin Nursalim atau lebih dikenal dengan Gus Baha menjelaskan hal itu sebagaimana dikutip dari Instagram NUonline_id. Menurutnya, dalam redaksi selawat yang biasa kita baca, yaitu Allahumma shalli ala sayyidina muhammad, terdapat dua unsur pengakuan yang agung.
Pertama kita mengakui bahwa Allah swt sebagai Dzat yang Mahapemberi dan kedua mengakui bahwa Nabi Muhammad saw sebagai kekasih Allah yang betapa pun tingggi kedudukannya tetap sebagai hamba Allah. "Jadi, membaca selawat itu, di samping menunjukkan mahabbah (cinta) kita kepada Rasulullah, dengan menyatakan beliau sebagai makhluk terbaik yang paling layak mendapat azkash selawat dari Allah, juga menyatakan Allah sebagai (Tuhan) yang memberi," ujarnya saat mengisi acara Peringatan Maulid Nabi Muhammad saw 1443 H dan Haul Masyayikh Pondok Pesantren Raudlatut Thalibin Leteh, Rembang, Jawa Tengah, pada Selasa (12/10).
Pada kesempatan itu, Gus Baha mendasari argumennya dengan penjelasan Sayyid Az-Zabidi (wafat 1205 H) dalam kitab Ithafus Sadatil Muttaqin yang berbunyi wannabiyyu shallahu 'alaihi wasallam wa in jalla qodruhu muhtajun la rahmatihi ta'ala wa fadhlih. Artinya, betapa pun tingginya kedudukan Nabi Muhammad saw, ia tetap membutuhkan kasih sayang dan kemurahan Allah swt.
Baca juga: Kenapa Nabi Muhammad tidak Pernah Bikin Maulid? Ini Jawabannya
Dijelaskan Gus Baha, umat Nasrani itu sudah melakukan kesalahan fatal, yaitu menganggap Nabi Isa sebagai tuhan, sedangkan orang Yahudi yang tidak suka dengan Nabi Isa dengan menuduh Isa sebagai anak hasil zina. Namun umat Nabi Muhammad saw tetap mengagungkan Rasulullah dengan status sebagai hamba Allah, tidak sampai menuhankannya. "Jadi, umat ini (umat Nabi Muhammad) tidak akan mendudukkan Rasulullah setingkat dengan Allah," tegas alumnus Pondok Pesantren Al-Anwar Sarang, Rembang, Jawa Tengah itu. (OL-14)
Seluruh keputusan dalam muktamar harus berorientasi pada kepentingan masyarakat luas, bukan kelompok tertentu.
Saifullah Yusuf menyatakan aspirasi Ketua PWNU se-Indonesia terkait waktu pelaksanaan muktamar selaras dengan keputusan internal organisasi.
Menurutnya ini bukan sekadar teladan yang tidak hanya berlaku bagi kalangan anak muda NU sebagai generasi penerus.
Arah pemilihan Rais Aam melalui mekanisme Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA) saat ini sangat dipengaruhi oleh konfigurasi kepentingan para aktor utama di posisi Ketua Umum.
Gus Lilur merasa prihatin jika tradisi besar seperti pesantren dan bahtsul masail terpinggirkan oleh kepentingan elektoral.
Oleh karena itu, penguatan relasi NU dan NKRI membutuhkan agenda strategis yang melampaui retorika. Digitalisasi dakwah moderat ialah kebutuhan mutlak
Temukan alasan mendalam mengapa Allah SWT memperjalankan Nabi Muhammad SAW dalam Isra Mikraj, mulai dari hiburan spiritual hingga perintah salat.
Kepemimpinan Nabi Muhammad bukan hanya bersifat transendental tetapi juga praktis.
PEMERINTAH Arab Saudi resmi meluncurkan program pengalaman spiritual bertajuk Ala Khutah atau dalam bahasa Indonesia berarti Dalam Jejak Nabi.
Teladani kesetiaan & perjuangan para sahabat Nabi Muhammad SAW. Temukan kisah inspiratif, hikmah, dan peran penting mereka dalam sejarah Islam.
ADA tujuh malam yang paling utama menurut para ulama. Tujuh malam mulia itu dijelaskan dalam Kitab Nihayatuz Zain. Malam Lailatul Qadar nomor berapa?
AL-QUR'AN turun pertama kali dari Malaikat Jibril kepada Nabi Muhammad SAW pada 17 Ramadan. Nah, tahukah kamu 114 surat dalam Al-Qur'an? Berikut rinciannya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved